Rabu, 24 Juni 2009

HIKMAH PENCIPTAAN ADAM

Penciptaan Adam sebagai Bapak seluruh manusia sempat dipertanyakan oleh malaikat. Mengapa Allah menciptakan makhluk yg suka membuat kerusakan dan pertumpahan darah? Namun Allah memiliki hikmah tersendiri di balik penciptaan Adam tersebut.

Setiap saat detik demi detik tdk ada satu pun perbuatan atau ucapan yg luput dari kehendak Allah dan kemampuan-Nya. Ini sesuai dgn hikmah Allah yg Maha Hikmah pada seluruh Qadha dan Qadhar-Nya. Dan Allah Maha Hikmah pada seluruh apa yg Ia syariatkan utk hamba-hamba-Nya.

Sehingga ketika hikmah-Nya yg menyeluruh ilmu-Nya yg mencakup segala sesuatu dan rahmat-Nya yg sempurna menuntut penciptaan Adam ‘Alahi Shallatu Wa Sallam ayah seluruh manusia Allah kabarkan hal ini kepada malaikat melalui firman-Nya :
“Sesungguh Aku hendak menjadikan Khalifah di muka bumi.”

Hal ini dimaksudkan utk menggantikan makhluk-makhluk sebelum yg hanya diketahui oleh Allah. Dan saat itu para Malaikat menjawab :
“Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi yg akan membuat kerusakan pada dan menumpahkan darah “.

Di satu sisi ini merupakan bentuk penghormatan dan pengagungan para malaikat kepada Allah ketika menciptakan makhluk yg menyerupai akhlak makhluk-makhluk yg awal. Atau Allah khabarkan kepada Malaikat tentang penciptaan Adam ‘alaihis salam dan apa yg akan dilakukan oleh anak keturunan yg jahat. Allah katakan kepada mereka :
“Sesungguh Aku mengetahui apa yg tdk Engkau ketahui.”

Dalam ayat ini Allah sendiri yg memberitakan kesempurnaan ilmu-Nya. Yakni mencakup segala sesuatu termasuk kebaikan dan manfaat yg tdk terhitung dari penciptaan manusia. Dan kita wajib meyakini kekuasaan ilmu Allah dan hikmah-Nya. Allah tdk menciptakan sesuatu yg tiada guna dan tiada mengandung hikmah padanya.

Dalam ayat selanjut Allah kemudian menerangkan kepada para malaikat tersebut secara terperinci mengapa Allah menciptakan Adam dgn tangan-Nya sendiri. Yaitu sebagai penghormatan kepada di atas seluruh makhluk.

Ayat ini menjadi salah satu bukti bahwa Allah memiliki kedua tangan yg hakiki seperti yg secara jelas disebut dlm kisah Nabi Adam ‘alaihis salam itu.
“Terhadap apa yg Kuciptakan dgn kedua tangan-Ku”.

Namun tentu saja dzat Allah tdk seperti dzat-dzat makhluk. Begitu juga dgn sifat-sifat-Nya tdk seperti sifat-sifat makhluk.
Dalam proses penciptaan Adam itu juga dijelaskan Allah menggenggam seluruh bumi dlm satu genggaman yg lunak dan yg keras serta yg baik dan buruk. Ini dimaksudkan agar keturunan sesuai dgn tabiat-tabiat ini.

Maka jadilah dia pada awal sebagai tanah. Lalu Allah lemparkan air sehingga menjadi lumpur. Ketika masa tetap air pada lumpur itu memanjang berubahlah tanah liat tersebut menjadi lumpur hitam yg juga ikut berubah baunya. Lalu Allah keringkan setelah dibentuk menjadi semacam tembikar yg memiliki bunyi.

Dalam proses ini dia adl sebuah jasad tanpa roh. Sehingga ketika penciptaan jasmani telah sempurna Allah meniupkan roh kepada jasad itu. Berubahlah jasad itu dari benda mati menjadi sesuatu yg hidup yg memiliki tulang daging urat otot dan roh.

Itulah hakekat manusia Allah menyiapkan utk segala ilmu dan kebaikan lalu Allah sempurnakan ni’mat pada sehingga mengajari nama segala sesuatu. Allah bermaksud memperlihatkan malaikat akan kesempurnaan makhluk ini sehingga Allah perlihatkan benda-benda dan berkata kepada mereka:
“Sebutkanlah nama benda-benda itu jika kamu memang orang2 yg benar”.

Maka malaikat-malaikat tersebut tdk mampu menyebut nama benda-benda itu. Padahal terkandung dlm ucapan para malaikat sebelum bahwa tdk diciptakan Adam ‘alaihis sallam adl lbh baik. Ini sesuai dgn yg nampak pada mereka saat itu. Mereka berkata :
“Maha Suci Engkau tdk ada yg kami ketahui selain dari apa yg Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguh Engkaulah yg Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.

Allah berfirman :
“Ya Adam khabarkanlah kepada mereka nama benda-benda itu”. mk setelah diberitahukan kepada mereka nama-nama benda itu Allah berfirman “Bukankah sudah kukatakan kepadamu bahwa sesungguh aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yg kamu lahirkan dan kamu sembunyikan?” .

Para malaikat kemudian menyaksikan kesempurnaan makhluk ini serta ilmu yg tdk mereka sangka.

Faedah Yang Bisa Dipetik:
1. Di dlm terdapat keutamaan ilmu. Bahwasa para malaikat tdk mengetahui dgn jelas keutamaan Adam dan ilmu yg dimilikinya. Dengan itu para malaikat mengetahui kesempurnaan Adam sehingga ia berhak utk dihormati.
2. Bahwasan orang yg diberi karunia oleh Allah dgn ilmu hendak mengakui ni’mat Allah kepadanya. Dan menyatakan seperti para malaikat dan Rasul: Maha Suci Engkau kami tdk memiliki ilmu selain apa yg Engkau ajarkan. Kita juga harus berhati-hati utk berbicara dgn sesuatu yg tdk diketahui. Karena sesungguh ilmu adl karunia Allah yg terbesar. Dan cara mensyukuri ni’mat tersebut di antara dgn mengakui ilmu yg dimiliki dari Allah dan banyak memuji-Nya atas pemberian ilmu tersebut. Mengajarkan kepada manusia serta berhenti pada sebatas apa yg dia ketahui dan diam pada apa yg tdk diketahui.

Dengan ini para malaikat mengakui kesempurnaan hikmah Allah dgn rinci dan menyaksikan langsung sehingga mereka mengagungkan Nabi Adam dgn benar-benar. Allah menginginkan para malaikat ini menampakkan penghormatan tersebut baik secara lahir maupun batin. mk Allah berfirman :
“Sujudlah kalian kepada Adam”.

Sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Adam sebagai bentuk ketaatan dan ibadah para malaikat kepada Rabbnya. Dan dgn rasa cinta dan merendah mereka semua bersujud dgn segera.

Dajjal Antara Kenyataan dan Kamuflase

“Dajjal” acap menjadi topik seru yg dibicarakan banyak orang. Perkara pun kian hangat dgn muncul orang2 yg mengaku atau dianggap orang lain sebagai Dajjal seperti yg dialamatkan pada Sri Sathya Sai Baba seorang begawan dari India. Benarkah dia Dajjal?1

Jika ditinjau dari sisi bahasa makna Dajjal adl sangat tepat untuk krn Dajjal berarti banyak berdusta dan menipu. Siapa pun yg banyak berdusta dan menipu ada pengikut ataupun tdk mk dia adl Dajjal. Demikianlah yg diistilahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang mereka. Beliau menjelaskan hal ini dlm banyak hadits seperti yg diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu dlm dua tempat dan Muslim rahimahullahu dlm dua tempat dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَقْتَتِلَ فِئَتَانِ عَظِيْمَتَانِ يَكُوْنُ بَيْنَهُمَا مَقْتَلَةٌ عَظِيْمَةٌ دَعْوَتُهُمَا وَاحِدَةٌ وَحَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُوْنَ كَذَّابُوْنَ قَرِيْبٌ مِنْ ثَلاَثِيْنَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُوْلُ اللهِ وَحَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزَّلاَزِلُ وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ وَهُوَ الْقَتْلُ وَحَتَّى يَكْثُرَ فِيْكُمُ الْمَالُ فَيَفِيْضَ حَتَّى يُهِمَّ رَبَّ الْمَالِ مَنْ يَقْبَلُ صَدَقَتَهُ وَحَتَّى يَعْرِضَهُ عَلَيْهِ فَيَقُوْلَ الَّذِي يَعْرِضُهُ عَلَيْهِ: لاَ أَرَبَ لِي بِهِ؛ وَحَتَّى يَتَطَاوَلَ النَّاسُ فِي الْبُنْيَانِ وَحَتَّى يَمُرَّ الرَّجُلُ بِقَبْرِ الرَّجُلِ فَيَقُوْلُ: يَا لَيْتَنِي مَكَانَهُ؛ وَحَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا فَإِذَا طَلَعَتْ وَرَآهَا النَّاسُ يَعْنِي آمَنُوا أَجْمَعُوْنَ فَذَلِكَ حِيْنَ لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيْمَانِهَا خَيْرًا
“Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga dua kelompok besar saling berperang dan banyak terbunuh di antara dua kelompok tersebut yg seruan mereka adl satu. Dan hingga dibangkitkan para Dajjal lagi pendusta hampir 30 orang semua mengaku bahwa diri Rasulullah dicabut ilmu banyak terjadi gempa zaman berdekatan fitnah menjadi muncul banyak terjadi pembunuhan berlimpah ruah harta di tengah kalian sehingga para pemilik harta bingung terhadap orang yg akan menerima shadaqahnya. Sampai dia berusaha menawarkan kepada seseorang namun orang tersebut berkata: ‘Saya tdk membutuhkannya’; orang berlomba-lomba dlm meninggikan bangunan. Ketika seseorang lewat pada sebuah kuburan dia berkata: ‘Aduhai jika saya berada di sana’; terbit matahari dari sebelah barat dan apabila terbit dari sebelah barat di saat orang2 melihat mereka beriman seluruh .”
Dari keterangan di atas jelaslah bahwa kata Dajjal sering dipakai utk menamai seseorang yg banyak berdusta dan banyak menipu umat. Para dedengkot kesesatan yg memproklamirkan diri sebagai nabi setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adl para Dajjal. Dan bila disebutkan Dajjal secara mutlak mk tdk ada yg tergambar dlm benak tiap orang melainkan Ad-Dajjal Al-Akbar yg akan muncul di akhir zaman sebagai tanda dekat hari kiamat dgn sifat-sifat yg sudah jelas sebagaimana dijelaskan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Mengimani Muncul Dajjal Al-Akbar
Tidak ada keraguan bagi orang yg beriman terhadap segala berita yg datang dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk akal ataupun tidak. Karena mereka meyakini bahwa segala yg diberitakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sepanjang riwayat shahih merupakan berita wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan segala perkara yg disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg terkait dgn Dajjal –seperti sifat-sifat kejadian-kejadian luar biasa yg diperbuat masa tinggal di atas dunia para pengikut tempat turun siapa yg akan membunuh dan sebagainya– bagi orang yg beriman bukanlah sebuah khurafat dan tahayul yg menjajah akal serta hati mereka. Bukan pula sebuah keanehan bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala utk menjadikan keluarbiasaan pada diri Dajjal. Dan ini tdk akan mengurangi kemuliaan Allah Subhanahu wa Ta’ala sedikitpun. Mereka menjadikan segala yg terkait dgn Dajjal sebagai perkara yg akan menambah dan mengokohkan keimanan mereka terhadap kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala serta kebenaran berita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka akan menjadikan segala yg terkait dgn Dajjal sebagai ujian yg datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala utk menambah kebajikan mereka di atas kebajikan. Tidak ada ucapan yg keluar dari orang2 yg beriman melainkan:
آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا
“Kami beriman kepada semua itu dari sisi Rabb kami.”
سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا
“Kami mendengar dan kami patuh.”

Dajjal sebagai Tanda Hari Kiamat
Muncul Dajjal merupakan salah satu tanda hari kiamat kubra . Arti tanda-tanda yg muncul mendekati hari kiamat dan bukan tanda yg biasa terjadi. Seperti muncul Dajjal turun ‘Isa muncul Ya’juj dan Ma’juj serta terbit matahari dari sebelah barat.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberitakan akan muncul Dajjal di dlm banyak hadits. Di antara yg diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu:
ذَكَرَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الدَّجَّالَ ذَاتَ غَدَاةٍ فَخَفَّضَ فِيْهِ وَرَفَّعَ حَتَّى ظَنَنَّاهُ فِي طَائِفَةِ النَّخْلِ فَلَمَّا رُحْنَا إِلَيْهِ عَرَفَ ذَلِكَ فِيْنَا. فَقَالَ: مَا شَأْنُكُمْ؟ قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ ذَكَرْتَ الدَّجَّالَ غَدَاةً فَخَفَّضْتَ فِيْهِ وَرَفَّعْتَ حَتَّى ظَنَنَّاهُ فِي طَائِفَةِ النَّخْلِ. فَقَالَ: غَيْرُ الدَّجَّالِ أَخْوَفُنِي عَلَيْكُمْ، إِنْ يَخْرُجْ وَأَنَا فِيْكُمْ فَأَنَا حَجِيْجُهُ دُوْنَكُمْ، وَإِنْ يَخْرُجْ وَلَسْتُ فِيْكُمْ فَامْرُؤٌ حَجِيْجُ نَفْسِهِ
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkisah tentang Dajjal pada pagi hari dan beliau mengangkat dan merendahkan suara seakan-akan kami menyangka dia berada di sebagian pohon korma. Lalu kami berpaling dari sisi Rasulullah. Kemudian kami kembali kepada beliau dan beliau mengetahui hal ini lalu beliau berkata: ‘Ada apa dgn kalian?’ Kami berkata: ‘Ya Rasulullah engkau bercerita tentang Dajjal pada pagi hari dan engkau mengangkat serta merendahkan suara sehingga kami menyangka bahwa dia berada di antara pepohonan korma.’ Rasulullah lantas bersabda: ‘Bukan Dajjal yg aku khawatirkan atas kalian. Dan jika dia keluar dan aku berada di tengah kalian mk akulah yg akan menyelesaikan urusannya. Dan jika dia keluar dan aku tdk berada di tengah kalian mk tiap orang menyelesaikan urusan masing-masing’.”
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah rahimahullahu dlm Kitabul Fitan dari Hudzaifah bin Usaid Abu Suraihah radhiyallahu ‘anhu:
كُنَّا قُعُوْدًا نَتَحَدَّثُ فِي ظِلِّ غُرْفَةٍ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرْنَا السَّاعَةَ فَارْتَفَعَتْ أَصْوَاتُنَا فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَنْ تَكُوْنَ - أَوْ لَنْ تَقُوْمَ - السَّاعَةُ حَتَّى يَكُوْنَ قَبْلَهَا عَشْرُ آيَاتٍ طُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَخُرُوْجُ الدَّابَّةِ وَخُرُوْجُ يَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ وَالدَّجَّالُ وَعِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَالدُّخَانُ وَثَلاَثَةُ خُسُوْفٍ خَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِجَزِيْرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ تَخْرُجُ نَارٌ مِنْ الْيَمَنِ مِنْ قَعْرِ عَدَنٍ تَسُوْقُ النَّاسَ إِلَى الْمَحْشَرِ
“Kami sedang duduk-duduk berbincang di bayang-bayang salah satu kamar Rasulullah. Kami berbincang tentang hari kiamat dan suara kami pun menjadi meninggi. Lalu beliau bersabda: ‘Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga muncul sepuluh tanda; yaitu terbit matahari dari sebelah barat muncul Dajjal muncul asap keluar binatang muncul Ya’juj dan Ma’juj turun Isa putra Maryam dan tiga khusuf satu di timur satu di barat dan satu di Jazirah Arab dan api yg keluar dari arah Yaman dari dataran terendah ‘Adn yg menggiring manusia ke tempat mahsyar’.”
Berita tentang muncul Dajjal dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg wajib diimani dgn sifat-sifat yg telah disebutkan dgn terang dan jelas yg tdk butuh penakwilan apapun di antaranya:
1. Dia dari Bani Adam
2. Laki-laki
3. Pemuda
4. Pendek
5. Berkulit merah
6. Keriting rambutnya
7. Dahi lebar
8. Leher lebar
9. Mata buta sebelah kanan
10.Tertulis di antara dua mata ك ف ر
11.Tidak berketurunan
12.Pada mata sebelah kiri terdapat daging tumbuh.
Sifat-sifat di atas disebutkan di dlm banyak hadits baik dlm Ash-Shahihain atau selain keduanya.

Dajjal adl dari Bani Adam Bukan Lambang Kejahatan dan Kerusakan
Termasuk benar keimanan seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya yaitu mengimani bahwa Dajjal adl dari Bani Adam dan bukan sebuah lambang kejahatan dan lambang khurafat seperti yg telah dikatakan oleh Muhammad Abduh dlm kitab tafsir Al-Manar lalu diikuti oleh Abu ‘Ubayyah yg mengatakan bahwa Dajjal adl sebuah lambang dari kejahatan dan bukan salah seorang Bani Adam.
Penakwilan ini termasuk sikap memalingkan makna lahiriah nash-nash.
Asal Dajjal dari Bani Adam telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dlm banyak hadits. Dari penjelasan nash tersebut tidaklah masuk akal bila dimaknakan kepada sebuah lambang. Coba perhatikan hadits di bawah ini yg diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu dan Al-Imam Muslim rahimahullahu dari sahabat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma:
ذَكَرَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا بَيْنَ ظَهْرَانَيِ النَّاسِ الْمَسِيْحَ الدَّجَّالَ، فَقَالَ: إِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَيْسَ بِأَعْوَرَ أَلاَ إِنَّ الْمَسِيْحَ الدَّجَّالَ أَعْوَرُ عَيْنِ الْيُمْنَى كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِيَةٌ. قَالَ: وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَرَانِي اللَّيْلَةَ فِي الْمَنَامِ عِنْدَ الْكَعْبَةِ فَإِذَا رَجُلٌ آدَمُ كَأَحْسَنِ مَا تَرَى مِنْ أُدْمِ الرِّجَالِ تَضْرِبُ لِمَّتُهُ بَيْنَ مَنْكِبَيْهِ، رَجِلُ الشَّعْرِ يَقْطُرُ رَأْسُهُ مَاءً، وَاضِعًا يَدَيْهِ عَلَى مَنْكِبَيْ رَجُلَيْنِ وَهُوَ بَيْنَهُمَا يَطُوْفُ بِالْبَيْتِ فَقُلْتُ: مَنْ هَذَا؟ فَقَالُوا: الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ. وَرَأَيْتُ وَرَاءَهُ رَجُلاً جَعْدًا قَطَطًا أَعْوَرَ عَيْنِ الْيُمْنَى كَأَشْبَهِ مَنْ رَأَيْتُ مِنْ النَّاسِ بِابْنِ قَطَنٍ، وَاضِعًا يَدَيْهِ عَلَى مَنْكِبَيْ رَجُلَيْنِ يَطُوْفُ بِالْبَيْتِ. فَقُلْتُ: مَنْ هَذَا؟ قَالُوا: هَذَا الْمَسِيْحُ الدَّجَّالُ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan pada suatu hari di tengah keramaian tentang Al-Masih Ad-Dajjal. Beliau berkata: “Sesungguh Allah tdk buta sebelah dan ketahuilah Al-Masih Ad-Dajjal adl buta mata sebelah kanan seperti buah anggur yg menonjol.” Ibnu ‘Umar berkata: “Rasulullah bersabda: ‘Diperlihatkan dlm mimpiku pada suatu malam ketika aku berada di Ka’bah kemunculan secara tiba-tiba seseorang dari Bani Adam yg terlihat sangat bagus berkulit sawo matang dari Bani Adam rambut tersisir di antara kedua pundak dlm keadaan meletakkan kedua tangan di atas dua pundak dua lelaki dan dia melaksanakan thawaf di antara kedua aku berkata: ‘Siapa ini?’ Mereka berkata: ‘Al-Masih bin Maryam.’ Dan aku melihat di belakang ada seseorang yg sangat keriting rambut dan buta mata sebelah kanan dan serupa dgn Ibnu Qathan. Dia meletakkan tangan di atas pundak dua laki2 dan thawaf di Ka’bah. Lalu aku berkata: ‘Siapa ini?’ Mereka menjawab: ‘Ini adl Al-Masih Ad-Dajjal’.”

Kenapa Tidak Disebutkan Dajjal Di dlm Al-Qur`an dgn Jelas Sebagaimana dlm Hadits-hadits?
Mungkin orang2 akan berta kenapa tdk disebutkan di dlm Al-Qur`an dgn jelas tentang Dajjal sebagaimana disebutkan di dlm hadits-hadits? Padahal perkara Dajjal tidaklah jauh lbh besar dari perkara Ya’juj dan Ma’juj sementara urusan Ya’juj dan Ma’juj disebutkan di dlm Al-Qur`an?
Telah disebutkan alasan oleh para ulama dlm banyak pendapat. Di antaranya:
1. Penyebutan Dajjal di dlm Al-Qur`an termasuk dlm kandungan ayat:
هَلْ يَنْظُرُوْنَ إِلاَّ أَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلاَئِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيْمَانِهَا خَيْرًا قُلِ انْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُوْنَ
“Yang mereka nanti-nanti tdk lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka atau kedatangan Rabbmu atau kedatangan beberapa ayat Rabbmu. Pada hari datang ayat dari Rabbmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada diri sendiri yg belum beriman sebelum itu atau dia mengusahakan kebaikan dlm masa imannya. Katakanlah: ‘Tunggulah olehmu sesungguh kamipun menunggu ’.”
Yang dimaksud dgn ‘tanda-tanda Rabbmu’ dlm ayat ini adl muncul Dajjal terbit matahari dari sebelah barat dan muncul daabbah . Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan di dlm sebuah sabdanya:
ثَلاَثَةٌ إِذَا خَرَجْنَ لَمْ يَنْفَعْ نَفْسًا إِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ: الدَّجَّالُ وَالدَّابَّةُ وَطُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا
“Tiga hal apabila telah muncul mk tiada bermanfaat lagi sebuah keimanan bagi seorang jiwa yg belum beriman : Dajjal daabbah dan terbit matahari dari arah barat.”
2. Al-Qur`an menyebutkan akan turun Nabi ‘Isa ‘alaihissalam dan dialah yg akan membunuh Dajjal. mk dgn menyebutkan Masihil Huda sudah cukup dari penyebutan Masihidh Dhalal . Dan kebiasaan orang Arab adl mencukupkan diri dgn menyebutkan salah satu yg berlawanan.
3. Bahwa muncul Dajjal disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dlm firman-Nya:
لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُوْنَ
“Sesungguh penciptaan langit dan bumi lbh besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tdk mengetahui.”
Yang dimaksud kata “manusia” di dlm ayat ini adl Dajjal. dlm istilah kaidah bahasa termasuk dlm bab penyebutan secara umum sedangkan yg dimaksud adl khusus yaitu Dajjal. Abu ‘Aliyah berkata: “Arti lbh besar dari penciptaan Dajjal yg diagungkan oleh orang2 Yahudi.”
Dan Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu berkata: “Ini kalau memang benar adl sebaik-baik jawaban. Dan ini termasuk perkara-perkara yg ditugaskan kepada Rasul-Nya utk dijelaskan. Dan ilmu ada di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
4. Al-Qur`an tdk menyebutkan Dajjal sebagai bentuk penghinaan terhadapnya. Di mana dia menobatkan diri sebagai Tuhan padahal dia adl manusia. Tentu sikap ini menafikan kemahaagungan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kemahasempurnaan-Nya serta kesucian-Nya dari sifat-sifat kekurangan. Oleh krn itu urusan Dajjal di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala adl sangat hina dan kecil utk disebutkan.
Jika demikian mengapa tentang Fir’aun yg mengaku sebagai Tuhan disebutkan di dlm Al-Qur`an? Jawaban adalah: “Perkara Fir’aun telah selesai dan habis masa dan disebutkan sebagai peringatan bagi manusia. Adapun urusan Dajjal akan muncul di akhir zaman sebagai ujian bagi manusia.”
Dan terkadang sesuatu itu tdk disebutkan krn jelas dan nyata perkaranya.

Inilah beberapa pendapat dari jawaban dan alasan ulama tentang mengapa tdk disebutkan permasalahan Dajjal di dlm Al-Qur`an. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu wajar bila muncul karena Ibnu Hajar rahimahullahu menjelaskan: “Pertanyaan tentang tdk disebutkan Dajjal di dlm Al-Qur`an akan terus muncul. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan perkara Ya`juj dan Ma`juj sementara fitnah mereka sama dgn fitnah Dajjal.”
Pengarang kitab Asyrathus Sa’ah menguatkan pendapat yg pertama yaitu Dajjal telah disebutkan di dlm Al-Qur`an sebagaimana kandungan ayat dlm surat Al-An’am di atas secara global dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diamanatkan utk menjelaskan .

Fitnah Dajjal
Tidak ada yg mengingkari bahwa fitnah Dajjal adl fitnah besar sepanjang perjalanan hidup Bani Adam di atas dunia ini sampai pada hari kiamat. Hal ini disebabkan berbagai bentuk keanehan yg diciptakan Allah Subhanahu wa Ta’ala yg bisa diperbuat oleh Dajjal tersebut sebagaimana dijelaskan dlm banyak riwayat. Dua fitnah yg sesungguh diusung oleh Dajjal utk merekrut pengikut itulah fitnah syahwat dan fitnah syubuhat. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa fitnah besar Dajjal terhadap umat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
1. Bersama Dajjal ada surga dan neraka
Diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dlm Shahih- dari sahabat Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الدَّجَّالُ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُسْرَى جُفَالُ الشَّعَرِ مَعَهُ جَنَّةٌ وَنَارٌ فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ
“Dajjal adl buta sebelah kiri sangat keriting rambut dan bersama surga dan neraka. Namun neraka adl surga dan surga adl neraka.”
2. Bersama ada sungai-sungai yg penuh air
Diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu dari shahabat Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَأَنَا أَعْلَمُ بِمَا مَعَ الدَّجَّالِ، مِنْهُ مَعَهُ نَهْرَانِ يَجْرِيَانِ أَحَدُهُمَا رَأْيَ الْعَيْنِ مَاءٌ أَبْيَضُ وَاْلآخَرُ رَأْيَ الْعَيْنِ نَارٌ تَأَجَّجُ فَإِمَّا أَدْرَكَنَّ أَحَدٌ فَلْيَأْتِ النَّهْرَ الَّذِي يَرَاهُ نَارًا وَلْيُغَمِّضْ ثُمَّ لْيُطَأْطِئْ رَأْسَهُ فَيَشْرَبَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مَاءٌ بَارِدٌ، وَإِنَّ الدَّجَّالَ مَمْسُوْحُ الْعَيْنِ عَلَيْهَا ظَفَرَةٌ غَلِيْظَةٌ مَكْتُوْبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ كَاتِبٍ وَغَيْرِ كَاتِبٍ
“Sesungguh aku mengetahui apa yg menyertai Dajjal. Yaitu bersama ada dua sungai yg mengalir. Dengan penglihatan mata salah satu adl air yg putih dan yg lain api yg berkobar. mk barangsiapa menjumpai yg demikian hendaklah dia mendatangi sungai yg dia lihat sebagai api dan pejamkan mata kemudian tundukkan kepala dan minumlah dari krn sesungguh itu adl air yg dingin. Sesungguh Dajjal buta dan pada mata ada daging tumbuh yg tebal serta tertulis di antara dua mata kafir yg akan dibaca oleh tiap orang yg beriman baik yg bisa menulis atau tidak.”
3. Memerintahkan langit utk menurunkan hujan dan bumi menumbuhkan tanamannya
Hal ini dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana dlm riwayat Al-Imam Muslim rahimahullahu dlm Shahih beliau dari sahabat An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu:
قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَا لَبْثُهُ فِي اْلأَرْضِ؟ قَالَ:أَرْبَعُوْنَ يَوْمًا يَوْمٌ كَسَنَةٍ وَيَوْمٌ كَشَهْرٍ وَيَوْمٌ كَجُمُعَةٍ وَسَائِرُ أَيَّامِهِ كَأَيَّامِكُمْ. قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، فَذَلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَسَنَةٍ أَتَكْفِيْنَا فِيْهِ صَلاَةُ يَوْمٍ؟ قَالَ: لاَ، اقْدُرُوا لَهُ قَدْرَهُ. قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَمَا إِسْرَاعُهُ فِي اْلأَرْضِ؟ قَالَ: كَالْغَيْثِ اسْتَدْبَرَتْهُ الرِّيْحُ، فَيَأْتِي عَلَى الْقَوْمِ فَيَدْعُوْهُمْ فَيُؤْمِنُوْنَ بِهِ وَيَسْتَجِيْبُوْنَ لَهُ فَيَأْمُرُ السَّمَاءَ فَتُمْطِرُ وَاْلأَرْضَ فَتُنْبِتُ
Kami berkata: “Ya Rasulullah berapa lama masa tinggal di atas dunia?” Beliau bersabda: “40 hari. Satu hari bagaikan satu tahun satu hari bagaikan satu bulan dan satu hari bagaikan satu minggu dan selain itu hari sama dgn hari biasa.” Kami mengatakan: “Ya Rasulullah bagaimana kalau satu hari bagaikan satu tahun apakah cukup bagi kita utk melaksanakan shalat satu hari?” Rasulullah bersabda: “Tidak tetapi ukurlah kadarnya.” Kami berkata: “Ya Rasulullah bagaimana tentang kecepatan di muka bumi?” Beliau bersabda: “Bagaikan hujan yg ditiup oleh angin lalu dia mendatangi kaum dan menyerukan mereka sehingga mereka beriman kepada dan menerima seruannya. Dia juga memerintahkan langit utk menurunkan hujan dan kemudian hujan turun; dan memerintahkan bumi utk menumbuhkan tanaman mk kemudian tumbuh.”
4. Bersama segala perbendaharaan bumi dan bisa menempuh arah dgn cepat bagaikan hujan yg ditiup oleh angin. Sebagaimana dalil yg disebutkan di atas.
5. Menghidupkan dan mematikan.
Diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu dari sahabat Abu Sai’d Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu berkata:
حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا حَدِيْثًا طَوِيْلاً عَنِ الدَّجَّالِ فَكَانَ فِيْمَا حَدَّثَنَا قَالَ: يَأْتِي وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْهِ أَنْ يَدْخُلَ نِقَابَ الْمَدِيْنَةِ فَيَنْتَهِي إِلَى بَعْضِ السِّبَاخِ الَّتِي تَلِي الْمَدِيْنَةَ فَيَخْرُجُ إِلَيْهِ يَوْمَئِذٍ رَجُلٌ هُوَ خَيْرُ النَّاسِ أَوْ مِنْ خَيْرِ النَّاسِ فَيَقُوْلُ لَهُ: أَشْهَدُ أَنَّكَ الدَّجَّالُ الَّذِي حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيْثَهُ. فَيَقُوْلُ الدَّجَّالُ: أَرَأَيْتُمْ إِنْ قَتَلْتُ هَذَا ثُمَّ أَحْيَيْتُهُ أَتَشُكُّوْنَ فِي اْلأَمْرِ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: لاَ. قَالَ: فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يُحْيِيْهِ فَيَقُوْلُ حِيْنَ يُحْيِيْهِ: وَاللهِ مَا كُنْتُ فِيْكَ قَطُّ أَشَدَّ بَصِيْرَةً مِنِّي اْلآنَ. قَالَ: فَيُرِيْدُ الدَّجَّالُ أَنْ يَقْتُلَهُ فَلاَ يُسَلَّطُ عَلَيْهِ
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepada kami sebuah hadits yg panjang tentang Dajjal pada suatu hari. Di antara apa yg beliau sampaikan adalah: “Dajjal datang dan dia diharamkan utk masuk ke kota Madinah mk dia berakhir di daerah yg tanah bergaram yg berada di sekitar Madinah. mk keluarlah kepada seorang yg paling baik dan dia berkata: ‘Aku bersaksi bahwa kamu adl Dajjal yg telah diceritakan oleh Rasulullah.’ Lalu Dajjal berkata : ‘Bagaimana jika aku membunuh orang ini kemudian menghidupkan apakah kalian masih tetap ragu tentang urusanku?’ Mereka berkata: ‘Tidak.’ Dia pun membunuh kemudian menghidupkannya. Orang yg baik itu berkata setelah dihidupkan: ‘Demi Allah aku semakin yakin tentang dirimu.’ Rasulullah berkata: ‘Lalu Dajjal ingin membunuh lagi namun dia tdk sanggup melakukannya’.”
6. Melakukan penipuan dgn mengubah wujud seseorang
Demikianlah beberapa bentuk dari sekian fitnah Dajjal yg sangat dahsyat. Tidak ada seorang pun yg akan selamat melainkan orang2 yg berusaha menyelamatkan diri kemudian dijemput oleh rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala dia selamat dari fitnah Dajjal yg amat sangat dahsyat.
Bentuk fitnah yg juga diusung oleh Dajjal dlm rangka mencari pengikut adl fitnah syahwat. Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menguji kita dgn sedikit harta benda dunia dan kita berguguran menjadi budak kesesatan. Bisa dibayangkan jika si Dajjal mengusung surga dan neraka membunuh dan menghidupkan di tangan ada perbendaharaan bumi memerintahkan langit utk menurunkan hujan lalu turun. Dan memerintahkan bumi menumbuhkan tanam-tanaman lalu tumbuh kemudian menawarkan kepada kita. Ke manakah kita akan menginjakkan kaki? Apakah menjadi pengikut Dajjal yg di tangan keni’matan semu atau menjadi kekasih Allah Subhanahu wa Ta’ala? Jawaban ada dlm diri kita masing-masing.

Ucapan Ulama tentang Kejadian Luar Biasa pada Dajjal
Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullahu berkata: “Hadits-hadits ini yg disebutkan oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu dan selain beliau tentang kisah Dajjal adl hujjah bagi ahlul haq tentang kebenarannya. Dia adl manusia biasa yg dijadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai ujian bagi hamba-hamba-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kemampuan kepada berupa hal-hal yg merupakan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala semata seperti menghidupkan mayat yg dibunuh serta bersama ada segala keni’matan dunia surga dan neraka perbendaharaan dunia dia memerintahkan langit utk menurunkan hujan lalu terjadi dan memerintahkan bumi utk menumbuhkan lalu terlaksana. Semua terjadi dgn kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kehendak-Nya. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kepada ketidaksanggupan utk membunuh orang tersebut dan selain orang tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga membatilkan urusan lalu dia dibunuh oleh Nabi ‘Isa ‘alaihissalam dan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengokohkan orang2 yg beriman. Inilah madzhab Ahlus Sunnah dan seluruh ahli hadits serta para fuqaha dan para peneliti. Berbeda dgn orang2 yg mengingkari dan menolak perkara seperti Khawarij Jahmiyyah sebagian Mu’tazilah serta selain mereka yaitu bahwa Dajjal itu benar ada namun kejadian-kejadian luar biasa pada diri Dajjal adl khayalan yg tdk memiliki hakikat. Mereka mengira jika hal itu benar niscaya tdk ada perbedaan dgn mukjizat yg terjadi pada diri nabi. Cara berfikir seperti ini termasuk kesalahan mereka seluruh krn Dajjal tdk mengaku sebagai nabi dan apa yg terjadi pada diri hanya sebatas sebagai bukti bahwa dia Dajjal. Dia justru mengaku sebagai Rabb meski pada kenyataan dia berdusta dlm pengakuan dari sisi penampilan sendiri sesuatu yg baru terjadi kekurangan dlm hal penciptaan ketidaksanggupan utk menghilangkan kebutaan mata dan menghilangkan tulisan kafir yg terdapat di antara dua matanya.
Karena bukti-bukti ini dan selain pada diri Dajjal mk tdk tertipu dengan kecuali orang2 rendahan. Ini semata-mata utk menutupi keinginan dan kemiskinan berharap utk memenuhi kebutuhan hidup atau menyelamatkan diri atau takut dari gangguan krn fitnah yg dahsyat dan membingungkan akal.
Oleh krn itulah para nabi memperingatkan dari fitnah serta menjelaskan tentang kelemahan dan bukti kedustaannya. Adapun orang yg diberikan taufiq oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala mereka tdk akan tertipu dan terpesona dgn apa yg menyertai dari bukti-bukti yg penuh kedustaan bersamaan dgn apa yg telah dijelaskan tentang keadaannya. Pantaslah orang yg telah dibunuh berkata: “Tidak menambahku tentang dirimu kecuali keyakinan.”
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu berkata: “Sesungguh Dajjal dijadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai ujian bagi hamba-hamba-Nya dgn kejadian-kejadian luar biasa yg diciptakan Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui tangan yg bisa disaksikan pada masanya. Dan bagi orang yg memenuhi panggilannya; memerintahkan langit utk menurunkan hujan lalu turun dan memerintahkan bumi utk menumbuhkan tanaman lalu terlaksana yg bisa dimakan oleh binatang-binatang ternak dan dimanfaatkan oleh mereka sendiri kemudian mereka bisa mengambil manfaat dari binatang ternak baik daging ataupun susunya. Dan orang yg tdk memenuhi panggilan serta menolak seruan akan ditimpa oleh paceklik penuh kekurangan binatang-binatang ternak mereka habis mati kekurangan pada harta benda jiwa dan buah-buahan. Bersama juga ada perbendaharaan bagaikan mayang kurma dan dia membunuh seseorang lalu menghidupkannya. Ini semua bukan penipuan melainkan hakikat yg nyata yg diciptakan Allah Subhanahu wa Ta’ala utk menguji hamba-hamba-Nya pada akhir zaman nanti. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyesatkan banyak orang dan memberikan hidayah kepada mereka. orang2 yg ragu niscaya mereka akan kafir. Dan akan bertambahlah iman orang2 yg beriman.”
Ibnu Hajar rahimahullahu berkata: “Pada diri Dajjal terdapat bukti nyata atas kedustaan di hadapan orang2 yg berakal. Karena dia memiliki wujud fisik serta memiliki bukti dari perbuatannya. Bersamaan dgn kekurangan pada diri bahwa dia adl orang yg buta sebelah matanya. Jika dia menyeru manusia utk mempertuhankan itu menunjukkan keadaan yg paling buruk. Bagi orang yg berakal mengetahui bahwa dia tdk mungkin akan bisa menciptakan selain memperbaiki dan memperbagus serta dia tdk sanggup utk menghilangkan kekurangan yg ada pada dirinya. mk ucapan yg paling ringan utk dikatakan adalah: ‘Wahai orang yg menyangka bisa menciptakan langit dan bumi bentuklah dirimu perbaguslah dan hilangkan sifat kekurangan pada dirimu. Dan jika kamu menyangka bahwa tdk akan terjadi sesuatu yg baru pada diri Rabb mk hilangkan apa yg tertulis di antara kedua matamu’.”
Ibnul ‘Arabi rahimahullahu berkata: “Segala tanda-tanda kebesaran yg terjadi pada tangan Dajjal dari turun hujan serta tanah menjadi subur bagi orang yg memercayai dan ketandusan atas orang yg mengingkari dan segala yg bersama berupa perbendaharaan bumi bersama surga dan neraka dan air yg mengalir semua merupakan ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala agar orang2 yg ragu menjadi binasa dan orang2 yg bertakwa menjadi selamat. Semua merupakan perkara yg sangat menakutkan. Oleh krn itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada fitnah yg paling besar dari fitnah Dajjal.”
Demikianlah beberapa ucapan para ulama bahwa kejadian-kejadian luar biasa pada diri Dajjal adl perkara yg hakiki bukan khayalan atau sebuah kamuflase. Dan demikianlah keterangan-keterangan nash yg wajib diimani.

Kiat-Kiat Terhindar dari Fitnah Dajjal
Sebagaimana dlm pembahasan di atas sangat jelas bahwa fitnah Dajjal amat sangat berat dan besar sehingga tidaklah heran jika Dajjal memiliki banyak pengikut. Dan pengikut Dajjal yg terbanyak adl dari kalangan Yahudi orang ajam bangsa Turki orang2 A’rabi dan kaum wanita. Hal ini telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti sabda beliau:
يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُوْدِ أَصْبَهَانَ سَبْعُوْنَ أَلْفًا عَلَيْهِمُ الطَّيَالِسَةُ
“Yang akan mengikuti Dajjal adl Yahudi Ashbahan dan 70.000 dari mereka memakai pakaian yg tebal dan bergaris.”
Dalam riwayat Al-Imam Ahmad rahimahullahu no. 11290 disebutkan: “70.000 dari mereka memakai mahkota.”
Begitu juga dari kaum ‘ajam telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dlm riwayat Al-Bukhari dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
Adapun bangsa Turki disebutkan oleh Ibnu Katsir rahimahullahu: “Yang nampak wallahu ‘alam yg dimaksud dgn orang2 Turki adl para pembela Dajjal.”
Tentang keadaan orang2 Badui sebagai pengikut Dajjal terbanyak disebabkan kejahilan menguasai mereka sebagaimana dlm riwayat Muslim rahimahullahu dari sahabat Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu.
Adapun kebanyakan pengikut mereka dari kaum wanita krn keadaan mereka lbh jelek dari kaum Badui krn cepat mereka terpengaruh dan mereka dikuasai kejahilan sebagaimana dlm riwayat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma yg diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad rahimahullahu dan dishahihkan sanad oleh Ahmad Syakir rahimahullahu.
Kalaulah demikian besar fitnah dan banyak yg mengikuti mk sudah barang tentu kita harus berusaha menyelamatkan diri dari fitnahnya. Dan inilah beberapa kiat utk menyelamatkan diri dari fitnah-fitnah Dajjal.
Pertama: Berpegang teguh dgn Islam dan bersenjatakan iman serta mengetahui nama-nama Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sifat-sifat-Nya yg mulia yg tdk ada seorangpun menyamai-Nya dlm masalah ini. Diketahui bahwa Dajjal adl manusia biasa yg makan dan minum dan Maha Suci Allah dari hal itu. Dajjal buta sebelah sementara Allah Subhanahu wa Ta’ala tdk demikian. Dan tdk ada seorang pun bisa melihat Allah Subhanahu wa Ta’ala sampai mati sementara Dajjal dilihat ketika keluar baik oleh orang2 kafir atau mukmin.
Kedua: Berlindung dari fitnah Dajjal terlebih ketika shalat sebagaimana yg banyak diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ketiga: Membaca sepuluh ayat dari surat Al-Kahfi baik awal ataupun akhir di hadapan Dajjal sebagaimana yg telah disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Keempat: Lari dari Dajjal dan mencari tempat perlindungan seperti kota Makkah dan Madinah. Karena kedua adl tempat yg tdk akan dimasuki oleh Dajjal sebagaimana disebutkan dlm riwayat Al-Imam Ahmad Abu Dawud dan Al-Hakim dari sahabat ‘Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu di dlm kitab Shahih Al-Jami’us Shagir .
Wallahu alam.

1 Tentu jawab bukanlah dia yg dimaksud dlm hadits-hadits Dajjal. Karena banyak sifat dan keadaan Dajjal yg tdk ada padanya. Dan tanda-tanda kiamat yg besar itu datang silih berganti dgn cepat sebagaimana disebutkan dlm sebagian hadits. Dan ini belum terjadi pada zaman ini.

Mari Belajar tentang Ajaran Islam

Nikmat Allah Syukurilah dan Ujian-Nya Sabarilah:

Demikian banyak ni’mat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak ada satupun manusia yg bisa menghitung meski menggunakan alat secanggih apapun. Pernahkah kita berpikir utk apa Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan demikian banyak ni’mat kepada para hamba-Nya? Untuk sekedar menghabiskan ni’mat-ni’mat tersebut atau ada tujuan lain?

Luas Pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala
Sungguh betapa besar dan banyak ni’mat yg telah dikaruniakan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kita. Setiap hari silih berganti kita merasakan satu ni’mat kemudian beralih kepada ni’mat yg lain. Di mana kita terkadang tdk membayangkan sebelum akan terjadi dan mendapatkannya. Sangat besar dan banyak krn tdk bisa utk dibatasi atau dihitung dgn alat secanggih apapun di masa kini.
Semua ini tentu mengundang kita utk menyimpulkan betapa besar karunia dan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya. dlm realita kehidupan kita menemukan keadaan yg memprihatinkan. Yaitu mayoritas manusia dlm keingkaran dan kekufuran kepada Pemberi Nikmat. Puncak adl menyamakan pemberi ni’mat dgn makhluk yg keadaan makhluk itu sendiri sangat butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tentu hal ini termasuk dari kedzaliman di atas kedzaliman sebagaimana dijelaskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dlm firman-Nya:
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ
“Sesungguh kesyirikan itu adl kedzaliman yg paling besar.”
Kendati demikian Allah Subhanahu wa Ta’ala tetap memberikan kepada mereka sebagian karunia-Nya disebabkan “kasih sayang-Nya mendahului murka-Nya” dan membukakan bagi mereka pintu utk bertaubat. Oleh sebab itu tdk ada alasan bagi hamba ini untuk:
- Ingkar dan kufur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala serta menyamakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn makhluk-Nya yg sangat butuh kepada-Nya.
- Menyombongkan diri serta angkuh dgn tdk mau melaksanakan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan larangan-larangan-Nya atau tdk mau menerima kebenaran dan mengentengkan orang lain.
- Tidak mensyukuri pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ
“Dan ni’mat apapun yg kalian dapatkan adl datang dari Allah.”
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللهِ لاَ تُحْصُوْهَا
“Dan jika kalian menghitung ni’mat Allah niscaya kalian tdk akan sanggup.”

Pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala utk Satu Tujuan yg Mulia
Dari sekian ni’mat yg telah dikaruniakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kita mari kita mencoba menghitungnya. Sudah berapakah dlm kalkulasi kita ni’mat yg telah kita syukuri dan dari sekian ni’mat yg telah kita pergunakan utk bermaksiat kepada-Nya. Jika kita menemukan kalkulasi yg baik mk pujilah Allah Subhanahu wa Ta’ala krn Dia telah memberimu kesempatan yg baik. Jika kita menemukan sebalik mk janganlah engkau mencela melainkan dirimu sendiri.1
Setiap orang bisa mengatakan bahwa semua yg ada di dunia ini merupakan pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tahukah anda apa rahasia di balik pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut?
Ketahuilah bahwa keni’matan yg berlimpah ruah bukanlah tujuan diciptakan manusia dan bukan pula sebagai wujud cinta Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia utk sebuah kemuliaan bagi dan menjadikan segala ni’mat itu sebagai perantara utk menyampaikan kepada kemuliaan tersebut. Tujuan itu adl utk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala saja sebagaimana hal ini disebutkan dlm firman-Nya:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah kepada-Ku.”
Bagi orang yg berakal akan berusaha mencari rahasia di balik pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala yg berlimpah ruah tersebut. Setelah dia menemukan jawaban yaitu utk beribadah kepada-Nya saja mk dia akan mengetahui pula bahwa dunia bukan sebagai tujuan.
Sebagai bukti yaitu ada kematian setelah hidup ini dan ada kehidupan setelah kematian diiringi dgn persidangan dan pengadilan serta pembalasan dari Allah l. Itulah kehidupan yg hakiki di akhirat nanti. Kesimpulan seperti ini akan mengantarkan kepada:
1. Dunia bukan tujuan hidup.
2. Keni’matan yg ada pada bukan tujuan diciptakan manusia akan tetapi sebagai perantara utk suatu tujuan yg mulia.
3. Semangat beramal utk tujuan hidup yg hakiki dan kekal.
Ibnu Qudamah rahimahullahu menjelaskan: “Ketahuilah bahwa ni’mat itu ada dua bentuk ni’mat yg menjadi tujuan dan ni’mat yg menjadi perantara menuju tujuan. Nikmat yg merupakan tujuan adl kebahagiaan akhirat dan nilai akan kembali kepada empat perkara.
Pertama: Kekekalan dan tdk ada kebinasaan setelah
Kedua: Kebahagian yg tdk ada duka setelahnya
Ketiga: Ilmu yg tdk ada kejahilan setelahnya
Keempat: Kaya yg tdk ada kefakiran setelahnya.
Semua ini merupakan kebahagiaan yg hakiki. Adapun bagian yg kedua adl sebagai perantara menuju kebahagiaan yg disebutkan dan ini ada empat perkara:
Pertama: Keutamaan diri sendiri seperti keimanan dan akhlak yg baik.
Kedua: Keutamaan pada badan seperti kekuatan dan kesehatan dan sebagainya.
Ketiga: Keutamaan yg terkait dgn badan seperti harta kedudukan dan keluarga.
Keempat: Sebab-sebab yg menghimpun ni’mat-ni’mat tersebut dgn segala keutamaan seperti hidayah bimbingan kebaikan pertolongan dan semua ni’mat ini adl besar.”

Untaian Indah dari Ibnu Qudamah
“Ketahuilah bahwa segala yg dicari oleh tiap orang adl ni’mat. Akan tetapi keni’matan yg hakiki adl kebahagiaan di akhirat kelak dan segala ni’mat selain akan lenyap. Semua perkara yg disandarkan kepada kita ada empat macam:
Pertama: Sesuatu yg bermanfaat di dunia dan di akhirat seperti ilmu dan akhlak yg baik. Inilah keni’matan yg hakiki.
Kedua: Sesuatu yg memudaratkan di dunia dan di akhirat. Ini merupakan bala’ yg hakiki.
Ketiga: Bermanfaat di dunia akan tetapi memudaratkan di akhirat seperti berlezat-lezat dan mengikuti hawa nafsu. Ini sesungguh bala bagi orang yg berakal sekalipun orang jahil menganggap ni’mat. Seperti seseorang yg sedang lapar lalu menemukan madu yg bercampur racun. Bila tdk mengetahui dia menganggap sebuah ni’mat dan jika mengetahui dia menganggap sebagai malapetaka.
Keempat: Memudaratkan di dunia namun akan bermanfaat di akhirat sebagai ni’mat bagi orang yg berakal. Contoh obat bila dirasakan sangat pahit dan pada akhir akan menyembuhkan .
Seorang anak bila dipaksa utk meminum dia menyangka sebagai malapetaka dan orang yg berakal akan menganggap sebagai ni’mat. Demikian juga bila seorang anak butuh utk dibekam sang bapak berusaha menyuruh dan memerintahkan anak utk melakukannya. Namun sang anak tdk bisa melihat akibat di belakang yg akan muncul berupa kesembuhan.
sang ibu akan berusaha mencegah krn cinta yg tinggi kepada anak tersebut krn sang ibu tdk tahu tentang maslahat yg akan muncul dari pengobatan tersebut.
Sang anak menuruti apa kata ibunya. Hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan sehingga ia lbh menuruti ibu daripada bapaknya. Bersamaan dgn itu sang anak menganggap bapak sebagai musuh. Jika sang anak berakal niscaya dia akan menyimpulkan bahwa sang ibu merupakan musuh sesungguh dlm wujud teman dekat. Karena larangan sang ibu utk berbekam akan menggiring kepada penyakit yg lbh besar dibandingkan sakit krn berbekam.
Karena itu teman yg jahil lbh berbahaya dari seorang musuh yg berakal. Dan tiap orang menjadi teman diri sendiri akan tetapi nafsu merupakan teman yg jahil. Nafsu akan berbuat pada diri apa yg tdk diperbuat oleh musuh.”

Syukur dlm Tinjauan Bahasa dan Agama
Syukur secara bahasa adl nampak bekas makan pada badan binatang dgn jelas. Binatang yg syakur artinya: Apabila nampak pada kegemukan krn makan melebihi takarannya.
Adapun dlm tinjauan agama syukur adalah: Nampak pengaruh ni’mat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas seorang hamba melalui lisan dgn cara memuji dan mengakuinya; melalui hati dgn cara meyakini dan cinta; serta melalui anggota badan dgn penuh ketundukan dan ketaatan.
Ada juga yg mendefinisikan syukur dgn makna lain seperti:
1. Mengakui ni’mat yg diberikan dgn penuh ketundukan.
2. Memuji yg memberi ni’mat atas ni’mat yg diberikannya.
3. Cinta hati kepada yg memberi ni’mat dan anggota badan dgn ketaatan serta lisan dgn cara memuji dan menyanjungnya.
4. Menyaksikan keni’matan dan menjaga keharaman.
5. Mengetahui kelemahan diri dari bersyukur.
6. Menyandarkan ni’mat tersebut kepada pemberi dgn ketenangan.
7. Engkau melihat dirimu orang yg tdk pantas utk mendapatkan ni’mat.
8. Mengikat ni’mat yg ada dan mencari ni’mat yg tdk ada.
Masih banyak lagi definisi para ulama tentang syukur akan tetapi semua kembali kepada penjelasan Ibnul Qayyim sebagaimana disebutkan di atas.
Yang jelas syukur adl sebuah istilah yg digunakan pada pengakuan/ pengetahuan akan sebuah ni’mat. Karena mengetahui ni’mat merupakan jalan utk mengetahui Dzat yg memberi ni’mat. Oleh krn itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menamakan Islam dan iman di dlm Al-Qur`an dgn syukur. Dari sini diketahui bahwa mengetahui sebuah ni’mat merupakan rukun dari rukun-rukun syukur.
Apabila seorang hamba mengetahui sebuah ni’mat mk dia akan mengetahui yg memberi ni’mat. Ketika seseorang mengetahui yg memberi ni’mat tentu dia akan mencintai-Nya dan terdorong utk bersungguh-sungguh mensyukuri ni’mat-Nya.
Syukur Tidak Sempurna Melainkan dgn Mengetahui Apa yg Dicintai Allah l
Ibnu Qudamah rahimahullahu menjelaskan: “Ketahuilah bahwa syukur dan tdk kufur tdk akan sempurna melainkan dgn mengetahui segala apa yg dicintai oleh Allah l. Sebab makna syukur adl mempergunakan segala karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada apa yg dicintai-Nya dan kufur ni’mat adl sebaliknya. Bisa juga dgn tdk memanfaatkan ni’mat tersebut atau mempergunakan pada apa yg dimurkai-Nya.”

Makna Syukur
Syukur memiliki tiga makna.
Pertama: Mengetahui adl sebuah ni’mat. Arti dia menghadirkan dlm benak mempersaksikan dan memilahnya. Hal ini akan bisa terwujud dlm benak sebagaimana terwujud dlm kenyataan. Sebab banyak orang yg jika engkau berbuat baik kepada namun dia tdk mengetahui . Gambaran ini bukan termasuk dari syukur.
Kedua: Menerima ni’mat tersebut dgn menampakkan butuh kepadanya. Dan bahwa sampai ni’mat tersebut kepada bukan sebagai satu keharusan hak bagi dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tanpa membeli dgn harga. Bahkan dia melihat diri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala seperti seorang tamu yg tdk diundang.
Ketiga: Memuji yg memberi ni’mat. dlm hal ini ada dua bentuk yaitu umum dan khusus. Pujian yg bersifat umum adl menyifati pemberi ni’mat dgn sifat dermawan kebaikan luas pemberian dan sebagainya. Pujian yg bersifat khusus adl menceritakan ni’mat tersebut dan memberitahukan bahwa ni’mat tersebut sampai kepada dia krn sebab Sang Pemberi tersebut. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
“Dan adapun tentang ni’mat Rabbmu mk ceritakanlah.” (Madarijus Salikin 2/247-248)

Menceritakan Sebuah Nikmat Termasuk Syukur
Menceritakan sebuah ni’mat yg dia dapatkan kepada orang lain termasuk dlm kategori syukur. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
مَنْ صَنَعَ إِلَيْهِ مَعْرُوْفًا فَلْيَجْزِ بِهِ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ مَا يَجْزِي بِهِ فَلْيُثْنِ فَإِنَّهُ إِذَا أَثْنَى عَلَيْهِ فَقَدْ شَكَرَهُ وَإِنْ كَتَمَهُ فَقَدْ كَفَرَهُ وَمَنْ تَحَلَّى بِمَا لَمْ يُعْطَ كَانَ كَلاَبِسِ ثَوْبَيْ زُوْرٍ
“Barangsiapa yg diberikan kebaikan kepada hendaklah dia membalas dan jika dia tdk mendapatkan sesuatu utk membalas hendaklah dia memujinya. Karena jika dia memuji sungguh dia telah berterima kasih dan jika dia menyembunyikan sungguh dia telah kufur. Dan barangsiapa yg berhias dgn sesuatu yg dia tdk diberi sama hal dgn orang yg memakai dua ­baju kedustaan.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
“Dan adapun tentang ni’mat Rabbmu mk ceritakanlah.”
Menceritakan ni’mat yg diperintahkan di dlm ayat ini ada dua pendapat di kalangan para ulama.
Pertama: Menceritakan ni’mat tersebut dan memberitahukan kepada orang lain seperti dgn ucapan: “Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberiku ni’mat demikian dan demikian.”
Kedua: Menceritakan ni’mat yg dimaksud di dlm ayat ini adl berdakwah di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala menyampaikan risalah-Nya dan mengajarkan umat.
Dari kedua pendapat tersebut Ibnul Qayyim rahimahullahu dlm Madarijus Salikin mentarjih dgn perkataan beliau: “Yang benar ayat ini mencakup kedua makna tersebut. Karena masing-masing adl ni’mat yg kita diperintahkan utk mensyukuri menceritakan dan menampakkan sebagai wujud kesyukuran.”
Beliau berkata: “Dalam sebuah atsar yg lain dan marfu’ disebutkan:
مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيْلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيْرَ وَمَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ اللهَ، وَالتَّحَدُّثُ بِنِعْمَةِ اللهِ شُكْرٌ وَتَرْكُهُ كُفْرٌ وَالْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ
“Barangsiapa tdk mensyukuri yg sedikit mk dia tdk akan mensyukuri atas yg banyak dan barangsiapa yg tdk berterima kasih kepada manusia mk dia tdk bersyukur kepada Allah. Menceritakan sebuah ni’mat kepada orang lain termasuk dari syukur dan meninggalkan adl kufur bersatu adl rahmat dan bercerai berai adl azab.” (Madarijus Salikin 2/248)

Dengan Apa Seorang Hamba Bersyukur?
Ibnu Qudamah rahimahullahu menjelaskan: “Syukur bisa dilakukan dgn hati lisan dan anggota badan. Adapun dgn hati adl berniat utk melakukan kebaikan dan menyembunyikan pada khayalak ramai. Adapun dgn lisan adl menampakkan kesyukuran itu dgn memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala. Arti menampakkan keridhaan kepada Allah k. Dan hal ini sangat dituntut sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
التَّحَدُّثُ بِالنِّعَمِ شُكْرٌ وَتَرْكُهُ كُفْرٌ
‘Menceritakan ni’mat itu adl wujud kesyukuran dan meninggalkan adl wujud kekufuran.’
Adapun dgn anggota badan adl mempergunakan ni’mat-ni’mat Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut dlm ketaatan kepada-Nya dan menjaga diri dari bermaksiat dengannya. Termasuk kesyukuran terhadap ni’mat kedua mata adl dgn cara menutup tiap aib yg dilihat pada seorang muslim. Dan termasuk kesyukuran atas ni’mat kedua telinga adl menutup tiap aib yg didengar. Penampilan seperti ini termasuk wujud kesyukuran terhadap anggota badan.”
Ibnul Qayyim rahimahullahu menjelaskan: “Syukur itu bisa dilakukan oleh hati dgn tunduk dan kepasrahan oleh lisan dgn mengakui ni’mat tersebut dan oleh anggota badan dgn ketaatan dan penerimaan.”

Derajat Syukur
Syukur memiliki tiga tingkatan:
Pertama: Bersyukur krn mendapatkan apa yg disukai.
Tingkat syukur ini bisa juga dilakukan orang Islam dan non Islam seperti Yahudi dan Nasrani bahkan Majusi. Namun Ibnul Qayyim rahimahullahu menjelaskan: “Jika engkau mengetahui hakikat syukur dan di antara hakikat syukur adl menjadikan ni’mat tersebut membantu dlm ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mencari ridha-Nya niscaya engkau akan mengetahui bahwa kaum musliminlah yg pantas menyandang derajat syukur ini.
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha telah menulis surat kepada Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu: ‘Sesungguh tingkatan kewajiban yg paling kecil atas orang yg diberi ni’mat adl tdk menjadikan ni’mat tersebut sebagai jembatan utk bermaksiat kepada-Nya’.”
Kedua: Mensyukuri sesuatu yg tdk disukai. Orang yg melakukan jenis syukur ini adl orang yg sikap sama dlm semua keadaan sebagai bukti keridhaannya.
Ibnul Qayyim rahimahullahu menjelaskan: “Bersyukur atas sesuatu yg tdk disukai lbh berat dan lbh sulit dibandingkan mensyukuri yg disenangi. Oleh sebab itulah syukur yg kedua ini di atas jenis syukur yg pertama. Syukur jenis kedua ini tdk dilakukan kecuali oleh salah satu dari dua jenis orang:
 Seseorang yg semua keadaan sama. Arti sikap sama terhadap yg disukai dan tdk disukai dan dia bersyukur atas semua sebagai bukti keridhaan diri terhadap apa yg terjadi. Ini merupakan kedudukan ridha.
 Seseorang yg bisa membedakan keadaannya. Dia tdk menyukai sesuatu yg tdk menyenangkan dan tdk ridha bila menimpanya. Namun bila sesuatu yg tdk menyenangkan menimpa dia tetap mensyukurinya. Kesyukuran sebagai pemadam kemarahan sebagai penutup dari berkeluh kesah dan demi menjaga adab serta menempuh jalan ilmu. Karena sesungguh adab dan ilmu akan membimbing seseorang utk bersyukur di waktu senang maupun susah.
Tentu yg pertama lbh tinggi dari yg kedua.
Ketiga: Seseorang seolah-olah tdk menyaksikan kecuali Yang memberi keni’matan. Arti bila dia melihat yg memberi keni’matan dlm rangka ibadah dia akan menganggap besar ni’mat tersebut. Dan bila dia menyaksikan yg memberi keni’matan krn rasa cinta niscaya semua yg berat akan terasa manis baginya.

Manusia dan Syukur
Kita telah mengetahui bahwa syukur merupakan salah satu sifat yg terpuji dan sifat yg dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Akan tetapi tdk semua orang bisa mendapatkannya. Arti ada yg diberi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ada pula yg tidak.
Manusia dan syukur terbagi menjadi tiga golongan:
Pertama: Orang yg mensyukuri ni’mat yg diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kedua: Orang yg menentang ni’mat yg diberikan alias kufur ni’mat.
Ketiga: Orang yg berpura-pura syukur padahal dia bukan orang yg bersyukur. Orang yg seperti ini dimisalkan dgn orang yg berhias dgn sesuatu yg tdk dia tdk miliki.

Dalil-dalil tentang Syukur
وَاشْكُرُوا لِلهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ
“Bersyukurlah kalian kepada Allah jika hanya kepada-Nya kalian menyembah.”
فَاذْكُرُوْنِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلاَ تَكْفُرُوْنِ
“Maka ingatlah kalian kepada-Ku niscaya Aku akan mengingat kalian dan bersyukurlah kalian kepada-Ku dan jangan kalian kufur.”
وَاعْبُدُوْهُ وَاشْكُرُوا لَهُ إِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
“Dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya dan kepada-Nya kalian dikembalikan.”
وَسَيَجْزِي اللهُ الشَّاكِرِيْنَ
“Dan Allah akan membalas orang2 yg bersyukur.”

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيْدٌ
“Dan ingatlah ketika Rabb kalian memaklumkan: Jika kalian bersyukur niscaya Kami akan menambah dan jika kalian mengkufuri sungguh azab-Ku sangat pedih.”
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata:
أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُوْمُ مِنَ اللَّيْلِ حَتَّى تَتَفَطَّرَ قَدَمَاهُ، فَقَالَتْ عَائِشَةُ: لِمَ تَصْنَعُ هَذَا يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَقَدْ غَفَرَ اللهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ؟ قَالَ: أَفَلاَ أُحِبُّ أَنْ أَكُوْنَ عَبْدًا شَكُوْرًا؟
“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun di malam hari sampai pecah-pecah kedua kaki beliau lalu ‘Aisyah berkata: ‘Ya Rasulullah kenapa engkau melakukan yg demikian padahal Allah telah mengampuni dosamu yg telah lewat dan akan datang?’ Beliau menjawab: ‘Apakah aku tdk suka menjadi hamba yg bersyukur?’”
Masih banyak dalil lain yg menjelaskan tentang keutamaan syukur dan anjuran dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Semoga apa yg dibawakan di sini mewakili yg tdk disebutkan.

Ancaman bagi orang2 yg Tidak Bersyukur
Yang tdk bersyukur lbh banyak dari yg bersyukur. Hal ini tdk bisa dipungkiri oleh orang yg berakal bersih. Sebagaimana orang yg ingkar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala lbh banyak dari yg beriman. Demikianlah keterangan Allah Subhanahu wa Ta’ala di dlm firman-Nya:
وَقَلِيْلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ
“Dan sedikit dari hamba-hambaKu yg bersyukur.”
Sebuah peringatan tentu akan bermanfaat bagi orang yg beriman. Di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memperingatkan dari kufur ni’mat setelah memerintahkan utk bersyukur dan menjelaskan keutamaan yg akan di dapati sebagaimana penjelasan Al-Imam As-Sa’di rahimahullahu dlm tafsir beliau: “Jika seseorang bersyukur niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengabadikan ni’mat yg dia berada pada dan menambah dgn ni’mat yg lain.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيْدٌ
“Dan Rabb kalian telah mengumumkan jika kalian bersyukur niscaya Kami akan menambah dan jika kalian mengkufuri sungguh azab-Ku sangat pedih.”
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu menjelaskan: “Jika kalian mengkufuri ni’mat menutup-nutupi dan menentang mk yaitu dgn dicabut ni’mat tersebut dan siksa Allah Subhanahu wa Ta’ala menimpa dgn sebab kekufurannya. Dan disebutkan dlm sebuah hadits: ‘Sesungguh seseorang diharamkan utk mendapatkan rizki krn dosa yg diperbuatnya’.”

Syukur dan Sabar
Kita akan bertanya: “Jika engkau ditimpa sebuah musibah lalu engkau mensyukuri mk tentu pada sikap kesyukuranmu terdapat sifat sabar dan sifat ridha terhadap musibah yg menimpa dirimu. Dan kita mengetahui bahwa ridha merupakan bagian dari kesabaran. Sementara syukur merupakan buah dari sifat ridha.”
Ibnul Qayyim rahimahullahu menjelaskan: “Syukur termasuk kedudukan yg paling tinggi dan lbh tinggi -bahkan jauh libih tinggi- daripada kedudukan ridha. Di mana sifat ridha masuk dlm syukur krn mustahil syukur ada tanpa ridha.”

Kenapa Kebanyakan Orang Tidak Bersyukur?
Ibnu Qudamah rahimahullahu menjelaskan: “Makhluk ini tdk mau mensyukuri ni’mat krn pada ada dua yaitu kejahilan dan kelalaian. Kedua sifat ini menghalangi mereka utk mengetahui ni’mat. Karena tdk tergambar bahwa seseorang akan bisa bersyukur tanpa mengetahui ni’mat . Jika pun mereka mengetahui ni’mat mereka menyangka bahwa bersyukur itu hanya sebatas mengucapkan alhamdulillah atau syukrullah dgn lisan. Mereka tdk mengetahui bahwa makna syukur adl mempergunakan ni’mat pada jalan ketaatan kepada Allah l.”
Kesimpulan ucapan Ibnu Qudamah rahimahullahu adl bahwa manusia banyak tdk bersyukur krn ada dua perkara yg melandasi yaitu kejahilan dan kelalaian.

Mengobati Kelalaian dari Bersyukur
Ibnu Qudamah rahimahullahu menjelaskan: “Hati yg hidup akan menggali segala macam ni’mat diberikan. Adapun hati yg jahil tdk akan menganggap sebuah ni’mat sebagai ni’mat kecuali setelah bala’ menimpanya. Cara hendaklah dia terus memandang kepada yg lbh rendah dari dan berusaha berbuat apa yg telah dilakukan oleh orang2 terdahulu. Mendatangi tempat orang yg sedang sakit dan melihat berbagai macam ujian yg sedang menimpa mereka kemudian berpikir tentang ni’mat sehat dan keselamatan. Menyaksikan jenazah orang yg terbunuh dipotong tangan mereka kaki-kaki mereka dan diazab lalu dia bersyukur atas keselamatan diri dari berbagai azab.”
Wallahu a’lam.

1 Demikianlah makna yg telah disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dlm hadits yg diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dari shahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu.

Sabar adalah kunci sukses :

Sabar adl akhlak yg sangat mulia. Ia menjadi hiasan para Nabi utk menghadapi berbagai tantangan dakwah yg menghadang. Berhias diri dgn sabar hanyalah akan membuahkan kebaikan.

“Bersabarlah!”
Demikian perintah Allah terhadap Rasul-Nya Muhammad  di dlm Al Qur’an. Hal ini menunjukkan betapa besar kedudukan sabar kaitan dgn keimanan kepada Allah dan kaitan dgn perwujudan iman tersebut dlm kehidupan dan terlebih sebagai pemikul amanat dakwah. Tentu jika anda menyambut seruan tersebut niscaya anda akan berhasil sebagaimana berhasil Rasulullah keberhasilan di dunia dan di akhirat. Allah berfirman

“Maka bersabarlah kamu sebagaimana bersabar orang2 yg memiliki keteguhan dari para rasul.”

Sabar Ulul ‘Azmi
Siapakah yg dimaksud oleh Allah dgn ulul ‘azmi yg kita diperintahkan utk mencontohnya?

1. Nabi Nuh ‘Alahi salam sebagai rasul yg pertama kali diutus ke muka bumi ini adl salah satu dari ulul ‘azmi. Beliau diutus kepada kaum yg pertama kali menumbuhkan akar kesyirikan di muka bumi. Tahukah anda bagaimana besar tantangan yg dihadapi? Coba anda renungkan ketika seseorang ingin mencabut sebuah pohon yg sangat besar yg akar telah menjalar ke segala penjuru sungguh betapa berat pengorbanannya. Allah sendiri telah memberitahukan kepada kita dgn firman-Nya:
“Dan demikianlah kami menjadikan bagi tiap para nabi seorang musuh dari syetan baik dari kalangan jin dan manusia.”

Yang dipilih pertama kali dari sederetan kaum yg menghadang dakwah beliau adl keluarga yg paling dekat anak dan isterinya. Dengan perjuangan yg panjang dan berat beliau dgn kesabaran bisa meraih kemenangan di dunia dan di akhirat. Allah mengatakan tentang beliau:
“Sesungguh dia adl hamba-Ku yg bersyukur.”

2. Nabi Ibrahim  sebagai bapak orang2 yg bertauhid juga sebagai salah satu ulul ‘azmi. Mendobrak keangkaramurkaan yg dilakukan oleh bapak sendiri dan kaum yg dipimpin oleh seorang raja yg dzalim. Bagaimanakah perasaan anda jika anda diusir dari belaian kasih sayang dan perlindungan bapak anda? Bapak yg dipilih oleh Allah utk menghadang dakwah beliau yg berada di bawah cengkeraman raja yg mengaku diri sebagai tuhan. Dia harus menelan pil pahit angkara murka kaum yg dgn tega melempar Nabi Ibrahim ke dlm kobaran api yg sangat dahsyat. Namun apakah yg mereka bisa perbuat terhadap jasad beliau? Sia-sialah perbuatan mereka.

Di sisi lain beliau harus juga menerima ujian yg lbh pahit yaitu amanat dari Allah utk menyembelih putra yg disayangi dan diharapkan sebagai calon penerusnya. Bisakah anda membayangkan hal yg demikian itu? Kesabaranlah yg menyelamatkan dari semua ujian dan cobaan yg menimpa beliau.

3. Nabi Musa dan ‘Isa adl dua rasul yg diutus kepada Bani Israil dan sekaligus sebagai ulul ‘azmi. Tantangan yg dihadapi beliau berdua tentu tdk jauh berbeda dgn para pendahulu dari kalangan para rasul Allah. Siapa yg tdk mengenal Fir’aun si raja kufur yg menobatkan diri sebagai Rabb semesta alam raja tdk berperikemanusiaan yg membunuh anak-anak yg menurut akan bisa menggoyahkan tahta kekuasaannya. Kesabaranlah yg menjadi kunci sehingga beliau berdua dibebaskan dari segala bentuk tantangan dan ujian yg sangat dahsyat.

4. Nabi Muhammad sebagai nabi penutup dan imam para rasul juga termasuk salah satu dari ulul ‘azmi. Yang diutus kepada semua umat yg berada di atas dekadensi moral kejahiliyahan dan keberingasan. Tentu tantangan yg beliau hadapi tdk kalah hebat dgn para rasul pendahulu beliau. Para rasul pendahulu beliau hanya diutus kepada kaum tertentu sedangkan beliau diutus kepada seluruh umat. Ini menggambarkan betapa besar tantangan yg beliau harus hadapi. Allah memilih keluarga beliau yg paling dekat menjadi penjegal perjalanan dakwah beliau. Mereka tdk berbeda dgn kaum sebelum dlm memusuhi para rasul Allah. Kesabaranlah yg menjadi kunci semua perjuangan beliau.

Anda pasti menginginkan keberhasilan dlm tiap usaha yg anda lakukan. mk dari itu jadikanlah seluruh para Nabi dan Rasul Allah sebagai suri tauladan anda dlm kesabaran sehingga anda akan mendapatkan keberhasilan seperti apa yg mereka telah dapatkan.

Abdurrahman As Sa’di mengatakan di dlm tafsir beliau: “Dan adapun orang yg telah diberikan taufiq oleh Allah utk bersabar ketika ditimpa ujian lalu dia menahan diri utk tdk benci terhadap ketentuan tersebut baik dgn ucapan dan perbuatan dan berharap pahala dari Allah dan dia mengetahui bahwa apa yg dia dapatkan dari pahala krn kesabaran tersebut atas musibah yg menimpa bahkan bagi ujian itu menjadi ni’mat krn telah menjadi jalan terwujud sesuatu yg lbh baik mk sungguh dia telah melaksanakan perintah Allah dan berhasil meraih ganjaran yg besar dari sisi-Nya.”

Macam-macam Sabar
dan Keutamaannya

Ibnul Qayyim dlm kitab beliau Madarijus Salikin berkata: “Sabar ada tiga macam yaitu sabar dlm ketaatan kepada Allah sabar dlm menahan diri dari bermaksiat kepada Allah dan sabar dlm menghadapi ujian.”

Al Imam Al Qurthubi dlm tafsir beliau menukilkan ucapan Sahl bin Abdillah At Tasturi: “Sabar ada dua macam yaitu sabar dari bermaksiat kepada Allah mk ini adl seorang mujahid; dan sabar dlm ketaatan kepada Allah ini yg dinamakan ahli ibadah.”

Ibnul Qayyim di dlm kitab beliau Madarijus Salikin mengatakan: “Sabar dlm keimanan bagaikan kepala pada jasad; dan tdk ada keimanan tanpa sabar sebagaimana jasad tdk akan berfungsi tanpa kepala.”
Umar bin Al Khaththab berkata: “Kami menjumpai kebaikan hidup ada bersama kesabaran.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Kepemimpinan dlm agama akan didapati dgn yakin dan sabar.” Allah berfirman
“Dan Kami menjadikan dari mereka sebagai pemimpin yg berjalan di atas perintah Kami ketika mereka bersabar dan mereka yakin kepada ayat-ayat Kami.”

Rasulullah bersabda: “Tidak ada satupun pemberian kepada seseorang yg lbh baik daripada sabar.” .
“Sabar adl cahaya.” .

Allah berfirman
“Dan Kami benar-benar akan membalas mereka yg bersabar dgn balasan yg lbh baik daripada apa yg mereka telah lakukan.”

Wallahu a’lam.








Sifat Wajib Tuhan Allah Yang Maha Esa - Bukti Bahwa Tuhan Itu Ada Dan Aku Percaya PadaNya 100%

Apakah anda tidak percaya pada Tuhan yang menciptakan anda? Tuhan yang maha esa adalah ADA dan memiliki sifat sebagai berikut yang wajib untuk kita semua ketahui sebagai berikut di bawah ini :

1. Berwujud / Ada (Wujud)

Allah yang merupakan Tuhan kita keberadaannya sudah pasti ada namun kita tidak bisa melihatnya. Oleh karena itu keberadaan Tuhan itu hanya bisa kita yakini dengan logika yang cukup sederhana. Jika orang yang tidak beragama menganggap bumi dan alam semesta terbentuk dari ketidaksengajaan peristiwa di masa lampau dari zat-zat di luar angkasa, maka mereka pasti akan percaya jika setumpukan sampah secara tidak sengaja membentuk sebuah mobil BMW. Oleh sebab itu alam semesta ada yang membuatnya karena harus dibuat untuk bisa membuat keadaan seperti sekarang ini.

Manusia, binatang dan tumbuhan dibuat oleh Tuhan sejak awal mulanya, bukan karena evolusi. Teori evolusi sudah terbantahkan yang tidak dapat dibuktikan oleh dunia namun ditutup-tutupi oleh media dan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

2. Tuhan Ada Tanpa Dimensi Waktu (Qidam)

Sejak awal Tuhan kita sudah ada tanpa ada dimensi waktu seperti di dunia kita. Di akhirat setelah kita meninggal dunia kita akan memasuki dunia baru tanpa ada dimensi waktu. Kita bisa berada di neraka jika kita tidak menyembahNya dan akan masuk ke dalam surga yang nikmat jika kita menyembahNya. Penguasa dunia adalah Tuhan yang maha esa dan kita harus menghormatiNya untuk mendapatkan kasih sayangNya.

3. Kekal Selama-Lamanya (Baqa)

Tuhan berbeda dengan manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan yang mengenal adanya hidup dan mati. Tidak dapat dipungkiri bahwa suatu saat kita akan menjadi mayat. Dan mungkin kita akan melahirkan manusia baru hasil dari bibit sperma atau sel telur kita. Tuhan tidak mengenal dilahirkan dan tidak mengenal kematian. Ia hidup terus-menerus dengan segala urusanNya. Tuhan tidak pernah menyaru atau lahir dan mati sebagai manusia maupun benda hidup dan mati lainnya.

4. Berbeda Dengan MakhlukNya (Mukhalafatu Lilhawadis)

Semua yang ada di dunia kita tidak sama dengan Tuhan Allah. Tuhan bukanlah berbentuk seperti manusia dan memiliki sifat yang manusiawi. Ia memiliki kemampuan tanpa batas yang mampu menghasilkan ciptaan yang tidak akan mampu ditandingi oleh manusia sampai kapan pun. Segala yang menganggap Tuhan adalah benda atau manusia yang dituhankan jelas tidak mendasar. Tuhan tidak pernah lelah sedikitpun, dan Ia tidak pernah beristirahat sekejap pun.

5. Berdiri Sendiri / Tunggal (Qiyamuhu Binafsihi)

Tuhan tidak terbatas kemampuanNya dan tidak pernah terbayangan oleh manusia atas kehebatanNya. Oleh sebab itu manusia tidak akan pernah bisa menjadi Tuhan. Tuhan bisa melakukan segala apa yang dikehendakiNya dalam sekejap tanpa dibantu campur tangan pihak lain ataupun Tuhan lain. Tuhan tidak terdiri dari banyak Tuhan maupun satu kesatuan Tuhan karena Ia adalah satu dan aka selalu satu tidak pernah punya anak, isteri dan keluarga. Tuhan hanya memiliki banyak Malaikat yang menyembahNya, Manusia dan Syetan yang laknat kepada Tuhan di seluruh jagat raya ini.

6. Esa (Wahdaniyah)

Dengan segala kesempurnaanNya Tuhan adalah mutlak satu bnukan hasil penjumlahan, perkalian dan perhitungan lainnya. Sifat Esa tidak dapat disamakan dengan sifat makhluk ciptaannya. Allah sebagai Tuhan sendirian mencipta, menguasai, mengatur, memelihara, dan lain sebagainya.

7. Kekuasaan Tak Terhingga (Qudrat)

Tuhan memiliki kemampuan tak terbatas yang kita sudah tahu kehebatannya dengan menciptakan seluruh jagat raya di mana kemampuan kita sama sekali tidak ada bandingannya dengan kemampuanNya. Ia bisa menghancurkan segala yang ada dengan cepat tanpa kita sadari jika Ia mau. Orang yang berada di atas dan memiliki kekuasaan harus sadar bahwa Allah adalah penguasa sejati dan mereka berada telak jauh di bawahNya.

8. Memiliki Kehendak (Iradat)

Tuhan memiliki kemauan atas suatu hal yang sama sekali tidak bisa kita tolak. Tuhan yang menentukan nasib seseorang sesuai keinginanNya. Apabila Dia berkehendak untuk menghancurkan bumi serta isinya, maka terjadilah. Bila Ia ingin kita mati, maka matilah kita menemui ajal dengan cara sesuai yang Ia tetapkan.

9. Mengetahui Semua Hal (Ilmu)

Tuhan tahu apa yang kita lakukan dan kita pikirkan walaupun hanya dalam hati saja. Jika Tuhan adalah bodoh dan tidak pandai maka Alam semesta dan ciptaan lainnya tidak akan sebaik dan sesempurna seperti yang ada seperti sekarang ini. Tuhan Allah SWT adalah maha jenius jauh diatas seorang profesor doktor pada dunia manusia. Manusia hanya mengetahui segelintir kecil dari apa yang Ia ketahui.

10. Selalu Hidup Tanpa Mati Dan Istirahat (Hayat)

Adanya alam semesta yang membutuhkan pengaturan dan pengawasan yang terus-menerus membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Jika Tuhan tidak hidup untuk selamanya maka ada saatnya Ia mati dan Dunia akan kiamat. Tuhan akan hidup terus menerus menjaga ciptaanNya berjalan dengan baik.

11. Mendengar Semua (Sama)

Semua yang kita bicarakan dengan lidah maupun dengan hati Tuhan dapat mengetahuinya 100%. Jika kita berdoa kepadaNya, Ia akan mendengarkan apa yang kita ucapkan. Pada umumnya apa yang kita minta tidak akan dikabulkan secara langsung. Perlu kerja keras dan usaha untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Apa-apa yang kita ucapkan, rasakan, pikirkan dapat Ia ketahui dan akan dimintai pertanggungjawaban kelak.

12. Melihat Semua (Bashar)

Sekecil apapun hal yang ada di alam semesta adalah milik Allah Tuhan alam semesta jagad raya pasti diketahui dan dilihatNya dengan jelas. Zat atom pun dapat ia lihat dengan jelas. Mustahil alam semesta berjalan dengan sempurna tanpa sepengetahuanNya. Apapun yang kita kerjakan di masa lalu dan masa kini dapat dengan Mudah diketahuiNya dan Ia akan meminta segala pertanggungJawaban kita kelak di hari akhir nanti.

13. Memberikan Pedoman Dan Panduan Hidup (Kalam)

Tuhan menurunkan firmanNya melalui malaikat yang kemudian disampaikan kepada RasulNya. Firman yang diberikan kepada manusia segala golongan dan masa untuk dijadikan pedoman dan panduan dalam menjalani hidup yang sebentar di dunia. Di dalam Al-Quran tertulis berbagai petunjuk untuk mendapatkan kasih sayangNya agar hidup bahagia kelak di dunia yang kekal nanti setelah kita mati.

Tambahan :
- Tuhan yang dimaksud dalam artikel ini adalah Allah SWT yaitu Tuhan orang-orang Islam dan Tuhan manusia semua golongan ras dan semua masa/era.
- Orang yang tidak mengakui adanya tuhan disebut Atheis dan belum sadar bahwa Tuhan memang ada.
- Artikel ini boleh dibaca oleh semua orang dan semua agama sebagai bahan perenungan dan meningkatkna keimanan kita sebagai makhluk yang bertuhan.
- Tulisan ini baik dibaca untuk orang yang tidak percaya Tuhan itu ada serta orang lain yang mempercayai keyakinan/kepercayaan lain untuk pembuktian dan membuktikan bahwa Tuhan itu ada.

Menulis Al-Qur'an di Komputer

Bagi siapa saja yang ingin menulis tulisan arab di komputer baik untuk makalah, artikel, skripsi, buku ataupun tulisan tulisan lainnya tentunya harus membuat komputer yang anda pakai menjadi dapat digunakan untuk menulis tulisan arab tersebut. Anda tidak perlu software tambahan, yang anda perlukan hanyalah CD Windows XP saja. kalo nggak punya ? ya beli or minjem duoooong !!! yang penting versinya sama seperti sistem operasi XP yang sudah terinstall di komputer tersebut. Langkah langkahnya adalah:

1. Masukan CD Windows XP anda.
2. Buka Control Panel.
3. Buka Regional And Language Options.
4. Pilih tab Language.
5. Beri tanda checklist pada bagian Install Files For Complex Script And Right To left Language (bagian yang atas). Yang bagian bawah di checklist juga tidak apa apa tapi itu untuk bahasa jepang, cina, dan sekitarnya.
6. Ikuti proses penginstallan sampai selesai.
7. Jika sudah diInstall, pilihlah tombol Details yang ada pada tab Language tadi.
8. Pilih tombol Add untuk menambahkan bahasa yang diinginkan. Karena kita membahas tulisan arab, maka pilihlah yang ARABIC Saudi Arabia. Yang bagian keyboard tidak usah diapa apakan tidak apa apa.
9. Lihatlah pada bagian Installed Services, disitu muncul tambahan bahasa baru yaitu Arabic (AR).
10. Sekarang kita menuju ke pengaturan tombol keyboardnya.
11. Pilihlah tombol Key Settings.
12. Silahkan ganti tombol apa saja yang harus ditekan untuk memakai bahasa yang diinginkan dengan menekan tombol Change Key Squence. (disini semua terserah anda yang penting anda ingat saja).
13. kalau semua sudah beres, tekan Oke semuanya.
14. Untuk mengujinya, coba bukalah program untuk menulis (biasanya Microsoft Office Word yang bisa digunakan).
15. Tekan tombol CTRL+SHIFT yang ada disebelah KANAN keyboard untuk memindahkan posisi Krusor ke sebelah kanan (tulisan Arab ditulis dari kanan). Atau bisa juga dengan menekan tombol Align Right yang ada di Toolbox.
16. Rubahlah bahasa penulisan menjadi Arab dengan menekan tombol yang tadi diatur pada bagian Change Key Squence (tergantung dari anda waktu tadi memasukannya).
17. Selamat menulis, Yaa Syekh ! Tafaddhol !!! Ma’an Najah !

Komunikasi dalam pandangan Islam

An-Nazhzammiyyah :

Pemikiran Yaitu para pengikut Ibrahim bin Yassar bin Hani’ an-Nazhzham. Ia telah mengkaji berbagai kitab filosof kemudian ia campur adukkan ucapan para filosof itu dgn ucapan Mu’tazilah. Dia berbeda pandangan dgn yg lainnya dalam beberapa masalah berikut ini

    Dia menambahkan pendapat tentang qadar baik dan buruknya di antaranya adl pendapatnya bahwa Allah Ta’ala tidak disifati dgn qudrah atas kejahatan dan maksiat dan tidaklah hal-hal itu termasuk dalam perkara yg masuk dalam qudrah Allah Ta’ala. Berbeda dgn pendapat Mu’tazilah lainnya yg mengatakan bahwa Allah kuasa atas hal-hal itu tetapi Dia tidak melakukannya krn hal-hal itu jelek. Pendapat an-Nazhzham bahwa kejelekan itu adl sifat dzat dari sesuatu yg jelek maka hal itulah yg mencegah disandarkannya perbuatan jelek kepada Allah. Maka dia berpendapat bahwa bisanya timbul kejelekan dari Allah adl sebab suatu kejelekan. Jadi Dia yg berlaku adil tidaklah disifati dgn qudrah atas kezhaliman. Selanjutnya an-Nazhzham menambah kerancuan ini dgn pendapat bahwa Allah kuasa melakukan utk hamba-Nya apa-apa yg diketahui-Nya mengandung kemaslahatan mereka dan tidak kuasa melakukan yg tidak mengandung maslahat bagi mereka ini menyangkut urusan dunia. Adapun di akhirat an-Nazhzham berkata bahwa Allah Ta’ala kuasa menambah azab bagi penghuni neraka dan tidak kuasa menguranginya. Demikian juga Dia tidak kuasa mengurangi keni’matan penghuni sorga juga tidak kuasa mengeluarkan seorang pun dari penghuni sorga dan bahwa hal-hal yg demikian ini tidak masuk dalam kuasa Allah. Berdasarkan pendapatnya ini berarti Allah Ta’ala itu terpaksa melakukan segala yg diperbuat-Nya. Sesungguhnya yg Maha Kuasa itu pada hakekatnya adl yg memiliki pilihan antara berbuat atau tidak. An-Nazhzham menjawab bahwa yg kalian wajibkan atasku dalam perkara qudrah juga wajib atas kalian dalam perkara fi’l . Bukankah menurut kalian Dia mustahil melakukannya walaupun mampu melakukannya jadi tidak ada bedanya. An-Nazhzham sebenarnya mengambil pendapat ini dari ucapan filosof kuno yg mengatakan bahwa orang dermawan tidak boleh menyimpan sesuatu yg tidak dilakukannya maka apa yg dibuat dan diadakannya itulah yg kuasa dilakukannya. Jika dalam ilmu dan kuasa Allah Ta’ala ada yg lbh baik dan lbh sempurna lbh teratur dan lbh bermaslahat maka dari itu pastilah Dia melakukannya.
    Pendapatnya tentang iradah bahwa Allah Ta’ala pada hakekatnya tidak disifati dengannya . Jika disifati dgn iradah secara syar’I dalam perbuatannya maka maksudnya adl bahwa Dia-lah Penciptanya dan Yang Menumbuhkannya berdasarkan ilmu-Nya. Dan jika disifati bahwa Dia menghendaki perbuatan-perbuatan hamba maka maksudnya adl bahwa Dia menyuruhnya atau melarangnya. Dan dari an-Nazhzhamlah al-Ka’bi mengambil pendapatnya tentang iradah.
    Pendapatnya bahwa perbuatan hamba semuanya adl gerakan dan diam. Ilmu dan keinginan adl gerakan jiwa. Maksud dari gerakan ini bukanlah gerakan yg berpindah tetapi gerakan itu adl perubahan sebagaimana kata para filosof yaitu gerakan dalam kualitas kuantitas meletakkan di mana kapan dan sebagainya.
    An-Nazhzham juga sepakat dgn para filosof bahwa manusia pada hakekatnya adl jiwa dan ruh sedangkan badan adl alat dan instrumennya. Namun ia tidak terlalu paham pendapat mereka dan cenderung pada pendapat para filosof naturalis bahwa ruh adl jasad halus yg menjerat tubuh dan masuk ke dalam hati seperti masuknya air ke dalam bunga mawar dan minyak ke dalam biji wijen atau lemak pada susu. Dan dia berkata bahwa ruh adl yg punya kekuatan dan kemampuan dan kehidupan serta kehendak. Dia mampu dgn jiwanya dan kemampuan itu ada sebelum perbuatan.
    Al-Ka’bi menceritakan darinya dia berkata bahwa tiap sesuatu yg melampaui batas kemampuan yg berupa perbuatan maka itu adl perbuatan Allah Ta’ala atau bahwa Allah Ta’ala menciptakan batu dgn suatu tabi’at tertentu jika engkau melemparkannya ke atas dia akan terlempar dan jika mencapai titik akhir lemparan batu itu akan kembali ke tempatnya secara natural. Dia juga punya banyak kerancuan tentang atom dan hukumnya serta pendapat yg menentang para ahli ilmu kalam dan filosof.
    Menurut pendapatnya bahwa Allah Ta’ala menciptakan sesuatu sesuai dgn bentuk dan hekekatnya sekarang ini. Seperti mineral dan barang tambang tumbuh-tumbuhan hewan dan manusia. Allah menciptakan Adam as dan menciptakan keturunannya hanya saja Allah menyembunyikan sebagian dalam sebagian yg lain. Masalah duluan atau belakangan itu hanya masalah kemunculan dari persembunyiannya bukan masalah penciptaannya dan keberadaannya. Pendapat ini sebenarnya dari ucapan filosof yg beraliran “sembunyi dan muncul”. Dan an-Nazhzham lbh cenderung mengakui pendapat para naturalis daripada kaum metafisik dari kalangan filosof.

Demikian beberapa pendapatnya di antara banyak pendapatnya yg rancu. Di antara pengikut an-Nazhzham adl al-Fadhl al-Hadatsi dan Ahmad bin Khabits. Ibn al-Rawandi mengatakan bahwa mereka mempercayai bahwa alam ini mempunyai dua pencipta satunya adl pencipta yg kekal yaitu Allah dan yg satunya adl pencipta yg diciptakan oleh Allah yaitu ‘Isa bin Maryam. Dan pendapat ini tentu saja bathil dan tertolak. Diterjemahkan dari kitab Al-Milal wa an-Nihal karya Muhammad bin Abdul Karim Asy-Syahrastani Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia.

Skenario Evolusi Manusia:
Dalam bab-bab sebelumnya kita melihat bahwa di alam tidak ada mekanisme yg menyebabkan makhluk hidup berevolusi. Makhluk hidup muncul bukan akibat proses evolusi malainkan secara tiba-tiba dalam bentuk yg sempurna. Mereka diciptakan sendiri-sendiri. Oleh krn itu jelaslah bahwa “evolusi manusia” juga merupakan sebuah kisah yg tidak pernah terjadi. Lalu apa yg digunakan evolusionis sebagai pijakan utk dongeng ini? Dasarnya adl keberadaan fosil yg berlimpah sehingga evolusionis dapat membangun penafsiran imajinatif. Sepanjang sejarah telah hidup lbh dari 6.000 spesies kera dan kebanyakan dari mereka telah punah. Kini hanya 120 spesies kera yg masih hidup di bumi. Mayoritas dari sekitar 6.000 spesies kera ini telah punah menjadi sumber yg kaya bagi evolusionis. Evolusionis menulis skenario evolusi manusia dgn menyusun sejumlah tengkorak yg cocok dgn tujuan mereka berurutan dari yg terkecil hingga yg terbesar lalu menempatkan di antara mereka tengkorak beberapa ras manusia yg telah punah. Menurut skenario ini manusia dan kera modern memiliki nenek moyang yg sama. Nenek moyang ini berevolusi sejalan dgn waktu. Sebagian mereka menjadi kera modern sedangkan kelompok lain berevolusi melalui jalur yg berbeda menjadi manusia masa kini. Akan tetapi semua temuan paleontologi anatomi dan biologi menunjukkan bahwa pernyataan evolusi ini fiktif dan tidak sahih seperti semua pernyataan evolusi lainnya. Tidak ada bukti-bukti kuat dan nyata utk menunjukkan kekerabatan antara manusia dan kera. Yang ada hanyalah pemalsuan penyimpangan gambar-gambar serta komentar-komentar menyesatkan. Catatan fosil mengisyaratkan kepada kita bahwa sepanjang sejarah manusia tetap manusia; dan kera tetap kera. Sebagian fosil yg dinyatakan evolusionis sebagai nenek moyang manusia berasal dari ras manusia yg hidup hingga akhir-akhir ini sekitar 10.000 tahun lalu dan kemudian menghilang. Selain itu banyak orang masa kini memiliki penampilan dan karakteristik fisik yg sama dgn ras-ras manusia. Semua ini adl bukti nyata bahwa manusia tidak pernah mengalami proses evolusi sepanjang sejarah.Bukti terpenting adl perbedaan anatomis yg besar antara kera dan manusia dan tidak satu pun di antara perbedaan tersebut muncul melalui proses evolusi. “Bipedalitas” adl salah satu diantaranya. Seperti yg akan diuraikan lbh lanjut bipedalitas hanya terdapat pada manusia dan merupakan salah satu sifat terpenting yg membedakan manusia dgn hewan. Silsilah Imajiner Manusia Darwinis menyatakan bahwa manusia modern saat ini berevolusi dari makhluk kera. Menurut mereka selama proses evolusi yg diperkirakan berawal 4 - 5 juta tahun yg lalu terdapat beberapa “bentuk transisi” antara manusia modern dan nenek moyangnya. Menurut skenario yg penuh rekaan ini terdapat empat “kategori” dasar
    Australopithecus
    Homo habilis
    Homo erectus
    Homo sapiens

    Evolusionis menyebut nenek moyang pertama manusia dan kera sebagai Australopithecus yg berarti “Kera Afrika Selatan”. Australopithecus hanyalah spesies kera kuno yg telah punah dan memiliki beragam tipe sebagian berperawakan tegap dan sebagian lain bertubuh kecil dan ramping.

    Evolusionis menggolongkan tahapan evolusi manusia berikutnya sebagai “homo” yg berarti manusia. Menurut pernyataan evolusionis makhluk hidup dalam kelompok homo lbh berkembang daripada Australopithecus dan tidak terlalu berbeda dgn manusia modern. Manusia modern di zaman kita Homo sapiens dikatakan terbentuk pada tahapan terakhir evolusi spesies ini.Fosil-fosil seperti “Manusia Jawa” “Manusia Peking” dan “Lucy” yg senantiasa muncul di media massa jurnal dan buku-buku kuliah evolusionis termasuk dalam salah satu dari keempat spesies di atas. Spesies-spesies ini juga diasumsikan bercabang menjadi subspesies. Sejumlah kandidat bentuk transisi dari masa lampau seperti Ramapithecus harus dikeluarkan dari silsilah imajiner evolusi manusia setelah diketahui mereka adl kera biasa. Dengan menyusun rantai hubungan sebagai Australopithecus > Homo habilis > Homo erectus > Homo sapiens evolusionis menyatakan bahwa masing-masing spesies ini adl nenek moyang spesies lainnya. Akan tetapi temuan ahli-ahli paleontologi baru-baru ini mengungkapkan bahwa Australopithecus Homo habilis dan Homo erectus hidup di belahan bumi berbeda pada masa yg sama. Selain itu suatu segmen manusia tertentu yg digolongkan sebagai Homo erectus ternyata hidup hingga zaman modern. Homo sapiens neandartalensis dan Homo sapiens sapiens pernah hidup bersama di wilayah yg sama. Situasi ini jelas menunjukkan ketidakabsahan pernyataan bahwa mereka adl nenek moyang bagi yg lain. Pada hakikatnya semua temuan dan penelitian ilmiah telah mengungkapkan bahwa catatan fosil tidak mengisyaratkan proses evolusi seperti yg dikemukakan evolusionis. Fosil-fosil tersebut yg mereka katakan sebagai nenek moyang manusia ternyata milik suatu ras manusia atau milik spesies kera. Lalu yg manakah fosil manusia dan yg manakah fosil kera? Mungkinkah salah satu dari keduanya bisa dianggap sebagai bentuk transisi? Untuk mendapatkan jawabannya mari kita amati masing-masing kategori. Australopithecus Spesies Kera Australopithecus kategori pertama berarti “kera dari selatan”. Makhluk ini di duga pertama kali muncul di Afrika sekitar 4 juta tahun lalu dan hidup hingga 1 juta tahun lalu. Evolusionis berasumsi bahwa spesies Australopithecus tertua adl A. afarensis. Setelah itu muncul A. africanus yg memiliki kerangka lbh ramping dan kemudian A. robustus yg memiliki kerangka relatif lbh besar. Sedangkan utk A. boisei sejumlah peneliti menganggapnya spesies yg berbeda dan sebagian lagi menggolongkannya dalam subspesies dari A. robustus. Semua spesies Australopthecus adl kera yg sudah punah dan menyerupai kera masa kini. Ukuran tengkorak mereka sama atau lbh kecil dari simpanse yg hidup di masa sekarang. Terdapat bagian yg menonjol pada tangan dan kaki mereka yg digunakan utk memanjat pohon seperti simpanse zaman sekarang dan kaki mereka memiliki kemampuan memanjat dahan. Mereka bertubuh pendek dan seperti simpanse masa kini Australopithecus jantan lbh besar dari Australopithecus betina. Sekian banyak karakteristik seperti detail pada tengkorak kedekatan kedua mata gigi geraham yg tajam struktur rahang lengan yg panjang kaki yg pendek merupakan bukti bahwa makhluk hidup ini tidak berbeda dgn kera zaman sekarang. Evolusionis menyatakan bahwa meskipun Australopithecus memiliki anatolmi kera mereka berjalan dgn tegak seperti manusia dan bukan seperti kera. Pernyataan “berjalan tegak” ini ternyata telah dipertahankan selama puluhan tahun oleh sejumlah ahli paleontologi seperti Richard Leakey dan Donald C. Johanson. Namun banyak ilmuwan telah melakukan penelitian pada struktur kerangka Australopithecus dan membuktikan ketidakabsahan argumentasi tersebut. Penelitian menyeluruh pada spesimen Australopithecus oleh dua ahli anatomi kelas dunia dari Inggris dan Amerika Serikat Lord Solly Zuckerman dan Prof. Charles Oxnard menunjukkan bahwa makhluk ini tidak bipedal dan bergerak seperti kera masa kini. Setelah mempelajari fosil-fosil ini selama 15 tahun dgn segala perlengkapan yg diberikan pemerintah Inggris Lord Zuckerman dan timnya yg beranggotakan 5 orang spesialis sampai pada kesimpulan bahwa Australopithecus hanya spesies kera biasa dan pasti tidak bipedal. Zuckerman sendiri adl seorang evolusinis. Begitu pula Charles E. Oxnard evolusionis yg terkenal dgn penelitiannya pada subjek tersebut menyamakan struktur kerangka Australopithecus dgn milik orang utan modern. Akhirnya pada tahun 1994 sebuah tim dari Universitas Liverpool Inggris melakukan riset menyeluruh utk mencapai suatu kesimpulan yg pasti. Mereka berkesimpulan bahwa “Australopithecus adl kuadripedal”. Singkatnya Australopithecus tidak memiliki kekerabatan dgn manusia dan mereka hanyalah spesies kera yg telah punah. Homo Habilis Kera yg Dinyatakan sebagai Manusia Kemiripan struktur kerangka dan tengkorak Australopithecus dgn simpanse dan penolakan terhadap pernyataan bahwa makhluk ini berjalan tegak telah sangat menyulitkan ahli paleontologi pro evolusi. Karena menurut skema evolusi rekaan mereka Homo erectus muncul setelah Australopihecus. Karena awalan kata “homo” berarti “manusia” Homo erectus tergolong kelas manusia berkerangka tegak. Ukuran tengkoraknya dua kali lbh besar dari Australopithecus. Peralihan langsung dari Australopithecus yakni seekor kera mirip simpanse ke Homo erectus yg berkerangka sama dgn manusia modern adl mustahil bahkan menurut teori mereka sendiri. Jadi diperlukan “mata rantai” yakni “bentuk transisi”. Dan konsep Homo habilis muncul utk memenuhi kebutuhan ini. Pengelompokan Homo habilis diajukan pada tahun 1960-an oleh Keluarga Leakey sebuah keluarga “pemburu fosil”. Menurut Leakey spesies baru yg mereka kelompokkan sebagai Homo habilis memiliki kapasitas tengkorak relatif besar kemampuan berjalan tegak dan menggunakan peralatan dari batu dan kayu. Karena itu mungkin saja ia adl nenek moyang manusia. Fosil-fosil baru dari spesies yg sama ditemukan pada akhir tahun 1980-an dan mengubah total pandangan ini. Sejumlah peneliti seperti Bernard Wood dan C. Loring Brace berdasarkan fosil-fosil baru tersebut mangatakan bahwa Homo habilis yg berarti “manusia yg mampu menggunkan alat” seharusnya digolongkan sebagai Australopithecus habilis yg berarti “kera Afrika Selatan yg mampu menggunakan alat” krn Homo habilis memiliki banyak kesamaan ciri dgn kera australopithecus. Ia memiliki lengan yg panjang kaki yg pendek dan struktur kerangka mirip kera seperti Australopithecus. Jari tangan dan jari kakinya cocok utk memanjat. Struktur tulang rahangnya sangat mirip dgn rahang kera masa sekarang. Rata-rata kapasitas tengkoraknya yg 600 cc juga mengindikasi fakta bahwa Homo habilis adl kera. Singkatnya Homo habilis yg diklaim sebagai spesies berbeda oleh sejumlah evolusionis ternyata merupakan spesies kera seperti semua Australopithecus yg lain. Penelitian yg dilakukan pada tahun-tahun berikutnya benar-benar menunjukkan bahwa Homo habilis tidak berbeda dgn Australopithecus. Fosil tengkorak dan kerangka OH26 yg ditemukan Tim White menunjukkan bahwa spesies ini memiliki kapasitas tengkorak kecil lengan panjang serta kaki pendek yg memungkinkannya memanjat pohon tidak berbeda dgn kera modern. Analisis terperinci yg dilakukan ahli antropologi Amerika Holly Smith pada tahun 1994 menunjukkan bahwa Homo habilis bukan “homo” atau “manusia” melainkan “kera”. Mengenai analisis yg dilakukannya terhadap gigi-gigi Australopithecus Homo habilis Homo erectus dan Homo neandertalensis Smith mengatakan “Dengan membatasi analisis hanya pada spesimen-spesimen yg memenuhi kriteria ini pola perkembangan gigi Australopithecus dan Homo habilis menunjukkan bahwa mereka sekelompok dgn kera Afrika. Sedangkan Homo erectus dan Neandertal diklasifikasikan dgn manusia.” Tahun itu juga tiga spesialis anatoi Fred Spoor Bernard Wood dan Frans Zonneveld menarik kesimpulan serupa melalui metode yg sama sekali berbeda. Metode ini berdasarkan analisis perbandingan saluran setengah lingkaran pada telinga bagian dalam milik manusia dan kera yg berfungsi menjaga keseimbangan. Saluran ini berbeda jauh antara manusia yg berjalan tegak dgn kera yg berjalan membungkuk. Saluran telinga bagian dalam pada semua Australopithecus serta spesimen Homo habilis yg diteliti oleh Spoor Wood dan Zonneveld sama seperti pada kera modern. Saluran telinga bagian dalam pada Homo erectus sama dgn pada manusia modern. Temuan ini membuahkan dua hasil penting

    Fosil-fosil yg dikatakan sebagai Homo habilis sebenarnya tidak termasuk kelas “homo” atau manusia tetapi kelas Australopithecus atau kera.
    Baik Homo habilis maupun Australopithecus adl makhluk hidup yg berjalan membungkuk dan karenanya memiliki kerangka kera. Mereka tidak memiliki hubungan apa pun dgn manusia. Homo Rudolfensis Susunan Wajah yg Salah Homo rudolfensis adl nama yg diberikan kepada beberapa bagian fosil yg ditemukan pada tahun 1972. Kelompok yg diwakili fosil ini juga dinamai Homo rudolfensis krn ditemukan di dekat Sungai Rudolf di Kenya. Mayoritas ahli paleoantropologi menyetujui bahwa fosil-fosil ini tidak berasal dari spesies yg berbeda melainkan termasuk Homo habilis. Richard Leakey penemu fosil tersebut memperkenalkan tengkorak yg dinamai “KNM-ER 1470″ dan dinyatakan berusia 28 juta tahun itu sebagai penemuan terbesar dalam sejarah antropologi dan berpengaruh luas. Menurut Leakey makhluk berukuran tengkorak kecil seperti Australopithecus namun berwajah manusia tersebut adl mata rantai yg hilang antara Australopithecus dan manusia. Akan tetapi tidak berapa lama kemudian diketahui bahwa wajah mirip manusia dari tengkorak KNM-ER 1470 yg sering tampil pada sampul depan majalah-majalah ilmiah adl hasil penggabungan fragmen-fragmen tengkorak secara keliru-yang mungkin dilakukan dgn sengaja. Prof. Tim Bromage pengkaji anatomi wajah manusia menjelaskan kenyataan yg diungkapkannya dgn bantuan simulasi komputer ini pada tahun 1992 “Ketika KNM-ER 1470 pertama kali direkonstruksi wajahnya dilekatkan pada tengkorak dalam posisi hampir vertikal sangat menyerupai wajah datar manusia modern. Akan tetapi penelitian baru-baru ini mengenai hubungan-hubungan anatomis menunjukkan bahwa pada masa hidupnya wajah itu seharusnya sangat menonjol memunculkan aspek mirip kera agak mirip dgn wajah Australopithecus.” Mengenai kasus ini seorang ahli paleoantropologi evolusionis J. E. Cronin menyatakan “.. wajahnya yg dikonstruksi kelihatan kokoh naso-alveolar clivus yg agak datar lebar maksimum tengkorak yg rendah gigi taring yg kuat dan geraham yg besar seluruhnya merupakan sifat-sifat yg relatif primitif yg menghubungkan spesimen tersebut dgn kelompok A. africanus. C. Loring Brace dari Universitas Michigan berkesimpulan sama setelah ia menganalisis struktur rahang dan gigi tengkorak 1479. Menurutnya ukuran rahang dan bagian yg ditumbuhi gigi geraham menunjukkan bahwa ER 1470 memiliki wajah dan gigi Australopithecus. Prof. Alan Walker ahli paleoantropologi dari Universitas John Hopkins telah melakukan banyak penelitian pada KNM-ER 1470 seperti halnya Leakey dan bersikeras bahwa makhluk hidup ini seharusnya tidak dikelompokkan sebagai “homo” atau spesies manusia seperti Homo habilis atau Homo rudolfensis tetapi harus dimasukkan ke dalam spesies Australopithecus. Jadi pengelompokkan seperti Homo habilis atau Homo rudolfensis yg dikatakan sebagai bentuk transisi antara Australopithecus dgn Homo erectus sepenuhnya hanyalah rekaan. Sebagaimana dikuatkan oleh banyak peneliti masa kini makhluk-makhluk hidup ini adl anggota Australopithecus. Seluruh ciri anatolis memperlihatkan bahwa mereka adl spesies kera. Setelah makhluk-makhluk ini yg ternyata semuanya spesies kera kemudian muncul fosil-fosil “homo” yg merupakan fosil-fosil manusia. Homo Erectus dan Setelahnya Manusia Menurut skema rekaan evolusionis evolusi internal spesies homo adl sebagai berikut pertama Homo erectus kemudian Homo sapiens purba dan manusia Neandertal lalu Manusia Cro-Magnon dan terakhir manusia modern. Akan tetapi semua klasifikasi ini ternyata hanya ras-ras asli manusia purba. Perbedaan di antara mereka tidak lbh dari perbedaan antara orang inuit dgn negro atau orang Pigmi dgn orang Eropa. Mari kita terlebih dahulu mengakaji Homo erectus yg dikatakan sebagai spesies manusia paling primitif. Kata “erect” berarti “tegak” maka Homo erectus berarti “manusia yg berjalan tegak”. Evolusionis harus memisahkan manusia-manusia ini dari yg sebelumnya dgn menambahkan ciri “tegak” sebab semua fosil Homo erectus bertubuh tegak tidak seperti spesimen Australopithecus atau Homo habilis. Jadi tidak terdapat perbedaan antara kerangka manusia modern dan Homo erectus. Alasan utama evolusionis mendefinisikan Homo erectus sebagai “primitif” adl ukuran tengkoraknya yg lbh kecil dari rata-rata manusia modern dan tonjolan alisnya yg lbh tebal. Namun banyak manusia yg hidup di dunia sekarang memiliki volume tengkorak sama dgn Homo erectus dan ada beberapa ras yg memiliki alis menonjol . Sudah menjadi fakta yg disepakasti bersama bahwa perbedaan ukuran tengkorak tidak selalu menunjukkan perbedaan kecerdasan atau kemampuan. Kecerdasan bergantung pada organisasi internal otak dan bukan pada volumenya. Fosil yg telah menjadikan Homo erectus terkenal di dunia adl fosil Manusia Peking dan Manusia Jawa yg ditemukan di Asia. Akan tetapi akhirnya diketahui bahwa dua fosil ini tidak bisa diandalkan. Manusia Peking terdiri dari beberapa bagian yg terbuat dari plester utk menggantikan bagian asli yg hilang. Sedangkan Manusia Jawa “tersusun” dari fragmen-fragmen tengkorak ditambah dgn tulang panggul yg ditemukan beberapa meter darinya tanpa indikasi bahwa tulang-tulang tersebut berasal dari satu makhluk hidup yg sama. Itu sebabnya fosil Homo erectus yg ditemukan di Afrika menjadi lbh penting. . Spesimen Homo erectus paling terkenal dari Afrika adl fosil Narikotome Homo erectus atau “Anak Lelaki Turkana” yg ditemukan dekat Danau Turkana Kenya. Dipastikan bahwa fosil tersebut milik seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yg mungkin akan mencapai tinggi dewasa 183 meter. Struktur kerangka yg tegak dari fosil tidak berbeda dgn manusia modern. Mengenai ini seorang ahli paleoantropologi Amerika alan Walker meragukan kemampuan ahli patologi kebanyakan utk membedakan kerangka fosil tersebut dgn kerangka manusia modern. Tentang tengkorak tersebut Walker mengatakan “Tengkorak itu tampak sangat mirip dgn Neandertal.” Seperti yg akan kita temukan pada bab berikutnya Neandertal adl ras manusia modern. Jadi Homo erctus adl ras manusia modern juga. Bahkan evolusionis Richard Leakey menyatakan bahwa perbedaan antara Homo erectus dan manusia modern tidak lbh dari variasi ras perbedaan bentuk tengkorak tingkat tonjolan wajah kekokohan dahi dan sebaginya akan terlihat. Perbedaan-perbedaan ini mungkin seperti yg kita saksikan saat ini pada ras-ras manusia modern yg terpisah secara geografis. Variasi biologis semacam ini muncul ketika populasi-populasi saling terpisah secara geografis utk kurun waktu yg lama. Prof. William Laughlin dari Universitas Collection melakukan pengujian anatomi menyeluruh terhadap orang-orang Inuit dan orang-orang yg hidup di kepulauan Aleut. Ia mendapati mereka sangat mirip dgn Homo erectus. Laughlin berkesimpulan bahwa semua ras ini ternyata ras-ras yg bervariasi dari Homo sapiens . Jika kita mempertimbangkan perbedaan besar antara kelompok-kelompok yg berjauhan seperti Eskimo dan Bushman yg diketahui berasal dari satu spesies Homo sapiens dapat disimpulkan bahwa Sinanthropus termasuk dalam spesies yg sama. Di lain pihak terdapat jurang pemisah yg lebar antara Homo erectus suatu ras manusia dan kera yg mendahului Homo erectus dalam skenario “evolusi manusia” . Ini berarti bahwa manusia pertama muncul secara tiba-tiba dalam catatan fosil dan tanpa sejarah evolusi apa pun. Hal ini sudah cukup jelas mengindikasikan bahwa mereka diciptakan. Akan tetapi pengakuan atas fakta ini akan sangat bertentangan dgn filsafat dogmatis dan ideologi evolusionis. Karenanya mereka mencoba menggambarkan Homo erectus ras manusia sesungguhnya sebagai makhluk separo kera. Pada rekostruksi Homo erectus evolusionis berkeras menggambarkan ciri-ciri kera. Sebaliknya dgn metode penggambaran yg sama mereka memanusiakan kera seperti Australopithecus atau Homo habilis. Dengan cara ini mereka berupaya “mendekatkan” kera dan manusia dan menutup celah antara dua kelompok makhluk hidup yg berbeda ini. Neandertal Neandertal adl manusia yg tiba-tiba muncul 100 ribu tahun lalu di Eropa dan kemudian menghilang atau terasimilasi melalui pembauuran dgn ras-ras lain secara diam-diam namun cepat 35 ribu tahun lalu. Perbedaan antara mereka dgn manusia modern hanyalah kerangka tubuh yg lbh kekar dan kapasitas tengkorak mereka sedikit lbh besar. Neandertal adl ras manusia dan kenyataan ini sekarang diakui oleh hampir semua orang. Evolusionis telah berusaha keras menampilkan mereka sebagai “spesies primitif” namun semua temuan menunjukkan bahwa Neandertal tidak berbeda dgn orang berperawakan “kekar” yg lewat di jalan saat ini. Seorang pakar dalam hal ini Erik Trinkaus ahli paleoantropologi dari Universitas New Mexico menulis “Perbandingan anatomis terperinci antara sisa-sisa kerangka Neandertal dgn kerangka manusia modern tidak menunjukkan dgn pasti bahwa kemampuan lokomotif manipulatif intelektual atau bahasa Neandertal lbh rendah dari manusia modern.” Banyak peneliti modern menggolongkan manusia Neandertal sebagai suatu subspesies dari manusia modern dan menamakannya Homo sapiens neandertslensisi. Temuan-temuan membuktikan bahwa Neandertal mengubur mayat kerabat mereka membuat alat musik dan memiliki hubungan kebudayaan dgn Homo sapiens yg hidup seperiode. Tegasnya Neandertal adl ras manusia bertubuh “kekar” yg menghilang seiring perjalanan masa. Homo Sapiens Kuno Homo Heilderbergensis dan Manusia Cro-Magnon Dalam skema evolusi rekaan Homo sapiens kuno adl tahapan terakhir sebelum manusia modern. Pada kenyataannya evolusionis tidak dapat berkata banyak tentang manusia ini krn hanya ada sedikit perbedaan antara mereka dgn manusia modern. Sejumlah peneliti bahkan mengatakan bahwa representasi ras ini masih hidup hingga sekarang dan merujuk kepada orang Aborigin di Australia sebagai contoh. Seperti Homo sapiens orang Aborigin juga memiliki alis tebal yg menonjol struktur rahang miring ke dalam dan kapasitas tengkorak sedikit lbh kecil. Di samping itu sejumlah penemuan penting mengisyaratkan bahwa manusia semacam itu pernah hidup di Hongaria dan di beberapa desa di Italia hingga beberapa waktu lalu. Kelompok yg disebut sebagai Homo heilderbergensis dalam literatur evolusionis ternyata sama dgn Homo sapiens kuno. Dua istilah berbeda ini digunakan unutk mendefinisikan ras manusia yg sama krn perbedaan konsep di kalangan evolusionis. Semua fosil yg termasuk dalam golongan Homo heilderbergensis menunjukkan bahwa kelompok manusia yg secara anatomis sangat mirip dgn orang Eropa modern telah hidup 500 ribu dan bahkan 700 ribu tahun sebelumnya pertama di Inggris dan kemudian Spanyol. Diperkirakan manusia Cro-Magnon hidup 30.000 tahun lalu. Manusia ini memiliki tengkorak berbentuk kubah dan dahi yg lebar. Kapasitas tengkoraknya 1.600 cc di atas rata-rata utk manusia modern. Tengkoraknya memiliki tonjolan alis yg tebal dan tonjolan tulang di bagian belakang yg merupakan ciri manusia Neandertal dan Homo erectus. Kendati Cro-Magnon dianggap suatu ras Eropa struktur dan voleme tengkoraknya tampak lbh mirip tengkorak ras-ras yg hidup di Afrika dan daerah tropis saat ini. Berdasarkan ini Cro-Magnon diperkirakan sebagai suatu ras Afrika kuno. Sejumlah temuan paleoantropologi telah menunjukkan bahwa ras Cro-Magnon dan Neandertal saling membaur kemudian mengawali ras-ras dewasa ini. Sekarang sudah diakui bahwa representasi dari ras Cro-Magnon masih hidup di beberapa wilayah di benua Afrika dan di daerah Salute dan Dordogne di Prancis. Kelompok manusia berkarakteristik sama juga hidup di Polandia dan Hongaria. Hidup Sezaman dgn Nenek Moyang Kajian kita sejauh ini membentuk sebah gambaran jelas skenario “evolusi manusia” hanyalah fiksi. Agar silsilah seperti itu ada evolusi bertahap dari kera hingga menusia seharusnya sudah terjadi dan catatan fosil dari proses ini seharusnya telah ditemukan. Akan tetapi ada jarak pemisah sangat lebar antara kera dan manusia. Struktur kerangka kapasitas tempurung kepala dan kriteria lain seperti berjalan tegak atau sangat membungkuk membedakan manusia dari kera. . Satu lagi temuan penting yg membuktikan bahwa tidak mungkin ada silsilah keluarga di antara spesies yg berbeda-beda ini adl spesies yg ditampilkan sebagai nenek moyang dan penerusnya ternyata hidup bersamaan. Jika anggapan evolusionis benar bahwa Australopithecus berubah menjadi Homo habilis dan kemudian berubah menjadi Homo erectus maka seharusnya mereka hidup pada era yg berurutan. Akan tetapi tidak ada urutan kronologis seperti itu. Menurut perkiraan evolusionis Australopithecus hidup dari 4 juta tahun lalu sedangkan makhluk hidup yg digolongkan Homo habilis diduga hidup hingga 19 - 17 juta tahun lalu. Homo rudolfensis yg dianggap lbh “maju” daripada Homo habilis diketahui berusia sekitar 28 - 25 juta tahun! Dengan kata lain Homo rudolfensis hampir 1 juta tahun lbh tua dari Homo habilis sang “nenek moyang”. Di lain pihak periode Homo erectus adl sekitar 18 - 16 juta tahun lalu. Artinya spesies Homo erectus muncul di bumi pada selang waktu sama dgn Homo habilis yg disebut sebagai nenek moyangnya. Alan Walker memperkuat fakta ini dgn menyatakan “Terdapat bukti dari Afrika Timur tentang sejumlah kecil Australopithecus yang bertahan hidup sezaman dgn H. habilis lalu dgn H. erectus.” Louis Leakey pun telah menemukan fosil-fosil AustralopithecusHomo habilis dan Homo erectus yg berdekatan satu sama lain di wilayah celah Olduvai lapisan Bed II. Jadi pastilah tidak ada silsilah kekerabatan seperti itu. Ahli paleontologi dari Universitas Harvard Stephen Jay Gould menjelaskan jalan buntu bagi evolusi ini meskipun ia sendiri seorang evolusionis “Apa jadinya dgn urutan yg kita susun jika ada tiga keturunan hominid hidup bersama dan tidak satu pun dari mereka menjadi keturunan dari yg lain? Di samping itu tidak satu pun dari ketiganya memperlihatkan kecenderungan evolusi semasa mereka hidup di bumi. Jika kita beralih dari Homo erectus ke Homo sapiens kita kembali melihat bahwa tidak ada silsilah utk dibicarakan. Ada bukti yg menunjukkan bahwa Homo erectus dan Homo sapiens kuno hidup hingga 27.000 tahun dan bahkan 10.000 tahun sebelum masa kita. Dalam rawa Kow di Australia tengkirak Homo erectus berusia sekitar 13.000 tahun telah ditemukan. Di pulau Jawa sebuah tengkorak Homo erectus yg ditemukan berumur sekitar 27.000 tahun. Sejarah Rahasia Homo Sapiens Fakta paling menarik dan penting yg menggugurkan landasan utama silsilah imajiner teori evolusi ini adl sejarah manusia modern yg ternyata cukup tua. Data paleoantropologi mengungkapkan bahwa orang-orang Homo sapiens yg persis sama dgn kita telah hidup pada satu juta tahun lalu. Orang yg menemukan bukti pertama dalam hal ini adl Louis Leakey seorang ahli paleoantropologi evolusionis. Pada tahun 1932 di daerah Kanjera sekitar Danau Victoria di Kenya Leakey menemukan beberapa fosil yg berasal dari zaman Pleistosin Tengah. Fosil itu ternyata tidak berbeda dgn manusia modern. Akan tetapi zaman Pleistosin Tengah berarti satu juta tahun lalu. Karena penemuan ini membalikkan silsilah keturunan evolusi sejumlah ahli paleoantropologi evolusionis tidak mau mengakuinya. Namun Leakey selalu bertahan bahwa perkiraannya benar. Ketika kontroversi ini hampir terlupakan sebuah fosil ditemukan di Spanyol pada tahun 1995 dan dgn sangat gamblang menunjukkan bahwa sejarah Homo sapiens ternyata jauh lbh tua dari yg diperkirakan. Fosil tersebut ditemukan di sebuah gua bernama Gran Dolina di wilayah Atapuerca dan Spanyol oleh tiga orang ahli paleoantropologi Spanyol dari Universitas Madrid. Fosil tersebut adl wajah anak laki-laki berusia 11 tahun yg sepenuhnya tampak seperti manusia modern. Padahal fosil tersebut telah berusia 800.000 tahun sejak ia meninggal. Majalah Discover memuat rincian kisah ini pada Desember 1997. Fosil tersebut bahkan menggoyahkan keyakinan Ferreras yg memimpin penggalian Gran Dolina. Ia berujar “Kami mengaharapkan sesuatu yg signifikan sesuatu yg besar sesuatu yg bombastis? sesuatu yg ‘primitif’. Harapan kami terhadap seorang anak berusia 800.000 tahun adl sesuatu seperti Anak Lelaki Turkana. Dan apa yg kami temukan adl wajah yg sama sekali modern.. Bagi saya hal ini sangat spektakuler? sesuatu yg mengguncangkan. Menemukan sesuatu yg sama sekali tidak diharapkan seperti itu.. Bukan tentang masalah menemukan fosil; menemukan fosil bisa juga mengejutkan dan tidak jadi masalah. Namun hal yg paling spektakuler adl menemukan sesuatu yg Anda kira berasal dari zaman sekarang di masa lampau. Sama halnya dgn menemukan sesuatu seperti.. seperti tape recorder di Gran Dolina. Itu akan sangat mengejutkan. Kami tidak mengharapkan ada kaset dan tape recorder pada zaman Pleistosin awal. Menemukan wajah modern begitu pula. Kami sangat terkejut melihatnya.” Fosil tersebut menegaskan fakta bahwa sejarah Homo sapiens harus ditarik ke belakang hingga 800 ribu tahun lalu. Setelah pulih dari keterkejutannya evolusionis yg menemukan fosil tersebut memutuskan bahwa fosil ini berasal dari spesies yg berbeda sebab menurut silsilah keturunan evolusi tidak ada Homo sapiens yg pernah hidup 800 ribu tahun lalu. Jadi mereka mengarang sebuah spesies baru bernama Homo antecessor dan memasukkan tengkorak Atapuerca ke dalam kelompok ini. Sebuah pondok temuan ynag menunjukkan bahwa usia Homo sapiens bahkan lbh awal dari 800 ribu tahun. Satu di antaranya adl penemuan Louis Leakey di awal tahun 1970-an di celah Olduvai. Di tempat ini di lapisan Bed II Leakey menemukan bahwa spesies AustralopithecusHomo habilis dan Homo erectus hidup pada masa yg sama. Bahkan yg lbh menarik lagi adl sebuah bangunan yg juga ditemukan Leakey pada lapisan Bed II. Di sini Leakey menemukan sisa-sisa pondok batu. Yang tidak biasa dari peristiwa ini adl bahwa kostruksi ini yg masih digunakan di sejumlah daerah di Afrika hanya dapat dibangun oleh Homo sapiens! Jadi menurut temuan Leakey AustralopithecusHomo habilisHomo erectus dan manusia modern tentu hidup pada masa yg sama sekitar 17 juta tahun lalu. Penemuan ini dgn pasti menggugurkan teori evolusi yg menyatakan bahwa manusia modern berevolusi dari spesies mirip kera seperti Australiopithecus. Jejak Kaki Manusia Modern Berusia 36 Juta Tahun! Sejumlah penemuan lain menurut asal-usul manusia modern hingga 17 juta tahun lalu. Salah satu dari temuan penting ini adl jejak-jejak kaki yg ditemukan di Laetoli Tanzania oleh Mary Leakey pada tahun 1977. Jejak-jejak kaki ini ditemukan pada lapesan yg menurut perhitungan berusia 36 juta tahun. Yang lbh penting lagi jejak-jejak kaki ini tidak berbeda dari jejak kaki menusia modern. Jejak-jejak kaki yg ditemukan Mary Leakey kemudian dipelajari sejumlah ahli paleoantropologi seperti Don Johanson dan Tim White. Hasilnya sama. White menulis “Tidak disangsikan lagi? jejak-jejak itu serupa dgn jejak kaki manusia modern. Jika jejak itu ditinggalkan di pasir Pantai California sekarang dan seorang anak berusia empat tahun ditanya tentangnya ia akan langsung menjawab bahwa seseorang telah berjalan di sana. Ia tidak akan dapat membedakannya dgn seratus jejak kaki lain di pantai begitu pula anda.” Setelah meneliti jejak tersebut Louis Robbins dari Universitas North California berkomentar “Lengkungannya agak tinggi-manusia yg lbh kecil memiliki lengkungan lbh tinggi daripada yg saya miliki-dan jempol kakinya besar dan sejajar dgn jari kaki sebelahnya.. Jari-jari kaki menekan tanah seperti jari-jari kaki manusia. Anda tidak akan mendapati ini pada hewan.” Pengujian-pengujian morfologis tetap menunjukkan bahwa jejak-jejak kaki tersebut harus diakui berasal dari manusia lbh jauh lagi manusia modern . Russel Tuttle yg mempelajari ini menulis “Jejak-jejak ini mungkin berasal dari seorang Homo sapiens kecil yg bertelanjang kaki? Dari semua ciri morfologi yg teramati kaki individu yg membuat jejak tersebut tidak berbeda dgn kaki manusia modern.” Penelitian yg jujur tentang jejak-jejak kaki tersbut mengungkapkan pemilik sebenarnya. Pada kenyataan jejak-jejak kaki ini terdiri dari 20 jejak dari seorang manusia modern berusia 10 tahun yg membatu dan 27 jejak kaki dari seorang yg lbh muda. Mereka benar-benar manusia modern seperti kita. Situasi ini menjadikan jejak kaki Laetolo sebagai topik diskusi selama bertahun-tahun. Para pakar paleoantropologi evolusionis berupaya keras memikirkan sebuah penjelasan krn sulit bagi mereka menerima kenyataan bahwa manusia modern telah berjalan di muka bumi 36 juta tahun lalu. Pada tahun 1990-an “penjelasan” ini mulai terbentuk. Evolusionis memutuskan bahwa jejak kaki ini tentunya ditinggalkan oleh Australopithecus sebab menurut teori mereka mustahil spesies homo ada 36 juta tahun lalu. Dalam artikelnya pada tahun 1990 Russell H. Tuttle menulis sebagai berikut “Singkatnya jejak kaki berusia 35 juta tahun di situs G Laetoli menyerupai jejak manusia modern yg biasa bertelanjang kaki. Tidak ada ciri-ciri yg menunjukkan bahwa hominid Laetolo memiliki kemampuan bipedal yg lbh rendah dari kita. Kalau saja jejak pada situs G ini tidak diketahui setua itu kami akan langsung menyimpulkan bahwa jejak tersebut dibuat oleh anggota genus Homo.. Dalam hal ini kita harus mengesampingkan asumsi lemah bahwa jejak laetolo telah dibuat oleh jenis Lucy yaitu Australopithecus aferensis. Dengan kata lain jejak-jejak berumur 36 juta tahun ini tidak mungkin milik Australopithecus. Satu-satunya alasan mengapa jejak-jejak ini dianggap berasal darinya adl krn jejak tersebut berada pada lapisan vulkanik berumur 36 juta tahun. Jejak tersebut dianggap milik Australopithecus dgn asumsi bahwa manusia tidak mungkin telah hidup pada zaman seawal itu. Penafsiran jejak Laetoli menunjukkan kepada kita suatu realita yg sangat penting. Evolusionis mendukung teorinya tidak dgn mempertimbangkan temuan ilmiah tetapi justru mengabaikannya. Di sini kita mendapati sebuah teori yg dibela secara membabi buta dan semua temuan yg bertentangan dgn teori tersebut diabaikan atau diselewengkan demi tujuan mereka. Singkatnya teori evolusi bukan ilmu pengetahuan tetapi dogma yg dijaga agar tetap hidup dgn mengabaikan ilmu pengetahuan. Kebuntuan Bipedalisme bagi Evolusi Terlepas dari catatan fosil yg kita diskusikan lebarnya jarak perbedaan anatomis antara manusia dan kera juga menggugurkan cerita rekaan evolusi manusia. Salah satu perbedaan ini berhubungan dgn cara berjalan. Manusia berjalan tegak dgn kedua kakinya. Suatu cara bergerak yg sangat unik dan tidak didapati pada spesies-spesies lain. Sebagian hewan memang memiliki kemampuan terbatas utk bergerak sembari berdiri dgn kedua kaki belakangnya. Hewan seperti beruang dan monyet terkadang bergerak seperti ini ketika hendak menggapai makanan dan hanya selama beberapa saat. Normalnya kerangka mereka condong ke depan dan mereka berjalan dgn empat kaki. Lalu kemudian apakah bipedalisme merupakan hasil evolusi dari cara berjalan monyet yg kuadripedal seperti yg diklaim evolusionis? Tentu saja tidak. Penelitian telah menunjukkan bahwa evolusi bipedalisme tidak pernah dan tidak mungkin terjadi. Pertama cara berjalan bipedal bukan suatu keuntungan. Cara monyet bergerak lbh mudah lbh cepat dan lbh efisien daripada cara berjalan bipedal manusia. Manusia tidak dapat meloncat dari satu pohon ke pohon lain tanpa menyentuh tanah seperi simpanse atau berlari dgn kecepatan 125 km/jam seperti cheetah. Sebaliknya krn menusia berjalan dgn kedua kakinya ia bergerak jauh lbh lambat di atas tanah. Untuk alasan yg sama manusia adl salah satu spesies yg paling tidak terlindung di alam jika ditinjau dari gerakan dan pertahanan. Menurut logika evolusi monyet seharusnya tidak berevolusi mengambil cara berjalan bipedal. Sebaliknya manusialah yg seharusnya berevolusi menjadi kuadripedal. Kebutuhan lain dari klaim evolusi adl bahwa cara berjalan bipedal tidak sesuai dgn model “perkembangan bertahap” Darwinisme. Model ini yg menjadi dasar evolusi mengharuskan adanya suatu cara berjalan “gabungan” antara cara berjalan bipedal dan kuadripedal. Tetapi penelitian komputer yg dilakukan Robin Crompton seorang ahli paleoantropologi Inggris pada tahun 1966 menunjukkan bahwa “gabungan” ini mustahil terjadi. Crmpton mencapai kesimpulan berikut ini “Makhluk hidup hanya dapat berjalan tegak atau dgn keempat kakinya. Cara berjalan setengah-setengah antara bipedal dan kuadripedal sangat menguras energi. Itu sebabnya tidak mungkin ada makhluk setengah bipedal.” Jarak yg terlalu jauh antara manusia dan kera tidak hanya meliputi bipedalisme. Masih banyak hal lain yg tidak dapat diterangkan seperti kapasitas tengkorak kemampuan berbicara dan sebaginya. Elaine Morgan seorang ahli paleoatropologi evolusionis mengakuinya “Empat mistri yg paling membingungkan tentang manusia adalah
    Mengapa mereka berjalan dgn dua kaki?
    Mengapa mereka kehilangan seluruh bulu?
    Mengapa mereka mengembangkan otak yg besar?
Mengapa mereka belajar berbicara? Jawaban ortodoks utk pertanyaan-pertanyaan ini adalah kita belum tahu; kita belum tahu; kita belum tahu; kita belum tahu. Daftar pertanyaan bisa bertambah panjang tanpa mengubah kemonotonan jawaban. Evolusi Kepercayaan yg Tidak Ilmiah Lord Solly Zuckerman adl salah seorang peneliti terkemuka dan terhormat di Inggris. Bertahun-tahun ia meneliti catatan fosil dan melakukan banyak penyelidikan secara terperinci. Ia dianugerahi gelar kebangsawanan “Lord” utk kontribusinya bagi ilmu pengetahuan. Zuckerman adl seorang evolusionis. Jadi komentarnya mengenai evolusi tidak dapat dianggap sebagai pernyataan utk menentang teori evolusi. Setelah bertahun-tahun meneliti fosil yg digunakan dalam skenario evolusi manusia ia berkesimpulan bahwa silsilah seperti itu tidak ada. Zuckerman juga menyusun sebuah “spektrum ilmu pengetahuan” yg menarik. Ia membentuk spektrum ilmu pengetahuan dari yg dianggapnya ilmiah hingga tidak ilmiah. Menurut spektrum Zuckerman yg paling “ilmiah” tergantung pada data konkret-adalah bidang kimia dan fisika. Setelah itu biologi kemudian diikuti ilmu-ilmu sosial. Pada ujung berlawanan yg dianggap paling tidak “ilmiah” terdapat “extra sensory perception ” konsep seperti telepati dan indra keenam dan terakhir adl “evolusi manusia”. Zuckerman menjelaskan alasannya “Kita kemudian bergerak dari kebenaran objektif langsung ke bidang-bidang yg dianggap sebagai ilmu biologi seperti extra sensory perception atau interprestasi sejarah fosil manusia. Dalam bidang-bidang ini segala sesuatu mungkin terjadi bagi yg percaya dan orang yg sangat percaya kadang-kadang mampu meyakini sekaligus beberapa hal yg saling kontradiktif. Lalu alasan apa yg membuat banyak ilmuwan berkeras mempertahankan dogma ini? Mengapa mereka berusaha begitu keras mempertahankan teori ini agar tetap hidup walaupun harus mengalami berbagai konflik dan membuang bukti-bukti yg mereka temukan sendiri? Satu-satunya jawaban adl ketakutan mereka akan fakta yg harus mereka hadapi jika teori ini ditinggalkan. Fakta bahwa manusia diciptakan oleh Allah. Akan tetapi mengingat praduga dan filsafat materialistis mereka penciptaan adl konsep yg tidak dapat diterima evolusionis. Untuk alasan ini mereka menipu diri sendiri serta semua orang di dunia melalui kerja sama dgn media massa. Jika mereka tidak dapat menemukan fosil yg dibutuhkan mereka akan “membuatnya” baik dalam bentuk gambar rekaan atau model-model khayalan dan mencoba memberikan kesan bahwa fosil-fosil yg membuktikan teori evolusi benar-benar ada. Sebagian media massa yg menganut pandangan materialistis juga mencoba menipu masyarakat dan menanamkan kisah evolusi ke alam bawah sadar manusia. Sekeras apa pun mereka mencoba kebenaran tetap jelas manusia muncul bukan melalui proses evolusi tetapi krn telah diciptakan Allah. Karena itu manusia bertanggung jawab kepada-Nya betapa pun ia tidak ingin menerima tanggung jawab ini. Sumber The Evolution Deceit Harun YahyaDiterjemahkan dan diterbitkan oleh Penerbit Dzikra Telp. 7276475 7232147 E-mail dzikra@syaamil.co.id Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Indonesia

Ahmadiyyah:
Aliran Ahmadiyah Qodiyan itu berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad dari India adl nabi dan rasul kemudian bagi yg tidak mempercayainya adl kafir murtad. Ahmadiyah Qodiyan memang mempunyai nabi dan rasul sendiri yaitu Mirza Ghulam Ahmad dari India. Ahmadiyah Qodiyan mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab suci Tadzkirah. Mereka menganggap kitab suci Tadzkirah adl kumpulan wahyu yg diturunkan Tuhan kepada Mirza Ghulam Ahmad yg kesuciannya sama dgn kitab suci Alquran krn sama-sama wahyu dari tuhan tebalnya lbh tebal dari Alquran. Kalangan Ahmadiyah mempunyai tempat suci tersendiri utk melakukan ibadah haji yaitu Rabwah dan Qodiyan di India. Mereka mengatakan “Alangkah celakanya orang yg telah melarang dirinya bersenang-senang dalam haji akbar ke Qodiyan. Haji ke Mekah tanpa haji ke Qodiyan adl haji yg kering lagi kasar.” Selama hidupnya “nabi” Mirza tidak pernah pergi haji ke Mekah. Kalau dalam keyakinan umat Islam para nabi dan rasul yg wajib dipercayai hanya 25 orang dalam ajaran Ahmadiyah ada 26 orang. Yang ke-26 tersebut adl “nabi” Mirza Ghulam Ahmad. Dalam ajaran Islam kitab samawi yg dipercayai ada empat buah yaitu Zabur Taurar Injil dan Alquran. Tetapi bagi ajaran Ahmadiyah Qodiyan kitab suci yg wajib dipercayai harus lima buah dan kitab suci yg kelima adl kitab suci Tadszkirah yg diturunkan kepada “nabi” Mirza Ghulam Ahmad ciptaan konspirasi politik internasional. Orang Ahmadiyah mempunyai perhitungan tanggal bulan dan tahun sendiri nama bulan Ahmadiyah adl Suluh Tablig Aman Syahadah Hijrah Ihsan Wafa Zuhur Tabuk Ikha’ Nubuwah Fatah. Adapun tahunnya adl Hijri Syamsi yg biasa mereka singkat dgn HS. Tahun Ahmadiyah saat ini adl 1373 HS . Kewajiban menggunakan tanggal bulan dan tahun Ahmadiyah tersendiri tersebut atas perintah khalifah Ahmadiyah yg kedua yaitu Basyiruddin Mahmud Ahmad. Berdasarkan firman “tuhan” yg diterima oleh “nabi” dan “rasul” Ahmadiyah yg terdapat dalam kitab suci “Tadzkirah” yg artinya “Dialah tuhan yg mengutus rasulnya ‘Mirza Ghulam Ahmad’ dgn membawa petunjuk dan agama yg benar agar dia memenangkannya atas segala agama-agama semuanya.” . Isinya meniru-niru kitab suci Alquran. Ahmadiyah mempunyai nabi dan rasul sendiri kitab suci sendiri tanggal bulan dan tahun sendiri tempat utk haji sendiri serta khalifah sendiri yg sekarang khalifah yg keempat yg bermarkas di Inggris Thahir Ahmad. Khalifah Ahmadiyah adl khalifah fiktif yg dibentuk dgn tujuan politik. Semua anggota Ahmadiyah diseluruh dunia wajib tunduk dan taat kepada Thahir Ahmad. Orang di luar Ahmadiyah adl kafir dan wanita Ahmadiyah haram menikah dgn laki-laki di luar Ahmadiyah. Jika tidak mau menerima Ahmadiyah tentu mengalami kehancuran. Berdasarkan ayat kitab suci Ahmadiyah Tadzkirahbahwa tugas dan fungsi Nabi Muhammad saw. sebagai nabi dan rasul yg dijelaskan oleh kitab suci umat Islam Alquran dibatalkan dan digantikan oleh “nabi” Ahmadiyah Mirza Ghulam Ahmad. Firman “tuhan” dalam kitab suci Tadzikrah “Sesungguhnya kami telah menurunkan kitab suci ‘Tadzkirah’ ini dekat dgn Qodian-India. Dan dgn kebenaran kami menurunkannya dan dgn kebenaran dia turun.” . Firman “tuhan” dalam kitab suci Tadzikrah”Katakanlah wahai Mirza Ghulam Ahmad ‘Jika kamu benar-benar mencintai Allah maka ikutilah aku’.” . Firman “tuhan” dalam kitab suci Tadzikrah”Dan kami tidak mengutus engkau wahai Mirza Ghulam Ahmad kecuali utk menjadi rahmat bagi seluruh alam.” . Firman “tuhan” dalam kitab suci Tadzikrah “Katakan wahai Mirza Ghulam Ahmad ‘Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu hanya diberi wahyu kepadaku’.” . Firman “tuhan” dalam kitab suci Tadzikrah “Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu-wahai Mirza Ghulam Ahmad-kebaikan yg banyak.” . Firman “tuhan” dalam kitab suci Tadzikrah “Sesungguhnya kami telah menjadikan engkau -wahai Mirza Ghulam Ahmad-imam bagi seluruh umat manusia.” . Firman “tuhan” dalam kitab suci Tadzikrah “Oh pemimpin sempurna engkau wahai Mirza Ghulam Ahmad seorang dari rasul-rasul yg menempuh jalan betul diutus oleh yg maha kuasa yg rahim.”. Firman “tuhan” dalam kitab suci Tadzikrah “Sesungguhnya kami telah menurunkannya pada malam lailatur qadar.”. Firman “tuhan” dalam kitab suci Tadzikrah “Dan bukan kamu yg melempar ketika kamu melempar tetapi Allahlah yg melempar. . Masih banyak lagi ayat-ayat kitab suci Alquran yg dibajaknya. Ayat-ayat yg dikutip di atas adl penodaan dan bajakan-bajakan dari kitab suci umat Islam Alquran. Mirza Ghulam Ahmad mengaku kepada umatnya bahwa ayat-ayat tersebut adl wahyu yg diterima dari “tuhannya” di India. Penodaan Agama dan Hukumnya Pada kitab Undang-Undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yg berbunyi sebagai berikut. PASAL 56 a Surat edaran Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Nomor D/BA.84 tanggal 20 September 1984 a.l. - Malaysia telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Malaysia sejak 18 Juni 1975. - Brunai Darus Salam juga telah melarang ajaran Ahmadiyah di seluruh Brunai Darus Salam. - Rabithah Alam Islamy yg berkedudukan di Mekah telah mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah adl kafir dan keluar dari Islam.- Pemerintah kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah adl kafir dan tidak boleh pergi haji ke Mekah. - Pemerintah Pakistan telah mengeluarkan keputusan bahwa Ahmadiyah golongan minoritas nonmuslim. Simpulan Ahmadiyah sebagai perkumpulan atau jemaat didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di Qodiyan India tahun 1889 yg krn perbedaan pandangan tentang penerus kepemimpinan dalam Ahmadiyah dan ketokohan pendirinya berkembang dua aliran yaitu Anjuman Ahmadiyah dan Anjuman Ishaat Islam Lahore . Kedua aliran tersebut mengakui kepemimpinan dan mengakui ajaran yg bersumber pada ajaran Mirza Ghulam Ahmad. Jemaat Ahmadiyah masuk dan berkembang di Indonesia sejak tahun 1920-an dgn menamakan diri Anjuman Ahmadiyah Qodiyan Departemen Indonesia dan kemudian dinamakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia yg dikenal dgn Ahmadiyah Qodiyan dan gerakan Ahmadiyah Lahore yg dikenal dgn Ahmadiyah Lahore. Mirza Ghulam Ahmad mengaku telah menerima wahyu dan dgn wahyu itu dia diangkat sebagai nabi rasul al-masih mau’ud dan imam mahdi. Ajaran dan paham yg dikembangkan oleh pengikut jemaat Ahmadiyah Indonesia khususnya terdapat penyimpangan dari ajaran Islam berdasarkan Alquran dan hadis yg menjadi keyakinan umat Islam umumnya antara lain tentang kenabian dan kerasulan Mirza Ghulam Ahmad sesudah Rasulullah saw. . Penutup Sebagai penutup kajian ini kami kutip sebuah ayat Alquran yg mengancam orang yg mengaku menerima wahyu serta menulis kitab dgn tangannya sendiri kemudian dikatakannya dari Allah SWT dgn dusta yg amat keji seperti yg dilakukan oleh “nabi” Mirza di atas. Allah SWT berfirman yg artinya “Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yg menulis al-kitab dgn tangan mereka sendiri lalu dikatakannya ‘Ini dari Allah’ utk memperoleh keuntungan yg sedikit dgn perbuatan itu. Maka kecelakaanlah bagi mereka akibat dari apa yg ditulis oleh tangan mereka sendiri dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat dari apa yg mereka kerjakan.” . Sumber Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia.

Tassawuf dalam pandangan Ibnu Taimiyyah dan Hasan Al-Banna:
Telah sering kita mengangkat pembicaraan mengenai tasawuf. Dan telah muncul banyak versi dan persepsi mengenai tema ini. Terhitung sejak kemunculannya yg pertama hingga sekarang ini tak terhitung lagi kelompok/aliran yg mengidentifikasi dirinya sebagai ahli tasawuf. Sehingga makin kaburlah pemahaman dan kebenaran pun semakin sulit dilacak. Sampai akhirnya munculla dua kelompok yg sama-sama ekstrem dalam hal menyikapi tasawuf ini. Satu kelompok adl mereka yg memuji secara berlebih-lebihan kelompok yg lain mencerca dan mencela habis-habisan. Untuk itu mendesak kiranya bagi generasi ini utk menjernihkan duduk perkara dan mengembalikan segala sesuatunya pada tempat semula. Di antara cara yg paling selamat adl dgn cara kita mengambil pendapat dari para ulama yg ahli dalam masalah ini serta mempunyai integritas dan otoritas keilmuan yg sekiranya dapat dipertanggungjawabkan.Berikut akan kita simak pendapat dua imam mengenai masalah ini. Pendapat Ibnu Taimiyah Tasawuf muncul pertama kali di Basrah. Syaikhul Islam pernah berkata “Pertama kali muncul tasawuf itu di Basrah. Sedang orang yg pertama kali membangun tasawuf adl shahabat-shahabat Abdul Wahid bin Zaid. Beliau sendiri adl salah satu dari shahabat Hasan. Ketika itu di Basrah ada fenomena ekstrem dalam hal zuhud ibadah khauf dan sebagainya yg tidak ada bandingannya selama ini.” . Syaikhul Islam telah mengambil pendapat terkuat mengenai penamaan tasawuf yakni berasal dari pakaian yg bernama shuf. Seputar Kerancuan Tasawuf Bermula dari sekelompok orang yg ingin menjalani kehidupan ini dgn sikap zuhud. Mereka begitu berlebihan dalam memahami dan memraktikkan semua ini sehingga melahirkan perilaku yg tidak pernah dikenal pada zaman shahabat generasi pertama Islam tidak juga pada masa tabi’Imam Nasa’i. Memang diantara mereka ada yg tetap istiqamah dan bersikap tawazun namun banyak juga yg berlebihan. Diantara mereka ada yg mukhlish ada juga yg dusta. Ada yg alim dan takwa ada pula yg jahil. Oleh karenanya tumpang tindihlah antara pujian disatu sisi dan celaan di sisi yg lain. Syaikhul Islam berkata “Orang-orang berselisih pendapat mengenai tasawuf. Sebagian mencela tasawuf seraya berkata Mereka adl ahli bid’ah yg telah keluar dari Sunnah. Dari para imam yg mewakili kelompok ini kita dapatkan banyak fatwa yg kemudian banyak diikuti oleh kelompok lain terutama dari kalangan ahli fiqh dan ilmu kalam. Sementara kelompok yg lain memujinya secara berlebihan seraya mengatakan bahwa ahli tasawuf adl makhluk yg paling mulia dan paling sempurna setelah Nabi.” . “Apa yg dikemukakan kedua kelompok di atas sama-sama tercelanya. Yang benar adalah Mereka itu orang-orang yg taat kepada Allah sebagaimana para ahli taat lainnya. Ada sebagian mereka yg ada di depan krn kesungguhan ketaatannya dan ada juga yg cukupan. Selain dari keduanya ada juga orang yg berusaha namun jatuh dalam kekeliruan sehingga banyak berbuat dosa. Sedangkan diantara orang-orang yg menisbatkan diri kepada golongan mereka ada yg menganiaya diri sendiri dan suka berbuat maksiat kepada Rabbnya.” . Tasawuf Hakekatnya Baik Beliau menjelaskan bahwa tasawuf itu asalnya baik. Ia berakar dari sikap zuhud ibadah tazkiyatun nafs shidiq dan ikhlas. Tasawuf bagi mereka memiliki beberapa prinsip yg telah dikenal yg telah jelas batas-batas dan asal-uslnya. Seperti yg mereka katakana bahwa shufi adl orang yg bersih dari kotoran dan sarat dgn muatan piker. Baginya sama saja antara emas dan batu. Tasawuf juga berarti menyembunyikan ma’na dan menghindari pengakuan manusia atau yg semisalnya. Mereka menghendaki dari ma’na tasawuf itu shidiq. . Lambat laun bergeserlah kesucian pemahaman dan konsep dasar ini kepada pemahaman yg juz’iyah dan rancu. Masuklah orang-orang atau kelompok yg menisbatkan sebagai shufi namun menyimpang dari prinsip semula. Mulailah praktek bid’ah dan khurafat masuk di dalamnya. Yang bahkan diingkari sendiri oleh tokoh-tokoh yg lurus di antara mereka sendiri. Beberapa kalangan dari ahli bid’ah dan zindiq telah menisbatkan dirinya pada tasawuf namun dikalangan tokohnya yg lurus mereka tidak dianggapnya. Seperti Al-Hallaj misalnya banyak dari tokoh tasawuf yg mengingkarinya dan mengeluarkannya dari shaf mereka. Juga Junaid bin Sayyidut Thaifah dan lain sebagainya sebagaimana tersebut dalam kitab Thabaqat Shufiyyah oleh Syaikh Abu Abdir Rahman as-Sulami?. Maka secara garis besar tasawuf terbagi dua

    Tasawuf Ahli Ilmu dan Istiqamah Tokoh-tokohnya adalh Fudhail bin Iyadh Ibrahim bin Adham. Abu Sulaiaman ad-Darani Ma’ruf al-Karkhi. Junaid bin Muhammad Sahl bin Abdullah at-Tastari dan lain sebagainya. Semoga Allah memberikan ridha-Nya kepada mereka.
    Tasawuf Filsafat Bid’ah dan Zindiq Tasawuf serupa ini yg memunculkan ajaran-ajaran aneh semisal wihdatul wujud hulul dan ittihad . Do’a al-amwat mendakwakan diri tahu hal ghaib dan sebagainya yg nyata-nyata bertentangan dgn syari’at. Pendapat Imam Syahid Imam Syahid adl mujahid sekaligus mujaddid besar abad ini. Beliau seorang yg tegas dan keras dalam menyikapi penyelewengan dalam masalah din. Namun kelembutan hati dankemuliaan akhlak beliau menjadikan ketegasan itu sesuatu yg bijaksana. Bahkan sangat bijaksana sehingga beliau dicintai sekaligus disegani oleh semua kalangan. Melengkapi itu semua beliau juga seorang yg alim sehingga semua pendapat dan pendiriannya atas dasar ilmu dan hujjah yg jelas sehingga tidak menyeleweng dari syari’at. Beliau mema’nai tasawuf dalam kerangka ma’na yg shahih sesuai Al-Kitab dan Sunnah. Beliau memuji hal-hal yg patut dipuji dan mencela sesuatu yg memang tercela. Bersama jamaah yg dirintisnya beliau menjadikan tasawuf sebagai bagian yg tidak terpisahkan dari bangunan Islam yg syamil. Tercermin dari doktrin yg beliau pancangkan bahwa jamaah ini merupakan
    Da’wah Salafiyyah. Karena dia mengacu pada Al-Qur’an dan Sunnah serta menjadikan salafus shalih sebagai sumber keteladanan.
    Thariqah Sunniyah. Karena dia akan membawa kepada beramal sesuai dgn bimbingan sunnah dalam segala hal khususnya dalam aqidah dan ibadah.
    Hakekat Shufiyyah. Karena mereka mengetahui bahwa asas kebajikan adl kebersihan jiwa kesucian hati kemurnian niat melatih amal cinta kepada Allah dan mengikatkan diri pada kebaikan.
    Hai’ah Siasiyyah.
    Jama’ah riyadhiyah.
    Rabithah Ilmiyah Tsaqafiyah.
    Syirkah Iqtishadiyah dan seterusnya. Tasawuf dan Jihad Tasawuf tidaklah identik dgn ketidakpedulian terhadap dunia luar dan meninggalkan jihad. Bahkan tokoh-tokoh besar dari tasawuf yg lurus sepanjang sejarah banyak terlibat dalam jihad fi sabilillah. Untuk melengkapi pembicaraan ini baiklah saya kemukakan dihadapan anda semua bahwa kaum Muslimin sepanjang masa tidak pernah lepas dari jihad. Baik ulama para shufi dan anggota masyarakat yg lainnya. Sebutlah misalnya Abdullah bin Mubarak. Seorang ulama yg faqih zuhud dan ahli ibadah. Sebagian besar dari umur beliau adl digunakan utk berjihad. Juga tokoh shufi Abdul Wahid bin Zaid seorang shufi besar yg zuhud. Ada lagi Syaqiq al Bakhla Syaikh shufi yg menggerakkan murid-muridnya mengangkat senjata dalam jihad. Ada pula al-Badrl ‘Aini pensyarah Shahih Bukhari yg faqih dan ahli hadits. Dia mengajar setahun berperang setahun dan berhaji setahun?Juga Imam Syafi’i yg masyur itu. Beliau adl ahli melempar. Demikian para salafush shalih pendahulu kita?. Salah seorang pelopor tasawuf adl Imam Hasan al Bashri. Yang menyeru kepada dzikrullah dzikrul maut tazkiyatun nafw. Dan sikap zuhud menuju taat dan takwa kepada Allah. Itulah satu bentuk aliran tasawuf yg beliau menamakan sebagai ilmu tarbiyah was suluk . Tidak disangsikan lagi bahwa ini termasuk bagian inti dari ajaran Islam. Dan harus diakui bahwa tasawuf semacam ini telah berhasil mengobati penyakit kejiwaan sampai batas yg tidak dapat dicapai oleh cara selainnya. Kalaupun kemudian muncul sikap-sikap berlebihan maka dia adl tasawuf yg tersesat. Dan diakui memang hal demikian telah banyak terjadi bahkan tasawuf juga telah tercemar oleh filsafat dan logika yg menyesatkan. Kita prihatin terhadap yg demikian tanpa harus menutup mata dari kebaikan-kebaikan yg ada. Imam Syahid Seorang Sufi Sekiranya kita bersepakat utk memaknai tasawuf dalam ma’nanya yg lurus maka akan kita dapatkan bahwa Imam Shahid adl salah seorang ahlinya. Sebagian umur beiau telah dilewatkan sebagai anggota sebuah aliran sufi yg bernama Thariqah al-Hashifiyah. Untuk itu biarlah beliau sendiri menceritakanihwalnya. “Saya secara rrutin mengamalkan wazhifah ar-Ruzuqiyah . Dan saya juga mendapatkan ayah saya menyusun hal serupa dgn menunjukkan dalil-dalil yg keseluruhannya diambil dari Kitabullah dan Sunnah yg shahih. Tidak ada di sana kalimat yg aneh-aneh ungkapan filsafat atau lainnya yg tidak mengandung do’a.” . selanjutnya beliau juga bercerita tentang Syaikh Hasanain al Hashaf sebagai pendirinya serta bagaimana pola dakwahnya. “Suatu saat Syaikh mengunjungi seorang yg bernama Basya dia seorang Perdana Menteri. Kemudian masuklah seorang ulama memberi salam kemudian membungkuk sampai hampir seperti ruku’. Maka bangkirlah Syaikh dgn marah dan memukul kedua pipi ulama tersebut dgn keras seraya berkata “Hai berdirilah! Sesungguhnya ruku’ itu tidak boleh dilakukan kecuali kepada Allah. Janganlah engkau menghinakan agama dan ilmu supaya engkau tidak dihinakan Allah.” Dan tidak sepatah katapun terucap kala itu baik dari sang alim maupun dari Perdna Menteri. Pada saat yg lain beliau menunjungi masjid Husain dgn sebagian muridnya. Ia berdiri di atas kubur membacakan do’a-do’a ma’tsur. Kemudian salah seorang muridnya berkata “Ya Syaikh mintalah kepada Sayyidina Husain agar dia meridhai saya.” Serta merta dgn marah beliau menjawab “Yang meridhao saya kamu dan dia hanyalah Allah.”Inilah dia thariqah yg lurus jauh dari segala penyimpangan terhadap syara’. Di sini pulalah telah ditanam dan dibesarkan jiwa dan akhlak Imam Syahid. Akhirnya jelaslah bagi kita bahwa kedua Imam lagi-lagi bertemu pemahaman dalam masalah tasawuf ini. Keduanya berpihak kepada pemahaman dan perilaku yg lurus dalam masalah ini. Serta menyeru utk menjauhi segala bentuk penyimpangan dan penyelewengan dari patokan yg ada dalam Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Maka marilah kita pun memahami permasalahan sebagaimana pemahaman kedua beliau. Semoga ampunan dan rahmat Allah atas keduanya. Amin. Diadaptasi dari Kitab “Ma’an ‘Ala Thariqid-Da’wah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah wa Imam Asy-Syahid Hasan al-Banna.” Oleh Muhammad FajriSumber Majalah Almuslimun No. 311 Tahun. XXVI Ramadhan/Syawal 1416 H Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

    Nash-nash Al-Qur'an yang merupakan Hujjah bagi Ulama dan Kaum Awam,
    Ketika sampai Mereka.

Ja'far Bin Abi Thalib :
Ia seorang yg gagah tampan berwibawa. Warna kulitnya yg cerah bercahaya kelemah-lembutannya yg sopan santun kebaikannya yg rendah hati dan kasih sayang serta kebersihan hidup dan kesucian jiwanya semua itu memperlihatkan kepada kita betapa miripnya jasmani dan perangainya dgn Rasulullah saw. Pada dirinya juga bertemau pokok kebaikan dan keutamaan. Ia diberi gelar oleh Rasulullah saw sebagai “bapak si miskin.” Ia datang kepada Rasulullah saw memasuki agama Islam dgn mengambil kedudukan tinggi di antara mereka yg sama-sama pertama kali beriman. Isterinya Amma binti ‘Umais juga ikut menganut Islam pada hari yg sama. Keduanya dgn keberanian dan ketabahannya tampil ke muka utk hijrah ke Habsy hingga tinggal di sana selama bebarap tahun. Di sana mereka dikaruniai tiga orang anak Muhammad Abdullah dan ‘Auf. Dengan hati yg tenang akal pikiran yg cerdas jiwa yg mempu membaca situasi dan kondisi serta lidah yg fasih Ja’far bin Abi Thalib menjadi juru bicara yg lancar dan sopan selama di Ethiopia. Kaum Quraisy yg musyrik tidak senang dgn hijrahnya beberapa kaum muslimin ke Ethiopia. Mereka sangat takut dan cemas jika kaum muslimin menyebar dan bertambah kuat. Oleh krn itu para pemimpin Quraisy mengirimkan dua orang utusan terpilih utk menghadap kaisar di Habsy lengkap dgn membawa hadiah-hadiah yg sangat berharga. Kedua utusan itu Abdullah bin Abi rabi’ah dan Amar bin Ash menyampaikan harapan Quraisy agar Negus mengusir kaum muslimin yg hijrah ke Habsy. Negus yg waktu itu bertahta di singgasana Ethiopia adl seorang tokoh yg mempunyai iman yg kuat. Dalam lubuk hatinya ia menganut agama Nasrani secara murni dan padu jauh dari penyelewengan dan lepas dari fanatik buta dan menutup diri. Nama baiknya telah tersebar ke mana-mana dan perjalanan hidupnya yg adil telah melampaui batas negerinya. Oleh krn itulah Rasulullah memilih negerinya menjadi tempat hijrah bagi sahabat-sahabatnya dan krn ini pulalah kaum kafir Quraisy merasa khawatir kalau-kalau maksud dan tipu muslihat mereka menjadi gagal dan tidak berhasil. Pemimpin-pemimpin Quraisy menasehati kedua utusannya agar mereka mendekati dan memberikan hadiah-hadiah kepada patrik dan uskup terlebih dahulu sebelum menghadap kepada kaisar. Hal itu bertujuan agar para pendeta merasa puas dan berpihak kepada mereka. Sampailah kedua utusan itu ke tempat tujuan mereka Ethiopia. Mereka menghadap pemimpin-pemimpin agama dgn membawa hadiah-hadiah yg besar kemudian mengirim hadiah-hadiah kepada Negus. Demikianlah keduanya terus-menerus membangkitkan dendam kebencian di antara para pendeta. Dengan sokongan moril para pendeta itu keduanya berharap kepada Negus agar mengusir kaum muslimin kelaur dari negerinya. Suatu ketika dataglah hari-hari di saat keduanya akan menghadap kaisar yg telah ditetapkan. Kaum muslimin pun diundang utk menghadapi dendam kesumat Quraisy yg masih hendak melakukan muslihat keji dan menimpakan siksaan kepada mereka. Dengan air muka yg jernih berwibawa dan kerendahan hati yg penuh pesona Baginda Negus pun duduk di atas kursi kebesarannya yg tinggi dikelilingi oleh para pembesar gereja dan lingkungan terdekat istana. Di hadapannya di atas suatu ruangan luas duduk pula kaum Muhajirin Islam yg diliputi suasana penuh ketenangan dan ketenteraman. Kedua utusan kaum Quraisy berdiri mengulangi tuduhan mereka yg pernah mereka lontarkan terhadap kaum muslimin di hadapan kaisar pada suatu pertemuan khusus yg disediakan oleh kaisar sebelum pertemuan besar yg menegangkan ini. “Baginda Raja yg mulia..! telah menyasar orang-orang bodoh dan tolol ke negeri paduka. Mereka tinggalkan agama nenek moyang mereka tetapi tidak pula hendak memasuki agama paduka; bahkan mereka membawa agama baru yg mereka ada-adakan yg tak pernah kami kenal dan tidak pula oleh paduka. Sungguh kami telah diutus oleh orang-orang mulia dan terpandang di antara bangsa dan bapak-bapak mereka paman-paman mereka keluarga-keluarga mereka agar paduka sudi mengembalikan orang-orang ini kepada kaumnya kembali.” Negus memalingkan mukanya ke arah kaum muslimin sambil melontarkan pertanyaan “Agama apakah itu yg menyebabkan kalian meninggalkan bangsa kalian tetapi tidak memandang perlu kepada agama kami?” Ja’far bin Abi Thalib pun bangkit berdiri utk menunaikan tugas yg telah dibebankan oleh kawan-kawannya sesama Muhajirin yakni tugas yg telah mereka tetapkan dalam suatu rapat yg diadakan sebelum pertemuan ini. Dilepaskannya pandangan ramah penuh kecintaan kepada baginda Raja yg telah berbuat baik menerima mereka lalu berkata “Wahai paduka yg mulia! Dahulu kami memang orang-orang jahil dan bodoh kami menyembah berhala memakan bangkai melakukan pekerjaan keji memutuskan tali silaturahmi menyakiti tetangga dan orang yg berhampiran. Waktu itu yg kuat memakan yg lemah hingga datanglah masanya Allah mengirim Rasul-Nya kepada kami dari kalangan kami. Kami kenal asal-usul kejujuran ketulusan dan kemuliaan jiwanya. Ia mengajak kami utk mengesakan Allah dan mengabdikan diri pada-Nya dan agar membaung jauh-jauh apa yg pernah kami sembah bersama bapak-bapak kami dulu berupa batu-batu dan berhala. Beliau menyuruh kami bicara benar menunaikan amanah menghubungkan silaturrahmi berbuat baik kepada tetangga dan menahan diri dari menumpahkan darah serta semua yg dilarang Allah.” “Dilarangnya kami berbuat keji dan zina mengeluarkan ucapan bohong memakan harta anak yatim dan menuduh berbuat jahat terhadap wanita-wanita yg baik-baik. Lalu kami benarkan dia dan kami beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa dan tidak kami persekutukan sedikit pun juga; dan kami haramkan apa yg diharamkan-Nya kepada kami; dan kami halalkan apa yg dihalalkan-Nya utk kami karenanya kaum kami sama memusuhi kami dan menggoda kami dari agama kami agar kami kembali menyembah berhala lagi dan kepada perbautan-perbuatan jahat yg pernah kami lakukan dulu. Maka sewaktu mereka memaksa dan menganiaya kami dan mengencet hidup kami dan mengahalangi kami dari agama kami kami kelaur hijrah ke negeri paduka dgn harapan agar mendapatkan perlindungan paduka dan terhindar dari perbuatan-perbautan aniaya mereka..” Ja’far bin Abi Thalib mengucapkan kata-kata mempesona ini laksana cahaya fajar. Kata-kata itu membagkitkan perasaan dan keharuan pada jiwa Negus lalu sambil menolak pada Ja’far bin Abi Thalib baginda bertanya “Apakah Anda ada membawa sesuatu yg diturunkan atas Rasulmu itu?”Jawab Ja’far bin Abi Thalib “Ada” Tukas Negus lagi “Cobalah bacakan padaku.” Lalu Ja’far bin Abi Thalib membacakan bagian dari surat Maryam dgn irama yg penuh merdu penuh kekhusuan dan memikat hati. Mendengar itu Negus lalu menangis dan para pendeta serta pembesar-pembesar agama lainnya pun tak tahan utk meneteskan air matanya. Sewaktu air mata lebat dari baginda sudah terhenti ia pun berpaling kepada kedua utusan Quraisy itu seraya berkata “Sesungguhnya apa yg dibaca tadi dan yg dibawa oleh Isa as sama memancar dari satu pelita. Kamu keduanya dipersilahkan pergi! Demi Allah kami tak akan menyerahkan mereka kepada kamu!” Akhirnya pertemuan itu pun bubar. Allah telah menolong hamba-hamba-Nya dan menguatkan mereka sementara kedua utusan Quraisy mendapat kekalahan yg hina. Akan tetapi Amr bin Ash seorang yg lihai dan ulung yg penuh dgn tipu muslihat licik tidak hendak menyerah begitu saja apalagi berputus asa. Begitu ia kembali bersama temannya ke tempat tinggalnya tak habis-habisnya ia berpikir dan memutar otak dan akhirnya berkata kepada temannya “Demi Allah besok aku akan kembali menemui Negus akan kusampaikan kepada baginda keterangan-keterangan yg akan memukul kaum muslimin dan membasmi urat akar mereka.” Teman-temannya menjawab “Jangan lakukan itu bukankah kita masih ada hubungan keluarga dgn mereka sekalipun mereka berselisih paham dgn kita.” Jawab Amr “Demi Allah akan kuberitakan kepada Negus bahwa mereka mendakwakan Isa anak Maryam itu manusia biasa seperti manusia yg lainnya.” Inilah rupanya tipu muslihat baru yg telah diatur oleh utusan Quraisy terhadap kaum Muslimin utk memojokkan mereka ke sudut yg sempit dan utk menjauhkan mereka ke lembah yg curam. Seandainya orang Islam terang-terangan mengatakan bahwa Isa itu salah seorang hamba Allah seperti manusia lainnya pasti hal ini akan membangkitkan kemarahan dan permusuhan raja. Sebaliknya jika mereka meniadakan pada Isa ujud manusia biasa niscaya keluarlah mereka dari aqidah agama mereka. Besok paginya kedua utusan itu segera menghadap Raja dan berkata kepadanya “Wahai Sri Paduka! orang-orang Islam itu telah mengucapkan suatu ucapan keji yg merendahkan kedudukan Isa.” Para pendeta dan kaum agama menjadi geger dan gempar. Gambaran dari kalimat itu cukup menggoncangkan Negus dan para pengikutnya. Mereka memanggil orang-orang Islam sekali lagi utk menanyai bagaimana sebenarnya pandangan agama Islam tentang Isa al Masih. Sebelum datang orang-orang Islam duduk berunding utk menentukan sikap terbaiknya dalam menghadapi situasi semacam ini. Akhirnya memperoleh kata sepakat utk menyatakan yg haq saja sebagaimana yg mereka dengar dari Nabi Muhammad saw. Mereka tak hendak menyimpang serambut pun dari padanya dan biarlah apa yg akan terjadi. Pertemuan baru pun diadakan. Negus mulai melakukan percakapan dgn bertanya kepada Ja’far bin Abi Thalib “Bagaimana pandangan kalian terhadap Isa?” Ja’far bin Abi Thalib bangkit sekali lagi laksana menara laut yg memancarkan sinar terang ujarnya “Kami akan mengatakan tentang Isa as sesuai dgn keterangan yg dibawa Nabi kami Muhammad saw bahwa Ia adl seorang hamba Allah dan Rasul-Nya serta kalimah-Nya yg ditiupkan-Nya kepada Maryam dari pada-Nya.” Negus bertepuk tangan tanda setuju seraya mengumumkan memang demikianlah yg dikatakan al Masih tentang dirinya. Tetapi pada barisan pembesar agama yg lain terjadi hiruk-pikuk seolah-oleh melihat ketidaksetujuan mereka. Negus yg terpelajar lagi beriman terus melanjutkan bicaranya seraya berkata kepada orang-orang Islam “Silakan sekalian Anda hidup bebas di negeriku! Siapa berani mencela dan menyakiti Anda orang itu akan mendapat hukuman yg setimpal dgn perbuatannya itu.” Kemudian Negus berpaling kepada orang-orang besarnya yg terdekat lalu sambil mengisyaratkan dgn telunjuknya ke arah kedua utusan kaum Quraisy berkatalah ia “Kembalikan hadiah-hadiah itu kepada kedua orang ini! Aku tak membutuhkannya! Demi Allah Allah tak pernah mengambil uang sogokan dari padaku di kala ia mengaruniakan takhta ini kepadaku krn itu aku pun tak akan menerimanya dalam hal ini.” Kedua kalinya kedua utusan Quraisy itu pun pergi keluar meninggalkan tempat pertemuan dgn perasan hina dan terpukul. Mereka segera memalingkan arah perjalanannya pulang menuju Mekah. Orang-orang Islam pun keluar di bawah pimpinan Ja’far bin Abi Thalib utk memulai kehidupan baru di tanah Ethiopia yakni penghidupan yg aman tenteram sebagaimana mereka katakan “Dinegeri yg baik dgn tetangga yg baik” hingga akhirnya datang saatnya Allah mengizinkan mereka kembali kepada Rasul mereka kepada sahabat dan handai taulan serta kampung halaman mereka. Di kala Rasulullah bersama Kaum Muslimin sedang bersukaria dgn kemenangan atas jatuhnya Khaibar tiba-tiba mucullah Ja’far bin Abi Thalib bersama sisa Muhajirin lainnya dari Ethiopia. Tak terkatakan besarnya hati Nabi dan betapa bertambah bahagia dan gembiranya ia krn kedatangan mereka. Dipeluknya Ja’far bin Abi Thalib dgn mesra sambil berkata “Aku tak tahu entah mana yg lbh menggembirakanku Apakah dibebaskannya Khaibar atau kembalinya Ja’far bin Abi Thalib.” Dengan berkendaraan Rasulullah pergi bersama sahabat-sahabatnya ke Mekah utk melaksanakan umrah qadla. Sekembalinya ke Madinah jiwa Ja’far bin Abi Thalib bergelora dan dipenuhi keharuan setelah mendengar berita dan cerita sekitar sahabat-sahabatnya kaum muslimin baik yg gugur sebagai syuhada maupun yg masih hidup selaku pahlawan-pahlawan yg berjasa dari perang Badar perang Uhud Khandak dan peperangan-peperangan lainnya. Kedua matanya basah berlinang mengenang mukminin yg telah menepati janjinya dgn mengorbankan nyawa krn Allah. “Kapankah aku akan berbuat demikian?” pikirnya. Hatinya terasa terbang merindukan surga ia pun menunggu-nunggu kesempatan dan peluang yg berharga itu berjuang sebagai shahid di jalan Allah. Suatu ketika pasukan-pasukan Islam yg telah kita bicarakan dahulu sedang bersiap-siap hendak diberangkatkan menuju medan perang Muktah. Bendera dan panji-panji perang berkibar dgn megahnya disertai dgn gemerincingnya bunyi senjata. Ja’far memandang peperangan ini sebagai peluang yg sangat baik dan satu-satunya kesempatan seumur hidup utk merebut salah satu di antara dua kemungkinan membuktikan kejayaan besar bagi Agama Allah dalam hidupnya atau ia akan beruntung menemui syahid di jalan Allah. Ia kemudian memohon kepada Rasulullah utk turut serta mengambil bagian dalam peperangan ini. Ja’far mengetahui benar bahwa peperangan ini tidaklah enteng dan main-main bahkan bukan peperangan yg kecil malah sebenarnya inilah suatu peperangan yg luar biasa baik tentang jauh dan sulitnya medan yg akan ditempuh maupun tentang besarnya musuh yg akan dihadapi yg belum pernah dialami umat Islam selama ini. Suatu peperangan melawan bala tentera kerajaan Romawi yg besar dan kuat yg memiliki kemampuan perlengkapan dan pengalaman serta didukung oleh alat persenjataan yg tak dapat ditandingi oleh orang-orang Arab maupun kaum muslimin. Walaupun demikian perasaan hati dan semangatnya utk berjihad di jalan Allah tidak bisa mengurungkan tekadnya utk ikut berperang bersama pasukan kaum muslimin lainnya. Akhirnya Ja’far diangkat Rasulullah menjadi panglima pasukan. Pasukan kaum muslimin mulai bergerak menuju Syria. Pada suatu hari yg dahsyat kedua pasukan itu pun berhadapan muka dan tak lama kemudian pecahlah pertempuran hebat. Romawi mengerahkan pasukannya sebanyak 200.000 orang prajurit. Meskipun melihat betapa banyaknya pasukan musuh Ja’far dan kaum muslimin lainnya tidak gentar dan tidak ciut nyalinya utk menghadapi pasukan kafirin itu. Pada saat panji-panji pasukan hampir jatuh dari tangan kanan Zaid bin Haritsah dgn cepatnya panji-panji itu disambar oleh Ja’far dgn tangan kanannya. Dengan panji-panji di tangan ia terus menyerbu ke tengah-tengah barisan musuh. Prajurit Romawi semakin banyak mengelilinginya. Ja’far melompat terjun dari kudanya dan berjalan kaki lalu mengayunkan pedangnya ke segala jurusan yg mengenai leher musuhnya laksana malaikat maut pencabut nyawa. Sekilas terlihat olehnya seorang serdadu musuh melompat hendak menunggangi kudanya. Karena ia tak sudi hewannya itu dikenderai oleh manusia najis Ja’far pun menebas kudanya dgn pedangnya sampai tewas. Setapak demi setapak ia terus berjalan di antara barisan serdadu Romawi yg berlapis-lapis laksana deru angin mengeroyok hendak membinasakannya sementara suara meninggi dgn ucpannya yg gemuruh “Wahai surga yg kudambakan mendiaminya harum semerbak baunya sejuk segar air minumnya. Tentara Romawi telah menghampiri liang kuburnya terhalang jauh dari sanak keluarganya kewajibankulah menghantamnya kala menjumpainya.” Balatentara Romawi mengepung Ja’far bin Abi Thalib hendak membunuhnya laksana orang-orang gila yg sedang kemasukan setan. Kepungan mereka semakin ketat hingga tak ada harapan utk lepas lagi. Mereka tebas tangan kanannya dgn pedang hingga putus tetapi sebelum panji itu jatuh ketanah segera disambarnya dgn tangan kirinya. Lalu mereka tebas pula tangan kirinya tetapi Ja’far bin Abi Thalib mengepit panji itu dgn kedua pangkal lengannya kedada. Pada saat yg amat gawat ini ia bertekad akan memikul tanggung jawab utk tidak membairkan panji Rasulullah jatuh menyentuh tanah yakni selagi hayat masih dikandung badan. Entah kalau ia telah mati barulah boleh panji itu jatuh ke tanah. Pada saat jasadnya yg suci telah kaku panji pasukan masih tertancap di antara kedua pangkal lengan dan dadanya. Bunyi kibaran bendera itu seolah-oleh memanggil Abdullah bin Rawahah. Pahlawan ini membelah barisan musuh bagaikan anak panah lepas dari busurnya ke arah panji itu lalu merenggutnya dgn kuat. Gugurlah Ja’far bin Abi Thalib sebagai syuhada. Hari-harinya yg terdahsyat teragung dan terindah telah mengantarkannya menuju keharibaan Ilahi. Sungguh hari itu adl hari yg istimewa dan mempesona baginya. Demikianlah Ja’far bin Abi Thalib mempertaruhkan nyawa dalam menempuh suatu kematian agung yg tiada tara. Begitulah akhirnya ia menghadap Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia menyampaikan pengorbanan besar yg tidak terkira berselimutkan darah kepahlawannya. Allah Zat yg Maha mengetahui menyampaikan berita tentang akhir kesudahan peperangan kepada Rasul-Nya begitu pula akhir hidup Ja’far bin Abi Thalib. Tidak tahan utk meluapkan perasaan haru atas kematian sahabatnya Rasulullah pun menangis. Rasulullah kemudian pergi ke rumah saudara sepeupunya ini beliau berdoa utk anak cucunya. Mereka dipeluk dan diciuminya sementara air matanya yg mulia bercucuran tak tertahankan. Berkata Abdullah bin Umar “Aku sama-sama terjun di perang Muktah dgn Ja’far bin Abi Thalib. Waktu kami mencarinya kami dapati ia beroleh luka-luka bekas tusukan dan lemparan lbh dari 90 tempat!” Bayangkan Ja’far luka dgn 90 tempat bekas tusukan pedang dan lemparan tombak! Jika Anda ingin tahu tentang dirinya dengarkanlah sabda Rasulullah saw sebagai berikut. “Aku telah melihatnya di surga kedua bahunya yg penuh bekas-bekas cucuran darah penuh dihiasi dgn tanda-tanda kehormatan.” Sumber Karakteristik Perihidup Enam Puluh Shahabat Rasulullah Khalid Muh. Khalid Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia.

Ibn Taimiyyah :
Abad ke-13 M merupakan periode malapetaka besar bagi sejarah Islam. Dunia Muslim belum lagi pulih dari porak-poranda Perang Salib yg panjang itu bencana yg lbh buruk datang pula melanda. Suku Mongol menyerbu negara Muslim memusnahkan kekayaan intelektual dan cultural yg menumpuk selama berabad-abad pemerintahan Muslim dan membunuh jutaan kaum Muslimin. Baghdad kota Seribu Satu Malam yg tersohor itu kota intelektual dan cultural Metropolitan Islam tanpa memperhatikan keberatan dunia dirampok oleh Hulaku Khan sang Mongol pada 1258 M. Seluruh warisan cultural dan intelektual kota itu dibakar menjadi abu atau dicampakan ke Sungai Tigris. Pada kurun waktu dan huru-hara dan bencana sepeti itulah lahir Ibn Taimiyah seorang pemikir agama yg berpengaruh besar terhadap dunia pemikiran Islam. Pemikir bebas dan penganut kemerdekaan hati nurani. Ia merupakan seorang yg dipetanyakan oleh sebagian ummat tetapi dimuliakan oleh semuanya karya serta teladan hidunya menjadi sumber ilham bagi tiap orang. Dia adl kepahlawanan yg idup yg diuji dalam kesengsaraan dan godaan dukacita dan penderitaan yg dipersembahkannya utk kebaikan agama kebenaran dan keutamaan hati nurani manusia. Ibn Taimiyah lahir di Harra pada masa mudanya mengungsi krn takut pada suku Mongol dan tiba bersama orang tuanya di Damaskus pada 1268 M. Ketika itu ia hampir berusia enam tahun. Ia cedas luar biasa otaknya tajam dan ingatannya kuat. Pada usia muda Ibn Taimiyah telah menguasai semua ilmu yg ada agama dan fiqh rasional teologi logika dan filosofi. Karena itu ia berperan penting di antara teman sebayanya. Dalam hal ini ia dibantu oleh ayahnya ilmuwan utama fiqh Hanbali disamping memetik manfaat dai ajaran Zain al Din Ahmad al-Muqaddasi. Pada 1282 M ketika ayahnya meninggal Ibn Taimiyah menggantikan kedudukann sang ayah sebagai guru besar hukum Hanbali dan memangku jabatan ini dalam derajat kemuliaan selama 17 tahun. Tetapi cara berpikirannya yg bebas menimbulkan permusuhan dgn penganut Syafi’i sehingga jabatan itu lepas dari tangannya. Namun waktu itu ia telah terkenal di dunia Islam dan ditugaskan bekotbah jihad melawan suku Mongol yg menyerbu Suriah dan menaklukan Damaskus. Khotbahnya menggembleng rakyat dan menggugah sultan Mesir Sultan al-Nasir utk mengangkat senjata melawan orang-orang Mongol. Pada perang dahsyat di Marj as-Safa pada 1302 M Ibn Taimiyah berjuang gagah berani sehingga pasukan Mongol terusir dan menderita kerugian besar. Sejak itu hingga akhir hayatnya mulailah baginya masa “pengadilan” yg keras dan sengsara. Pandangan bebasnya itu seolah-olah menjadi kutukan hidupnya. Ia menyarankan oposisi di bebagai daerah dan menimbulkan kemarahan para pemuka. Pada 1307 M ia bersama dua saudaranya dipenjarakan selama empat tahun krn dituduh mempetlikan sifat manusia dgn sifat Tuhan. Setelah bebas ia diangkat menjadi guru besar di sekolah yg didirikan oleh Sultan Mesir. Setelah tujuh tahun ia diijinkan balik ke Damaskus bahkan diangkat kembali sebagai guru besar jabatannya yg dulu. Tetapi seera pula sengketa besar dgn Sultan membawa dia kembali ke penjara selama beberapa bulan pada 1320 M. Sebagai penganut keunggulan hati nurani individual cara berpikirnya yg bebas itu tidak cocok dgn Muslim ortodoks dan konvensional. Kutukannya yg mematikan terhadap praktek-praktek pemujaan orang suci dan para penganutnya menimbulkan dendam di hati Sultan yg mengurung dia di benteng Damaskus pada 1326 M. di tempat itulah ia tekun menulis tafsir Qur’an dan surat selebaran lainnya tentang sejumlah pokok pesoalan yg controversial. Ia wafat di penjara pada 1327 M. Kabar kematiannya menyuramkan Damaskus dan sekitar 200.000 orang mengikuti pemakamannya. Do’a pemakaman dipimpin oleh Ibn al-Wardi. Kebesaran Ibn Taimiyah terletak pada kemandiriannya dan kebebasan berpikinya. Ia adl di antara orang-orang mujtahid besar yg pernah dilahikan Islam seorang yg menolak taqlid buta. Sebagai seorang penganut madzab Hanbali ia setia mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunnah tak suka berkompromi dan seorang antropomorfis sejati seperti pendahulu keagamaannya Imam Hanbal. Ilmu dankesenian Yunani diterjemahkan pada masa Abbasiyah. Masalah itu disesuaikan oleh Ibn Taimiyah dgn doktrin Islam atas permintaan mereka yg baru memeluk agama itu. Jasanya yg terbesar kepada Islam terletak pada peringatannya kepada rakyat betapa pelunya mereka menyesuaiakan diri dgn kesederhanaan dan kemurnian Islam masa awal serta secara mutlak mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunnah. Prinsip dasar Ibn Taimiyah ialah
    Wahyu merupakan sumber pengetahuan agama. Penalaran dan intuisi hanyalah sumber terbatas.
    Kesepakatan umum pada ilmuwan yg terpercaya selama tiga abad perrtama Islam juga turut memberi pengertian tentang asas pokok Islam disamping Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Hanya Al-Qur’an dan As-Sunnah penuntun yg otentik dalam segala persoalan. Ia membuang dan sungguh-sungguh mencela pengarruh asing yg korup serta mencemarkan kemurnian dan kesederhanaan Islam masa awal. Dari Ibn Taimiyah Muhammad Ibn Abdul Wahhab seorang pemikir besar abad ke-18 dan sekolah Pembaruan al-Manar di Mesir mendapat ilham bagi persoalan itu. Ia terang-terangan menyatakan permusuhan dgn eksponen Muslim berfilosofi yunani. Filosofi katanya menimbulkan kebimbangan dan menyebabkan perpecahan dalam Islam. Ia mengkritik keras doktrin Ibn Arabi tentang Kesatuan makhluk. Menurut pendapatnya kesimpulan Ibn arabi dalam hal ini tidak saja bertentangan dgn ajaran Nabi tetapi juga dgn doktrin ke-Esa-an Tuan seperti yg termaktub di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ibn Taimiyah merupakan tokoh controversial dalam dunia Islam. Seorang pemikir bebas yg yakin kepad keunggulan hati nurani individu dan seorang yg ingin melihat Islam dalam kemuliaan sejati ia lalu mengecam kepada semua pencemaran dan pengaruh asing yg marasuk ke dalam Islam. Karena sikap inilah ia dicaci dipukul dicambuk dipenjarakan dan dianiaya lahir batin. Namun ia tetap nekad hidup berhenti menghadapi penganiayaan. Sumber Seratus Muslim Terkemuka Jamil Ahmad Al-Islam Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia.

Al-Ikhwan Al-Muslimun:
Al-Ikhwan al-Muslimun adl sebuah gerakan Islam terbesar di zaman modern ini. Seruannya ialah kembali kepada Islam sebagaimana yg termaktub di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah serta mengajak kepada penerapan syari’at Islam dalam kehidupan nyata. Dengan tegar gerakan ini telah mampu membendung arus sekularisasi di dunia Arab dan Islam. SEJARAH BERDIRI DAN TOKOH-TOKOHNYA Pendirinya adl Syaikh Hasan al-Banna . Lahir di sebuah kampung di kawasan Buhairah Mesir. Ia tumbuh di dalam lingkungan yg taat beragama yg menerapkan Islam secara nyata dalam seluruh aspek kehidupannya. Di samping belajar agama di rumah dan di masjid ia belajar pada sekolah pemerintah. Kemudian melanjutkan pelajarannya ke Dar al-’Ulum Kairo dan tamat pada tahun 1927. Setelah tamat dari Dar al-’Ulum ia menjadi guru pada sebuah sekolah dasar di Isma’iliyyah. Dari Isma’iliyyah inilah ia memulai aktivits keagamaannya di tengah-tengah masyarakat terutama di warung-warung kopi di hadapan para karyawan Proyek Terusan Suez. Dzul Qa’idah 1327 H/April 1928 M adl bulan didirikannya cikal bakal gerakan Al-Ikhwan al-Muslimun. Tahun 1932 Hasan al-Banna pindah ke Kairo. Bersama itu pula gerakannya berpindah dari Isma’iliyyah ke Kairo. Tahun 1352 H/1933 M beliau menerbitkan sebuah berita pekanan Ikhwan yg dipimpin oleh Ustadz Muhibuddin Khatib . Kemudian tahun 1357 H/1938 M terbit majalah al-Nadzir. Lalu menyusul al-Syihab tahun 1367 H/1947 M. Seterusnya majalah dan berita-berita Ikhwan terbit secara teratur. Pada awal berdirinya tahun 1941 M gerakan Ikhwan hanya beranggotakan 100 orang hasil pilihan langsung ustadz Hasan al-Banna sendiri. Tahun 1948 Ikhwan turut serta dalam perang Palestina. Mereka masuk dalam angkatan perang khusus. Peristiwa ini telah direkam secara rinci oleh ustadz Kamil Syarif dalam bukunya ‘Al-Ikhwan al-Muslimun fi Harbi Falasthin. Pada tanggal 8 Nopember 1948 Muhammad Fahmi Nagrasyi perdana menteri Mesir waktu itu membekukan gerakan Ikhwan dan menyita harta kekayaannya serta menangkap tokoh-tokohnya. Desember 1948 Naqrasyi diculik. Orang-orang Ikhwan dituduh sebagai pelaku penculikan dan pembunuhan tersebut. Ketika jenazah Naqrasyi di usung pendukung-pendukungnya berteriak-teriak “Kepala Naqrasyi harus dibayar dgn kepala Hasan al-Banna.” Dan pada tanggal 12 Pebruari 1949 Hasan al-Banna terbunuh oleh pembunuh misterius. Tahun 1950 berdasarkan keputusan Dewan Tertinggi Negara Ikhwan direhabilitasi. Ketika itu Mesir diperintah oleh kabinet al-Nuhas. Dewan tersebut juga memutuskan bahwa pembekuan Ikhwan selain tidak sah juga inkonstitusional. Tahun 1950 ustadz Hasan al-Hudhaibi terpilih menjadi Mursyid ‘Al-Mahdi Al-Ikhwan al-Muslimun. Ia adl salah seorang tokoh kehakiman Mesir. Ia juga berkali-kali ditangkap. Tahun 1954 ia divonis hukuman mati tetapi kemudian diringankan menjadi seumur hidup. Tahun 1971 ia dibebaskan terakhir kalinya. Oktober 1951 konflik antara Mesir dn Inggris semakin memuncak. Ikhwan melancarkan perang urat saraf melawan Inggris di Terusan suez. Peristiwa ini telah direkam oleh Kamil Syarif dalam bukunya ‘Al-Muqawamat al-Sirriyyah fi Qanat Suwes. Tanggal 23 Juli 1952 pasukan Mesir di bawah pimpinan Muhammad Najib bekerja sama dgn Ikhwan melancarkan Revolusi Juli. Tetapi kemudian Ikhwan menolak kerja sama dalam pemerintahan krn mereka mempunyai pendapat dan pandangan yg jelas tentang metode revolusi. Jamal Abdunnashr menganggap penolakan tersebut sebagai penolakan terhadap mandat revolusi. Kemudian kedua belah pihak terlibat serangkaian konflik dan permusuhan yg semakin hari semakin tajam. Akibatnya tahun 1954 pihak pemerintah melakukan penangkapan besar-besaran terhadap anggota Ikhwan dan beribu-ribu orang dijebloskan ke dalam penjara. Alasan pemerintah krn orang Ikhwan telah berupaya memusuhi dan mengancam kehidupan Jamal Abdunnashr di lapangan Mansyiyyah Iskandariyyah. Bahkan pemerintah Mesir telah menghukum mati 6 anggota Ikhwan.
    Abdulqadir Audah
    Muhammad Farghali
    Yusuf Thal’at
    Handawi Duwair
    Ibrahim Thayyib
    Muhammad Abdullathif Tahun 1965 - 1966 bentrokan antara Ikhwan dan pemerintah Mesir terulang kembali utk kedua kalinya. Pemerintah kembali melakukan penangkapan besar-besaran melakukan penyiksaan serta memenjarakan anggota Ikhwan. Bahkan tiga orang di antarannya telah dihukum gantung yaitu Sayyid Quthb . Ia termasuk pemikir Ikhwan nomor dua setelah Hasan al-Banna. Dan termasuk salah seorang tokoh Islam di zaman modern ini. Ditangkap tahun 1954 M dan disekap di dalam penjara selama 10 tahun. Tahun 1964 ia dikeluarkan dari penjara atas desakan presiden Irak Abdussalam Arif. Namun tak lama kemudian ia diculik kembali utk menghadapi hukuman mati. Yusuf Hawasi Abdulfattah Isma’il Sejak itu Ikhwan bergerak secara rahasia sampai Jamal Abdunnashr meninggal dunia 28 September 1970. Ketika Anwar Sadat berkuasa orang-orang Ikhwan mulai di lepas secara bertahap. Sepeninggal Hudhaibi Umar Tilmisani terpilih menjadi Mursyid. Di bawah pimpionannya Ikhwan menuntut hak-hak jama’ah secara utuh dan mengembalikan hak milik jama’ah yg dibekukan oleh Jamal Abdunnashr. Tilmisani menempuh jalan tidak konfrontatif dgn penguasa dan berkali-kali beliau menyerukan “Bergeraklah dgn bijak dan hindarilah kekerasan dan extremisme.” Di luar Mesir banyak tikoh-tokoh Ikhwan yg muncul antara lain Syaikh Muhammad Mahmud Shawwaf pendiri dan pengawas umum Ikhwan di Irak. Dr. Mushthafa al-Siba’i pengawas umum pertama Ikhwan di Suriah. Gerakan Ikhwan di Yordania berdiri tanggal 13 Ramadhan 1364 H. pemimpin pertanya ialah Syaikh Abdullathif Abu Qurrah. PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA Pemahaman Ikhwan terhadap Islam bersifat universal tidak mengenal adanya pemisahan antara satu aspek dgn aspek lainnya. Kaitanya dgn dakwah Ikhwan Syaikh Hasan al-Banna mengatakan “Gerakan Ikhwan adl dakwah salafiyah thariqah sunniyah haqiqah shufiyyah lembaga politik klub olah raga lembaga ilmiah dan kebudayaan perserikatan ekonomi dan pemikiran sosial.” Selanjutnya Syaikh Hasan al-Banna mengatakan bahwa ciri gerakan Ikhwan dalah
    Jauh dari sumber pertentangan.
    Jauh dari pengaruh riya dan kesombongan.
    Jauh dari partai politik dan lembaga-lembaga politik.
    Memperhatikan kaderisasi dan bertahap dalam melangkah.
    Lebih mengutamakan aspek aspek amaliyah produktif dari pada propaganda dan reklame.
    Memberi perhatian sangat serius kepada para pemuda.
    Cepat tersebar di kampung-kampung dan dikota-kota.

    Selain itu Syaikh menyebutkan karakteristik Ikhwan sebagai berikut

    • Gerakan Ikhwan adl gerakan Rabbaniyyah. Sebab azas yg menjadi poros sasarannya ialah mendekatkan manusia kepada Rabb-nya.
      Gerakan Ikhwan bersifat ‘alamiyah . Sebab arah gerakan ditujukan kepada semua umat manusia.
      Gerakan Ikhwan bersifat Islami. Sebab orientasi dan nisbatnya hanya kepada Islam. Selain itu juga Syaikh menetapkan tingkatan amal yg merupakan konsekuensi logis tiap anggota yaitu
    Memperbaiki diri sehingga menjadi pribadi yg kuat fisik teguh dlam berakhlak luas dalam berfikir mampu mencari nafkah lurus berakidah dan benar dalam beribadah.
    Membentuk rumah tangga islami.
    Memotifasi masyarakat utk menyebarkan kebaikan memerangi kemungkaran dan kerusakan.
    Memerdekakan negara dgn membersihkan rakyatnyas dari berbagai bentuk kekuasaan asing kuffar di bidang poplitik ekonomi ataupun mental spiritual.
    Memperbaiki pemerintahan sehingga benar-benar menjadi pemerintahan yg islami.
    Mengembalikan eksistensi negara-negara Islam dgn memerdekakan negerinya dan menghidupkan kembali keagungannya.
    Menjadi guru dunia dgn menyebarkan Islam ke tengah-tengah umat manusia sehingga tidak ada fitnah lagi dan Dien hanya benar-benar milik Allah. “Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan Nur -Nya.” .

    Tentang tahapan dakwah Hasan al-Banna membaginya menjadi tiga tahap

    • Tahap pengenalan.
      Tahap pembentukan.
      Tahap pelaksanakan.
  • Dalam Risalah Ta’alim Hasan al-Banna berkata “Rukun Bai’at kita ada sepuluh. Karena itu hafallah baik-baik. Yaitu Faham Ikhlas Amal Jihad Berkorban Tetap pada pendirian Tulus Ukhuwah dan percaya diri.” Kemudian beliau berkata “Wahai saudaraku yg sejati! Ini merupakan garis besar dakwah Anda. Anda dapat menyimpulkan prinsip-prinsip tersebut menjadi lima kalimat berikut

    Allah tujuan kami.
    Rasulullah SAW. teladan kami.
    Al-Qur’an dustur kami.
    Jihad jalan kami.
    Mati shahid cita-cita kami yg tertinggi.

    Ciri-cirinya dapat disimpulkan menjadi lima kata yaitu sederhana membaca Al-Qur’an shalat sikap kesatria dan akhlaq.” Ustadz Sayyid Quthb dalam bukunya Khashaish al-Tashawwur al-Islami wa Muqawwimatuhu memberikan gambaran tentang pemahamannya dan pemahaman Ikhwan. Karakteristik konsep Islam itu berazaskan kepada

    Rabbaniyyah
    Tetap
    Seimbang
    Positif
    Realistik
Tauhid.

Setiap karakteristik diberi penjelasan tersendiri secara gamblang dan luas. Lambang Al-Ikhwan al-Muslimun adl dua bilah pedang menyilang melingkari Al-Qur’an ayat Al-Qur’an} dan tiga kata haq quwwah dan hurriyyah. AKAR PEMIKIRAN DAN SIFAT IDIOLOGINYA Al-Ikhwan al-Muslimun telah mengadopsi dakwah salafiyyah menjadi gerakan dakwahnya. Ia menekankan kepada pentingnya penelitian dan pembahasan terhadap dalil serta pentingnya kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dan membersihkan diri dari segala bentuk kemusrikan utk mencapai kesempournaan tauhid. Dakwah Ikhwan banyak dipengaruhi oleh Syaikh Abdulwahhab Sanusiyyah dan Rasyid Ridha. Pada umumnya dakwah tersebut merupakan kelanjutan dari Madrasah Ibnu Taimiyyah yg juga merupakan kelanjutan Madrasah Imam Ahmad bin Hambal. Ikhwan merupakan tashawwuf sebagai sarana pendidikan dan peningkatan jiwa seperti pernah dilakukan para ahli tashawwuf terdahulu yg aqidahnya benar dan jauh dri segala bentuk bid’ah khurafat menghina diri dan sifat negatif. Hasan al-Banna merangkum semua pemahaman tersebut dalam dakwahnya. Ditambah pula dgn konsepsi-konsepsi yg sesuai dgn kebutuhan zaman dan lingkungan. Sehingga dakwahnya mampu menghadapi berbagai arus yg melanda Mesir dan kawasan lain. PENYEBARAN DAN KAWASAN PENGARUHNYA Gerakan Ikhwan dimulai di Isma’iliyyah kemudian beralih ke Kairo. Dari Kairo tersebar ke berbagai pelosok dan kota do Mesir. Akhir tahun 40-an cabang Ikhwan di Mesir sudah mencap(Aisyah 3000. Tiap cabang memiliki anggota yg cukup banyak. Gerakan tersebut kemudian meluas ke negara-negara Arab. Ia berdiri kukuh di Suriah Palestina Yordania libanon Irak Yaman dan lain-lain. Dewasa ini anggota dan simpatisannya tersebar di berbagai penjuru dunia. Oleh Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia.