Kata orang sabar dan mengalah ada batasnya. Jujur aja aku gak sependapat tapi tetep aja kuhargai pendapat itu. Aku punya pemikiran sendiri tentang itu. Bukan masalah benar atau nggak tapi pemikiran ini kudapat dari pengalaman sendiri. maklumlah, sepanjang hidupku aku memang penuh dengan masalah. dan aku yakin kalau aku gak sendiri. baiknya kubagi saja ceritaku dan penyelesaiannya. Insya Allah ada gunanya untuk semua.
Kepikiran sama masalah yang banyak banget emang kadang bikin otak gak mampu berfikir dgn baik. Kadang kita ngerasa saking beratnya hingga keputusan terakhir haruslah menyerah dan pasrah.
Atau..kalau kita termasuk yang picik maka yang jadi ‘justifikasi’ adalah menyalahkan orng lain. Itu pasti.
Sangat jarang kita kembali pada kenyataan kalau setiap yang terjadi ( mungkin ) adalah buah perbuatan kita atau ( mungkin ) semua masalah bersumber dari kita yang salah membuat keputusan. Bisa jadi kita diajak untuk kembali ‘merefresh’ otak kita atau ‘membenahi’ kembali cara berfikir kita atau ‘sadar’ kalau kita sebenarnya salah.
Manusia adalah sumbernya kesalahan dan khilaf. Jadi kalau perbedaan pendapat terjadi, perbedaan prinsip hadir antara kta dengan pasangan, pacar, teman atau rekan kerja; maka cobalah kembali ke aturan yang tadi…pasti ada diantara keduanya yang khilaf. yang paling bijak adalah dengan berfikir positif dan menganggap kalau kitalah yang salah dan khilaf…jangan mencari kesalahan dari orang lain tapi carilah kesalahan pada diri sendiri. mencari kesalahan orang lain gak bakal pernah ada habisnya n malah mungkin bakal menambah masalah yang ada. tapi kalau mencari kesalahan diri sendiri bakal bikin kita Introspeksi, semakin dewasa dan semakin pintar untuk memanajemen emosi.
Dalam perbedaan pendapat atau prinsip selalu berakhir pada dua kemungkinan pilihan : Mengalah atau pisah. Pisah adalah cara terburuk sebuah penyelsaian tapi kadang yang terbaik untuk kedua pihak. Dan cara yang paling bijak adalah mengalah walaupun itu termasuk cara yang paling banyak butuh pengorbanan.
Bagiku sabar gak ada batasan waktu. Sabar adalah sabar dan gak akan pernah berubah sampai kapanpun. karena sabar adalah ikhlas memberikan hati kita untuk selalu mengerti atau coba mengerti orng lain. Seburuk apapun perlakuan orang pada kita. Agama apapun di dunia ini pasti menganjurkan untuk sabar dalam menghadapi masalah. Bahkan sumber dari segala sumber kebaikan adalah sabar.
Akan menjadi ada batasan jika situasinya sudah menyangkut harga diri dan kehormatan. Butuh reaksi tapi tetep aja tujuannya untuk mencari kebaikan. Ketegasan perlu. Tapi tegas yang bijak. Tegas yang juga mempertimbangkan norma-norma kemanusiaan. Yang pasti janganlah ketegasan dan mempertahankan prinsip bikin kita harus memutuskan hubungan silaturahmi dengan seseorng. Aku selalu berprinsip kalau rejeki hampir selalu diberikan Allah lewat tangan orng lain.
Bersabarlah. Karena sabar sangat baik untuk kesehatan otak dan mental kita. Sabar juga bisa menular dan hampir selalu mampu merubah yang jahat menjadi baik dan yang bingung akan mendapatkan pencerahan serta yang tidak mengerti menjadi mengerti.
Mengalahlah jika itu perlu. Karena mengalah adalah salah satu tindakan paling ksatria dan hanya bisa dilakukan oleh orng-orng yang punya pemikiran dalam dan luas. kalau harus bertindak, maka jangan lupa untuk tetap bijak dalam membuat keputusan. Tindakan yang didasari oleh otak yang jernih dan hati yang bersih.
Insya Allah selalu ada jalan terbaik selama kita menempatkan diri kita sebagai hamba Tuhan yang lemah dan memiliki kemampuan yang terbatas sebagai manusia.
Segala kekhilafan adalah milik manusia dan hanya Allah lah Yang Maha Pemilik alam semesta termasuk kita manusia…
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar